Bibit pemikiran mengenai Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja diduga sudah muncul dalam pemikiran Bapa Gereja Eusebius dari Kaisarea. Memang sebelum Reformasi, ada beberapa pembahasan yang menyoroti aspek-aspek dari raja, imam, atau nabi secara terpisah. Namun, Yohanes Calvin kemudian diakui sebagai tokoh yang secara unik mengembangkan pemahaman ini secara komprehensif dan terstruktur, khususnya dalam melihat Kristus sebagai penggenapan sempurna dari tiga jabatan penting ini. Dengan demikian, orang-orang percaya sudah sewajarnya hidup dengan meneladani Kristus sebagai contoh yang sempurna. Nabi Ketika Kristus di dunia, berkali-kali Ia dituliskan senantiasa mengkhususkan waktu untuk berelasi dengan Bapa-Nya. Kristus dituliskan selalu pergi ke tempat yang sunyi saat pagi-pagi benar untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa. Penulis percaya kepekaan kita sebagai orang Kristen sangat ditentukan melalui momen-momen seperti ini. Dalam bagian lain dalam Injil, perkataan yang begitu keras dan menusuk juga kerap Kristus lontarkan kepada orang-orang Farisi, misalkan saja dalam Yohanes 8 ketika Yesus mengatakan kepada orang-orang Farisi bahwa bapa mereka adalah Iblis. Imam Jabatan imam sangat terkait dengan aspek kekudusan dan sifat pengantara. Dalam hidup Kristus sendiri, sebagai imam, Kristus memiliki dorongan kuat untuk mendoakan orang lain, secara khusus murid-murid-Nya, misalkan saja doa yang begitu indah yang tertulis dalam Yohanes 17. Suatu doa agar murid-murid-Nya dikuatkan untuk hidup dan bersaksi di dalam dunia. Yesus juga dituliskan menangisi Yerusalem, kota yang begitu kejam, yang telah menolak Kristus dan juga pelayan-pelayan yang Tuhan utus dalam zaman sebelumnya. Raja Jabatan raja memiliki keunikan dalam menjalankan keadilan dan melakukan pengelolaan. Lebih jauh lagi, kita juga percaya Kristus adalah Sang Raja yang sejati, Raja yang berhak menerima segala kemuliaan, puji, dan hormat. Kristus, Sang Pencipta, yang bertakhta dan berkuasa atas seluruh ciptaan. Seperti yang juga dinyatakan dalam Kitab Daniel, kerajaan dunia akan naik dan turun, datang dan pergi. Namun akan datang Kerajaan Allah yang kekal sampai selama-lamanya. Semoga artikel singkat ini semakin mendorong kecintaan dan kekaguman kita akan pribadi Kristus, Sang Nabi, Imam, dan Raja yang sejati. |