e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 17 Agustus 2026
Bacaan : AMSAL 16:32
Setahun: Yeremia 18-22
Nats: Orang yang sabar melebihi seorang pejuang, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 16:32)
Renungan:
MELEBIHI SEORANG PEJUANG
Kita yang hidup puluhan tahun sejak Indonesia merdeka tentu sukar membayangkan sosok pejuang yang pernah berjuang demi kemerdekaan negeri ini. Mereka yang pernah berjuang membela negeri ini mungkin hampir tidak ada yang tersisa lagi. Namun, rasanya kita bisa sepakat bahwa sosok pejuang adalah orang yang hebat, bukan hanya karena kegigihan dalam melawan penjajah, tetapi karena mereka juga rela berkorban demi negeri ini.
Lantas, mengapa penulis Amsal menyebut orang yang sabar melebihi seorang pejuang? Mengapa pula orang yang mampu menguasai diri dianggap lebih hebat daripada orang yang merebut kota? Tertulisnya ayat ini di Alkitab sepertinya hendak menunjukkan bahwa penguasaan diri, termasuk di dalamnya kesabaran, adalah karakter yang sangat Allah hargai. Kita mungkin pernah menyaksikan gambaran sosok pejuang atau pahlawan yang hebat, baik melalui buku maupun film aksi, tetapi mereka mudah terpicu oleh amarah, keinginan membalas dendam, atau kebutuhan untuk dihargai atau dianggap hebat. Namun, melalui kehadiran umat-Nya, Allah ingin menghadirkan banyak figur "pejuang", yang mampu menguasai diri dalam pertolongan Tuhan.
Tentu saja menguasai diri bukan perkara yang mudah. Ada banyak orang gagal, lalu menghasilkan sikap, perkataan, hingga tindakan yang destruktif dalam banyak bidang kehidupan. Menguasai diri memang tidak mudah, tetapi juga tidak mustahil dalam pertolongan Tuhan. Kristus dapat menjadi teladan yang sempurna bagi kita dalam hal penguasaan diri, sekaligus menginspirasi kita untuk bertumbuh dalam penguasaan diri. Dengan demikian, kita dapat menjadi pahlawan sejati di mata Allah. --GHJ/www.renunganharian.net
PENGUASAAN DIRI ADALAH KEKUATAN SEJATI YANG TIDAK DAPAT DIKALAHKAN OLEH KEADAAN APA PUN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/08/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+16:32
AMSAL 16:32
32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Yeremia+18-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+18-22
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 17 Agustus 2026
Bacaan : AMSAL 16:32
Setahun: Yeremia 18-22
Nats: Orang yang sabar melebihi seorang pejuang, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 16:32)
Renungan:
MELEBIHI SEORANG PEJUANG
Kita yang hidup puluhan tahun sejak Indonesia merdeka tentu sukar membayangkan sosok pejuang yang pernah berjuang demi kemerdekaan negeri ini. Mereka yang pernah berjuang membela negeri ini mungkin hampir tidak ada yang tersisa lagi. Namun, rasanya kita bisa sepakat bahwa sosok pejuang adalah orang yang hebat, bukan hanya karena kegigihan dalam melawan penjajah, tetapi karena mereka juga rela berkorban demi negeri ini.
Lantas, mengapa penulis Amsal menyebut orang yang sabar melebihi seorang pejuang? Mengapa pula orang yang mampu menguasai diri dianggap lebih hebat daripada orang yang merebut kota? Tertulisnya ayat ini di Alkitab sepertinya hendak menunjukkan bahwa penguasaan diri, termasuk di dalamnya kesabaran, adalah karakter yang sangat Allah hargai. Kita mungkin pernah menyaksikan gambaran sosok pejuang atau pahlawan yang hebat, baik melalui buku maupun film aksi, tetapi mereka mudah terpicu oleh amarah, keinginan membalas dendam, atau kebutuhan untuk dihargai atau dianggap hebat. Namun, melalui kehadiran umat-Nya, Allah ingin menghadirkan banyak figur "pejuang", yang mampu menguasai diri dalam pertolongan Tuhan.
Tentu saja menguasai diri bukan perkara yang mudah. Ada banyak orang gagal, lalu menghasilkan sikap, perkataan, hingga tindakan yang destruktif dalam banyak bidang kehidupan. Menguasai diri memang tidak mudah, tetapi juga tidak mustahil dalam pertolongan Tuhan. Kristus dapat menjadi teladan yang sempurna bagi kita dalam hal penguasaan diri, sekaligus menginspirasi kita untuk bertumbuh dalam penguasaan diri. Dengan demikian, kita dapat menjadi pahlawan sejati di mata Allah. --GHJ/www.renunganharian.net
PENGUASAAN DIRI ADALAH KEKUATAN SEJATI YANG TIDAK DAPAT DIKALAHKAN OLEH KEADAAN APA PUN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/08/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+16:32
AMSAL 16:32
32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Yeremia+18-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+18-22
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
