e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 4 Februari 2026
Bacaan : RUT 2:5-13
Setahun: Imamat 11-13
Nats: Boas menjawab dia, "Telah diceritakan orang kepadaku segala sesuatu yang kaulakukan terhadap ibu mertuamu sesudah kematian suamimu, bagaimana engkau telah meninggalkan ayah dan ibumu serta tanah kelahiranmu, lalu pergi kepada bangsa yang dulu tidak kaukenal." (Rut 2:11)
Renungan:
MENGASIHI DALAM SUNYI
Suatu hari yang cerah di ladang milik Boas, Rut memungut sisa jelai. Ini dilakukannya demi menghidupi mertuanya dan dirinya. Rut adalah perempuan asing dari Moab, janda tanpa harta, tanpa status kewargaan, dan tanpa perlindungan. Artinya, ia tak berarti. Namun, hidupnya berbicara lebih nyaring daripada identitasnya. Tanpa banyak kata, ternyata Rut menghidupi kasih dan kesetiaan secara luar biasa!
Boas bersaksi, "Telah diceritakan orang kepadaku segala sesuatu yang kaulakukan terhadap ibu mertuamu ..." (ay. 11). Ini adalah pengakuan Boas atas kasih Rut yang dilakukannya secara diam-diam, tetapi nyata. Tanpa mencari perhatian, Rut menjadi pelaku kasih sejati-kasih yang berani berkorban dan bertahan dalam kesulitan.
Di zaman media sosial sekarang ini, banyak orang berlomba agar disorot dan dihargai. Namun, kisah Rut mengingatkan bahwa kasih yang tulus tidak butuh sorotan. Tuhan melihat apa yang tersembunyi. Justru karena hal itu dilakukan dalam sunyi maka berkenan di hati-Nya.
Rut tidak tahu bahwa kasihnya kelak membawa berkat besar-ia menjadi bagian dari garis keturunan Raja Daud, bahkan Yesus Kristus (Mat. 1:1-17). Ini membuktikan bahwa kasih yang dilakukan dalam sunyi pun dipakai-Nya untuk menggerakkan rencana besar.
Mari kita belajar dari Rut, mengasihi dalam sunyi, serta percaya bahwa Tuhan tidak pernah lalai mewujudkan rencana-Nya melalui kasih yang kita hidupi sepenuh hati. --SAP/www.renunganharian.net
KASIH TANPA PAMRIH SELALU MAHAL HARGANYA; KETAKUTAN TIDAK MAMPU MEMBAYARNYA, KESOMBONGAN TIDAK MEMAHAMINYA, DAN TEMAN-TEMAN TIDAK PERNAH MELUPAKANNYA.-BOB GOFF
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?RUT+2:5-13
RUT 2:5-13
5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."
8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."
13 Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+11-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+11-13
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 4 Februari 2026
Bacaan : RUT 2:5-13
Setahun: Imamat 11-13
Nats: Boas menjawab dia, "Telah diceritakan orang kepadaku segala sesuatu yang kaulakukan terhadap ibu mertuamu sesudah kematian suamimu, bagaimana engkau telah meninggalkan ayah dan ibumu serta tanah kelahiranmu, lalu pergi kepada bangsa yang dulu tidak kaukenal." (Rut 2:11)
Renungan:
MENGASIHI DALAM SUNYI
Suatu hari yang cerah di ladang milik Boas, Rut memungut sisa jelai. Ini dilakukannya demi menghidupi mertuanya dan dirinya. Rut adalah perempuan asing dari Moab, janda tanpa harta, tanpa status kewargaan, dan tanpa perlindungan. Artinya, ia tak berarti. Namun, hidupnya berbicara lebih nyaring daripada identitasnya. Tanpa banyak kata, ternyata Rut menghidupi kasih dan kesetiaan secara luar biasa!
Boas bersaksi, "Telah diceritakan orang kepadaku segala sesuatu yang kaulakukan terhadap ibu mertuamu ..." (ay. 11). Ini adalah pengakuan Boas atas kasih Rut yang dilakukannya secara diam-diam, tetapi nyata. Tanpa mencari perhatian, Rut menjadi pelaku kasih sejati-kasih yang berani berkorban dan bertahan dalam kesulitan.
Di zaman media sosial sekarang ini, banyak orang berlomba agar disorot dan dihargai. Namun, kisah Rut mengingatkan bahwa kasih yang tulus tidak butuh sorotan. Tuhan melihat apa yang tersembunyi. Justru karena hal itu dilakukan dalam sunyi maka berkenan di hati-Nya.
Rut tidak tahu bahwa kasihnya kelak membawa berkat besar-ia menjadi bagian dari garis keturunan Raja Daud, bahkan Yesus Kristus (Mat. 1:1-17). Ini membuktikan bahwa kasih yang dilakukan dalam sunyi pun dipakai-Nya untuk menggerakkan rencana besar.
Mari kita belajar dari Rut, mengasihi dalam sunyi, serta percaya bahwa Tuhan tidak pernah lalai mewujudkan rencana-Nya melalui kasih yang kita hidupi sepenuh hati. --SAP/www.renunganharian.net
KASIH TANPA PAMRIH SELALU MAHAL HARGANYA; KETAKUTAN TIDAK MAMPU MEMBAYARNYA, KESOMBONGAN TIDAK MEMAHAMINYA, DAN TEMAN-TEMAN TIDAK PERNAH MELUPAKANNYA.-BOB GOFF
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?RUT+2:5-13
RUT 2:5-13
5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."
8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."
13 Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+11-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+11-13
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
