e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 16 April 2026
Bacaan : 1 PETRUS 3:13-22
Setahun: 1 Raja-raja 10-11
Nats: Sebab, lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat. (1 Petrus 3:17)
Renungan:
LEBIH BAIK MENDERITA?
Hikmat manusia menganggap bahwa berbuat baik menghindarkan kita dari rupa-rupa penderitaan. Sebab, penderitaan adalah konsekuensi dari perbuatan jahat. Namun, faktanya penderitaan tidak selalu muncul sebagai upah kejahatan. Kesetiaan kepada Kristus kadang membawa kita pada penderitaan. Bahkan adakalanya penderitaan semakin berat saat kita memilih untuk tetap berdiri tegak memegang kebenaran. Saat kita memilih jujur di tengah sistem yang korup, misalnya.
Petrus mengajarkan bahwa menderita karena perbuatan baik adalah sebuah berkat. Penderitaan juga bisa terjadi karena kehendak Allah. Sebagaimana Kristus hidup menderita demi melakukan kehendak Allah dengan sempurna, pengikut-Nya pun selalu memiliki kemungkinan turut menanggung penderitaan karena kebenaran. Dengan demikian, penderitaan demi kebenaran berkenan kepada Allah karena kita berjalan dalam kehendak-Nya. Allah menghargai itu sehingga Ia menyebut orang yang menderita karena kebenaran dengan "berbahagia" (bdk. Mat. 5:3-12).
Penderitaan dalam kebenaran menjadi kesaksian iman, sebab tetap bersukacita dan berpengharapan di tengah penderitaan membuat dunia melihat perbedaan itu. Jika Kristus telah lebih dulu menderita dan berakhir pada kemenangan, penderitaan juga membuat kita dipersatukan dengan Kristus: menderita dengan Dia, dimuliakan bersama Dia (bdk. Rm. 8:17). Penderitaan membentuk hati yang taat, sabar, dan murni. Penderitaan mengajar kita mengandalkan Tuhan. Jika demikian, bukankah lebih baik menderita karena melakukan kehendak Tuhan? --EBL/www.renunganharian.net
ALLAH MEMAKAI PENDERITAAN KITA UNTUK MEMURNIKAN IMAN, MENJADI KESAKSIAN, DAN MENYATUKAN KITA BERSAMA KRISTUS DALAM KEMULIAAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+PETRUS+3:13-22
1 PETRUS 3:13-22
13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?
14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,
16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,
22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+10-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+10-11
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 16 April 2026
Bacaan : 1 PETRUS 3:13-22
Setahun: 1 Raja-raja 10-11
Nats: Sebab, lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat. (1 Petrus 3:17)
Renungan:
LEBIH BAIK MENDERITA?
Hikmat manusia menganggap bahwa berbuat baik menghindarkan kita dari rupa-rupa penderitaan. Sebab, penderitaan adalah konsekuensi dari perbuatan jahat. Namun, faktanya penderitaan tidak selalu muncul sebagai upah kejahatan. Kesetiaan kepada Kristus kadang membawa kita pada penderitaan. Bahkan adakalanya penderitaan semakin berat saat kita memilih untuk tetap berdiri tegak memegang kebenaran. Saat kita memilih jujur di tengah sistem yang korup, misalnya.
Petrus mengajarkan bahwa menderita karena perbuatan baik adalah sebuah berkat. Penderitaan juga bisa terjadi karena kehendak Allah. Sebagaimana Kristus hidup menderita demi melakukan kehendak Allah dengan sempurna, pengikut-Nya pun selalu memiliki kemungkinan turut menanggung penderitaan karena kebenaran. Dengan demikian, penderitaan demi kebenaran berkenan kepada Allah karena kita berjalan dalam kehendak-Nya. Allah menghargai itu sehingga Ia menyebut orang yang menderita karena kebenaran dengan "berbahagia" (bdk. Mat. 5:3-12).
Penderitaan dalam kebenaran menjadi kesaksian iman, sebab tetap bersukacita dan berpengharapan di tengah penderitaan membuat dunia melihat perbedaan itu. Jika Kristus telah lebih dulu menderita dan berakhir pada kemenangan, penderitaan juga membuat kita dipersatukan dengan Kristus: menderita dengan Dia, dimuliakan bersama Dia (bdk. Rm. 8:17). Penderitaan membentuk hati yang taat, sabar, dan murni. Penderitaan mengajar kita mengandalkan Tuhan. Jika demikian, bukankah lebih baik menderita karena melakukan kehendak Tuhan? --EBL/www.renunganharian.net
ALLAH MEMAKAI PENDERITAAN KITA UNTUK MEMURNIKAN IMAN, MENJADI KESAKSIAN, DAN MENYATUKAN KITA BERSAMA KRISTUS DALAM KEMULIAAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+PETRUS+3:13-22
1 PETRUS 3:13-22
13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?
14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,
16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,
22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+10-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+10-11
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
