e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 22 Juli 2026
Bacaan : RUT 2:5-13
Setahun: Amsal 27-29
Nats: Boas menjawab dia, "Telah diceritakan orang kepadaku segala sesuatu yang kaulakukan terhadap ibu mertuamu sesudah kematian suamimu, bagaimana engkau telah meninggalkan ayah dan ibumu serta tanah kelahiranmu, lalu pergi kepada bangsa yang dulu tidak kaukenal. (Rut 2:11)
Renungan:
TUNTUNAN TUHAN
Ketika membaca firman Tuhan hari ini, Saya mendapati bahwa Rut adalah sosok perempuan yang berani dan tangguh. Setelah kematian suaminya, ia mengambil keputusan berani untuk meninggalkan tanah kelahirannya di Moab dan mengikuti mertuanya, Naomi, ke Betlehem. Sejatinya, ia tidak tahu apa yang menantinya di sana, tidak ada jaminan hidup, dan tidak tahu apakah latar belakangnya dari bangsa asing akan diterima di Israel. Namun, di tengah ketidakpastian itu, Rut hanya belajar percaya bahwa Allah yang disembah Naomi juga akan menjadi Allahnya.
Ketika Rut mulai memunguti butiran gandum yang tercecer di tanah, tanpa disadarinya, Tuhan sedang menuntunnya ke ladang milik Boas, seorang pria baik hati yang kelak menjadi alat Tuhan untuk menopang dan memberkati hidupnya. Boas melihat ketulusan dan kesetiaan Rut! Melalui kemurahannya, Allah menunjukkan penyertaan dan kesetiaan-Nya.
Pengalaman Rut mengajarkan bahwa langkah iman yang disertai kesetiaan tidak pernah luput dari perhatian Allah. Saya merenungkan, jalan hidup kita mungkin seperti Rut. Kita memutuskan meninggalkan tempat nyaman, berjalan dalam ketidakpastian, dan bertanya-tanya apakah Tuhan masih memperhatikan. Meneladani Rut, kita diajak untuk tetap setia dan percaya bahwa di balik setiap langkah iman, ada tangan Tuhan yang menopang melalui cara-cara yang tidak terpikirkan. Allah sanggup bekerja melalui orang-orang di sekitar kita, membuka jalan, dan menyediakan apa yang kita butuhkan di saat yang tepat. --SYS/www.renunganharian.net
KETIKA KITA MELANGKAH DALAM IMAN, TANGAN TUHAN YANG TAK TAMPAK SANGGUP MENOPANG LANGKAH KITA YANG TAMPAKNYA TAK PASTI.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?RUT+2:5-13
RUT 2:5-13
5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."
8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."
13 Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Amsal+27-29
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amsal+27-29
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 22 Juli 2026
Bacaan : RUT 2:5-13
Setahun: Amsal 27-29
Nats: Boas menjawab dia, "Telah diceritakan orang kepadaku segala sesuatu yang kaulakukan terhadap ibu mertuamu sesudah kematian suamimu, bagaimana engkau telah meninggalkan ayah dan ibumu serta tanah kelahiranmu, lalu pergi kepada bangsa yang dulu tidak kaukenal. (Rut 2:11)
Renungan:
TUNTUNAN TUHAN
Ketika membaca firman Tuhan hari ini, Saya mendapati bahwa Rut adalah sosok perempuan yang berani dan tangguh. Setelah kematian suaminya, ia mengambil keputusan berani untuk meninggalkan tanah kelahirannya di Moab dan mengikuti mertuanya, Naomi, ke Betlehem. Sejatinya, ia tidak tahu apa yang menantinya di sana, tidak ada jaminan hidup, dan tidak tahu apakah latar belakangnya dari bangsa asing akan diterima di Israel. Namun, di tengah ketidakpastian itu, Rut hanya belajar percaya bahwa Allah yang disembah Naomi juga akan menjadi Allahnya.
Ketika Rut mulai memunguti butiran gandum yang tercecer di tanah, tanpa disadarinya, Tuhan sedang menuntunnya ke ladang milik Boas, seorang pria baik hati yang kelak menjadi alat Tuhan untuk menopang dan memberkati hidupnya. Boas melihat ketulusan dan kesetiaan Rut! Melalui kemurahannya, Allah menunjukkan penyertaan dan kesetiaan-Nya.
Pengalaman Rut mengajarkan bahwa langkah iman yang disertai kesetiaan tidak pernah luput dari perhatian Allah. Saya merenungkan, jalan hidup kita mungkin seperti Rut. Kita memutuskan meninggalkan tempat nyaman, berjalan dalam ketidakpastian, dan bertanya-tanya apakah Tuhan masih memperhatikan. Meneladani Rut, kita diajak untuk tetap setia dan percaya bahwa di balik setiap langkah iman, ada tangan Tuhan yang menopang melalui cara-cara yang tidak terpikirkan. Allah sanggup bekerja melalui orang-orang di sekitar kita, membuka jalan, dan menyediakan apa yang kita butuhkan di saat yang tepat. --SYS/www.renunganharian.net
KETIKA KITA MELANGKAH DALAM IMAN, TANGAN TUHAN YANG TAK TAMPAK SANGGUP MENOPANG LANGKAH KITA YANG TAMPAKNYA TAK PASTI.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?RUT+2:5-13
RUT 2:5-13
5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."
8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."
13 Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Amsal+27-29
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amsal+27-29
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
