e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 21 April 2026
Bacaan : MAZMUR 39
Setahun: 2 Raja-raja 1-3
Nats: "Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku ini pendatang yang tinggal bersama-Mu, warga asing seperti semua nenek moyangku." (Mazmur 39:13)
Renungan:
MENYIKAPI KEFANAAN HIDUP
Bangsa Israel Kuno memahami hidup manusia seperti sebuah perjalanan singkat. Hidup laksana embun pagi yang cepat lenyap; atau, bayangan yang sebentar saja tampak, lalu menghilang. Terkait dengan pemahaman tersebut, dengan jujur Daud menuliskan keluh kesahnya. Ia memakai ungkapan tentang "orang asing" dan "pendatang". Baginya, hidup ini bukan rumah abadi, melainkan persinggahan sejenak. Ia paham, hidup ini fana, rapuh, dan penuh kesementaraan.
Namun, Daud tidak berhenti pada keluh kesah. Ia datang kepada Allah dalam doa. Sehingga, ia beroleh pencerahan: kefanaan hidup justru mengingatkannya bahwa hanya Tuhanlah yang menjadi tujuan akhir. Ia pun menjadi paham bahwa ia tidak bisa menggantungkan harapannya pada dunia yang sementara, melainkan hanya pada Allah yang kekal. Inilah titik balik rohani-dari rasa hampa menuju penyerahan diri pada kasih dan kedaulatan Tuhan.
Pengalaman iman Daud menolong kita untuk menyadari bahwa kefanaan hidup bukan alasan untuk berputus asa. Itu justru undangan untuk hidup lebih bijak dan bersandar pada Tuhan. Dunia menawarkan banyak hal yang memesona dan memikat hati: kesuksesan, harta, kesenangan, dan popularitas. Namun, hanya hal yang dikerjakan dalam Tuhan saja yang mampu bertahan.
Benar, hidup ini fana dan sementara. Justru karena itu, hendaknya kita menggunakan waktu dengan baik. Teruslah menaruh pengharapan hanya pada Allah. Lalu, berusahalah agar setiap langkah kita menjadi jejak yang bermakna. Bukan hanya bermakna bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita yang fana ini, memiliki nilai kekekalan. --SAP/www.renunganharian.net
HIDUP TERLALU SINGKAT, DUNIA TERLALU LUAS, DAN KASIH TUHAN TERLALU BESAR UNTUK DIJALANI DENGAN CARA BIASA.-CHISTINE CAINE
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+39
MAZMUR 39
1 Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud. (39-2) Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku."
2 (39-3) Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat.
3 (39-4) Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku:
4 (39-5) "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!
5 (39-6) Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela
6 (39-7) Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.
7 (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.
8 (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal!
9 (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak.
10 (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu.
11 (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela
12 (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku.
13 (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+1-3
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 21 April 2026
Bacaan : MAZMUR 39
Setahun: 2 Raja-raja 1-3
Nats: "Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku ini pendatang yang tinggal bersama-Mu, warga asing seperti semua nenek moyangku." (Mazmur 39:13)
Renungan:
MENYIKAPI KEFANAAN HIDUP
Bangsa Israel Kuno memahami hidup manusia seperti sebuah perjalanan singkat. Hidup laksana embun pagi yang cepat lenyap; atau, bayangan yang sebentar saja tampak, lalu menghilang. Terkait dengan pemahaman tersebut, dengan jujur Daud menuliskan keluh kesahnya. Ia memakai ungkapan tentang "orang asing" dan "pendatang". Baginya, hidup ini bukan rumah abadi, melainkan persinggahan sejenak. Ia paham, hidup ini fana, rapuh, dan penuh kesementaraan.
Namun, Daud tidak berhenti pada keluh kesah. Ia datang kepada Allah dalam doa. Sehingga, ia beroleh pencerahan: kefanaan hidup justru mengingatkannya bahwa hanya Tuhanlah yang menjadi tujuan akhir. Ia pun menjadi paham bahwa ia tidak bisa menggantungkan harapannya pada dunia yang sementara, melainkan hanya pada Allah yang kekal. Inilah titik balik rohani-dari rasa hampa menuju penyerahan diri pada kasih dan kedaulatan Tuhan.
Pengalaman iman Daud menolong kita untuk menyadari bahwa kefanaan hidup bukan alasan untuk berputus asa. Itu justru undangan untuk hidup lebih bijak dan bersandar pada Tuhan. Dunia menawarkan banyak hal yang memesona dan memikat hati: kesuksesan, harta, kesenangan, dan popularitas. Namun, hanya hal yang dikerjakan dalam Tuhan saja yang mampu bertahan.
Benar, hidup ini fana dan sementara. Justru karena itu, hendaknya kita menggunakan waktu dengan baik. Teruslah menaruh pengharapan hanya pada Allah. Lalu, berusahalah agar setiap langkah kita menjadi jejak yang bermakna. Bukan hanya bermakna bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita yang fana ini, memiliki nilai kekekalan. --SAP/www.renunganharian.net
HIDUP TERLALU SINGKAT, DUNIA TERLALU LUAS, DAN KASIH TUHAN TERLALU BESAR UNTUK DIJALANI DENGAN CARA BIASA.-CHISTINE CAINE
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+39
MAZMUR 39
1 Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud. (39-2) Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku."
2 (39-3) Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat.
3 (39-4) Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku:
4 (39-5) "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!
5 (39-6) Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela
6 (39-7) Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.
7 (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.
8 (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal!
9 (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak.
10 (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu.
11 (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela
12 (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku.
13 (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+1-3
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
