e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 17 Oktober 2026
Bacaan : LUKAS 16:19-31
Setahun: Markus 6-7
Nats: "Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." (Lukas 16:22a)
Renungan:
ALLAH ADALAH PENOLONGKU
Lazarus adalah seorang yang sangat miskin. Keadaannya luar biasa sengsara. Badannya penuh dengan borok hingga mengundang anjing-anjing datang menjilatinya. Namun, ia menerima kemiskinannya. Ia tidak berbaring di pintu rumah orang kaya untuk berteriak-teriak atau membuat keributan, melainkan dengan sikap tenang dan pasrah menanti remah-remah yang terjatuh. Lazarus tidak hanya miskin secara jasmani, tetapi juga miskin secara rohani di hadapan Allah. Sebagaimana arti dari namanya, "Allah adalah penolongku, " Lazarus hidup dalam kebergantungan kepada Allah, mengandalkan pertolongan Allah.
Benar saja, ketika ia mati, ia beroleh kehormatan rohani. Ia menerima penghiburan dan pemulihan. Ketika dunia tidak menolongnya, Tuhan benar-benar menolongnya. Walau ia tampak kalah dan lemah, dalam kekekalan, Allah sendiri yang menegakkan keadilan, menunjukkan kasih-Nya kepada Lazarus. Sebaliknya, orang kaya yang selama hidupnya berpesta pora harus menerima sengsara di alam maut.
Melalui kisah Lazarus, Yesus tidak bermaksud untuk menunjukkan bahwa kemuliaan surga didapatkan dengan menjadi miskin di dunia. Kaya harta pun menjadi berharga jika kita menggunakannya sebagai sarana memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Sebab Tuhan tidak memakai standar dunia, melainkan hati yang senantiasa berbakti. Jika kita memiliki hidup seperti Lazarus yang bergantung penuh kepada pertolongan Tuhan, Ia pasti hadir menjadi penolong. Namun, jika kita bergantung kepada harta dunia, pastilah kita binasa. --EBL/www.renunganharian.net
GUNAKAN HARTA DUNIA UNTUK MEMUPUK PERSAHABATAN DENGAN BAPA SUPAYA KETIKA HARTA SUDAH TIADA, KITA DISAMBUT DALAM RUMAH-NYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+16:19-31
LUKAS 16:19-31
19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Markus+6-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+6-7
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 17 Oktober 2026
Bacaan : LUKAS 16:19-31
Setahun: Markus 6-7
Nats: "Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." (Lukas 16:22a)
Renungan:
ALLAH ADALAH PENOLONGKU
Lazarus adalah seorang yang sangat miskin. Keadaannya luar biasa sengsara. Badannya penuh dengan borok hingga mengundang anjing-anjing datang menjilatinya. Namun, ia menerima kemiskinannya. Ia tidak berbaring di pintu rumah orang kaya untuk berteriak-teriak atau membuat keributan, melainkan dengan sikap tenang dan pasrah menanti remah-remah yang terjatuh. Lazarus tidak hanya miskin secara jasmani, tetapi juga miskin secara rohani di hadapan Allah. Sebagaimana arti dari namanya, "Allah adalah penolongku, " Lazarus hidup dalam kebergantungan kepada Allah, mengandalkan pertolongan Allah.
Benar saja, ketika ia mati, ia beroleh kehormatan rohani. Ia menerima penghiburan dan pemulihan. Ketika dunia tidak menolongnya, Tuhan benar-benar menolongnya. Walau ia tampak kalah dan lemah, dalam kekekalan, Allah sendiri yang menegakkan keadilan, menunjukkan kasih-Nya kepada Lazarus. Sebaliknya, orang kaya yang selama hidupnya berpesta pora harus menerima sengsara di alam maut.
Melalui kisah Lazarus, Yesus tidak bermaksud untuk menunjukkan bahwa kemuliaan surga didapatkan dengan menjadi miskin di dunia. Kaya harta pun menjadi berharga jika kita menggunakannya sebagai sarana memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Sebab Tuhan tidak memakai standar dunia, melainkan hati yang senantiasa berbakti. Jika kita memiliki hidup seperti Lazarus yang bergantung penuh kepada pertolongan Tuhan, Ia pasti hadir menjadi penolong. Namun, jika kita bergantung kepada harta dunia, pastilah kita binasa. --EBL/www.renunganharian.net
GUNAKAN HARTA DUNIA UNTUK MEMUPUK PERSAHABATAN DENGAN BAPA SUPAYA KETIKA HARTA SUDAH TIADA, KITA DISAMBUT DALAM RUMAH-NYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+16:19-31
LUKAS 16:19-31
19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Markus+6-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+6-7
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
