e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 24 Oktober 2026
Bacaan : KEJADIAN 9:18-29
Setahun: Lukas 2-3
Nats: Ham, bapa Kanaan, melihat aurat ayahnya, lalu menceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. (Kejadian 9:22)
Renungan:
GIBAH
Gibah adalah perbuatan membicarakan keburukan, aib, atau hal yang tidak disukai orang lain di belakang mereka, meskipun hal yang dibicarakan tersebut benar adanya.
Setelah Nuh minum anggur, ia mabuk dan telanjang dalam kemahnya. Ham, bapa Kanaan, melihat aurat Nuh, ayahnya, lalu menceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. Berbeda dengan Ham, Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua. Mereka lalu berjalan mundur dan menutupi aurat ayahnya sambil memalingkan muka sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. Ketika Nuh sadar dari mabuknya dan mengetahui apa yang dilakukan anak bungsunya, ia mengutuk Kanaan menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya. Nuh berkata lagi, "Terpujilah Tuhan, Allah Sem! Biarlah Kanaan menjadi hamba baginya. Kiranya Allah memperluas tempat kediaman Yafet. Hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, dan Kanaan menjadi hamba baginya."
Gibah dapat merusak hubungan dengan orang lain, menghancurkan reputasi korban dan membuat mereka merasa malu. Orang yang menjadi korban gibah tidak akan memercayai pelaku lagi. Karena itu, kendalikan lidah kita, jangan membicarakan kekurangan, keburukan, dan aib orang yang dapat menjatuhkan dan mempermalukan orang lain, sebaliknya hendaklah kata-kata kita penuh kasih, jangan hambar. Dengan perkataan kita dapat memberi semangat kepada orang yang letih lesu dan pakailah perkataan yang baik untuk membangun supaya mereka yang mendengarnya beroleh anugerah (Kol. 4:6, Yes. 50:4, Ef. 4:29). --IN/www.renunganharian.net
PILIHLAH PERKATAAN YANG MEMBERI SEMANGAT DAN MEMBANGUN ORANG YANG MENDENGARNYA, BUKAN YANG MENJATUHKAN ORANG LAIN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+9:18-29
KEJADIAN 9:18-29
18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan.
19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.
20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.
21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.
22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.
23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.
24 Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya,
25 berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya."
26 Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.
27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya."
28 Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah.
29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Lukas+2-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+2-3
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 24 Oktober 2026
Bacaan : KEJADIAN 9:18-29
Setahun: Lukas 2-3
Nats: Ham, bapa Kanaan, melihat aurat ayahnya, lalu menceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. (Kejadian 9:22)
Renungan:
GIBAH
Gibah adalah perbuatan membicarakan keburukan, aib, atau hal yang tidak disukai orang lain di belakang mereka, meskipun hal yang dibicarakan tersebut benar adanya.
Setelah Nuh minum anggur, ia mabuk dan telanjang dalam kemahnya. Ham, bapa Kanaan, melihat aurat Nuh, ayahnya, lalu menceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. Berbeda dengan Ham, Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua. Mereka lalu berjalan mundur dan menutupi aurat ayahnya sambil memalingkan muka sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. Ketika Nuh sadar dari mabuknya dan mengetahui apa yang dilakukan anak bungsunya, ia mengutuk Kanaan menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya. Nuh berkata lagi, "Terpujilah Tuhan, Allah Sem! Biarlah Kanaan menjadi hamba baginya. Kiranya Allah memperluas tempat kediaman Yafet. Hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, dan Kanaan menjadi hamba baginya."
Gibah dapat merusak hubungan dengan orang lain, menghancurkan reputasi korban dan membuat mereka merasa malu. Orang yang menjadi korban gibah tidak akan memercayai pelaku lagi. Karena itu, kendalikan lidah kita, jangan membicarakan kekurangan, keburukan, dan aib orang yang dapat menjatuhkan dan mempermalukan orang lain, sebaliknya hendaklah kata-kata kita penuh kasih, jangan hambar. Dengan perkataan kita dapat memberi semangat kepada orang yang letih lesu dan pakailah perkataan yang baik untuk membangun supaya mereka yang mendengarnya beroleh anugerah (Kol. 4:6, Yes. 50:4, Ef. 4:29). --IN/www.renunganharian.net
PILIHLAH PERKATAAN YANG MEMBERI SEMANGAT DAN MEMBANGUN ORANG YANG MENDENGARNYA, BUKAN YANG MENJATUHKAN ORANG LAIN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+9:18-29
KEJADIAN 9:18-29
18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan.
19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.
20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.
21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.
22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.
23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.
24 Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya,
25 berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya."
26 Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.
27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya."
28 Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah.
29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Lukas+2-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+2-3
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
