Apa arti kebangkitan dahulu dan sekarang? Seperti yang diingatkan oleh kata-kata penutup Pengakuan Iman Nicea, kekristenan sejak awal menegaskan bahwa orang percaya hendaknya "menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di dunia yang akan datang." Dua frasa dalam pengakuan iman kuno ini merangkum dua inti pengharapan Kristen yang saling berkaitan -- kebangkitan dan kehidupan di dunia yang akan datang. Pengharapan akan kebangkitan kita, yang membawa kita kepada kehidupan di dunia yang akan datang, telah dijamin "oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati" (1 Petrus 1:3). Dalam 1 Korintus 15, rasul Paulus menegaskan bahwa kebangkitan Yesus dan kebangkitan orang percaya tidak dapat dipisahkan (1 Korintus 15:12-28). Karena itu, kita perlu memahami dengan jelas bahwa pengharapan akhir orang Kristen bukanlah keberadaan yang melayang di suatu tempat jauh bernama surga, tetapi kehidupan kebangkitan di dalam ciptaan yang diperbarui.
Pengharapan Akan Kebangkitan dalam Perjanjian Lama Perjanjian Lama memang tidak banyak menguraikan secara langsung tentang pengharapan kebangkitan. Namun, Allah dengan jelas dinyatakan berdaulat atas hidup dan mati. Perhatikan beberapa ayat berikut yang menegaskan hal itu:
- Dalam nyanyian Musa, Allah berkata, "Sekarang lihatlah bahwa Aku, Akulah Dia, tidak ada Allah selain Aku. Akulah yang membuat mati dan yang memberikan hidup" (Ulangan 32:39, AYT).
- Dalam nyanyian Hana, dia mengakui bahwa "TUHAN mematikan dan menghidupkan; Dia menurunkan ke dalam dunia orang mati, dan mengangkatnya" (1 Samuel 2:6, AYT).
Pengharapan Akan Kebangkitan dalam Perjanjian Baru Kebangkitan juga menjadi tema yang menonjol dalam kehidupan dan pelayanan Yesus. Dia tidak hanya mengajarkan kebangkitan rohani bagi para pengikut-Nya (Yohanes 11:25) dan menubuatkan kebangkitan fisik-Nya sendiri (Lukas 9:21-22), tetapi juga berbicara dengan jelas tentang kebangkitan orang mati pada masa depan (Lukas 11:31-32; Yohanes 5:28-29; Yohanes 6:39-58). Lebih dari sekadar membahasnya, Dia memperlihatkan kemungkinan itu melalui mukjizat-mukjizat-Nya. Dia membangkitkan anak perempuan Yairus (Markus 5:35-43), anak janda di Nain (Lukas 7:11-17), dan Lazarus (Yohanes 11:1-44). Walaupun mereka yang dibangkitkan itu pada akhirnya mati kembali, seperti yang terjadi dalam Perjanjian Lama, peristiwa-peristiwa tersebut menjadi tanda yang mengantisipasi realitas kebangkitan yang akan datang. |