e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
Bacaan : PENGKHOTBAH 5:9-18
Setahun: Mazmur 106-107
Nats: Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kemalangannya sendiri. (Pengkhotbah 5:12)
Renungan:
WARISAN ABADI
Seorang pria tua bernama Pak Danu meninggal dunia di usia 82 tahun. Ia bukan orang kaya, tak punya rumah mewah atau harta melimpah. Namun, saat pemakamannya, ratusan orang hadir. Tampak para tetangga, mantan murid, rekan gereja, bahkan mereka yang pernah ia bantu secara diam-diam. Mereka datang karena ingin mengenang kasih, ketulusan, dan teladan hidupnya. Warisan Pak Danu bukanlah harta benda, tapi jejak kehidupan yang begitu berdampak di hati orang-orang yang mengenalnya.
Penulis kitab Pengkhotbah mengingatkan bahwa mengejar kekayaan tanpa arah yang benar adalah sia-sia. Ada orang bisa bekerja keras dan mengumpulkan harta, tetapi tetap gelisah dan tidak menikmati hidup. Ayat 11 menyoroti paradoks ini: orang yang bekerja keras dan hidup sederhana justru tidur nyenyak, sementara orang kaya yang serakah tidak tenang hidupnya. Mengapa? Karena hartanya justru membawa kekhawatiran, kecemasan, dan beban. Sebaliknya, orang biasa yang bekerja dengan jujur dapat tidur dengan nyenyak karena hatinya dipenuhi ketenangan.
Kebenaran firman Tuhan hari ini membuat saya bertanya, apa yang akan kita wariskan setelah kita tiada? Warisan abadi sejatinya bukanlah rekening bank, melainkan karakter, kasih, iman, dan pengaruh yang kita tinggalkan dalam hidup orang lain. Apa yang kita tabur hari ini, kepada keluarga, komunitas, dan pelayanan, akan menjadi warisan rohani yang terus hidup. Kiranya kebenaran ini mengingatkan kita untuk hidup dengan tujuan kekal, yakni mewariskan hati yang disentuh oleh kasih Kristus melalui hidup kita. --SYS/www.renunganharian.net
WARISAN TERBESAR BUKAN APA YANG KITA TINGGALKAN DI TANGAN ORANG, TAPI APA YANG KITA TANAM DI HATI SETIAP ORANG.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?PENGKHOTBAH+5:10-19
PENGKHOTBAH 5:10-19
10 (5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
11 (5-10) Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
12 (5-11) Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
13 (5-12) Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
14 (5-13) Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.
15 (5-14) Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.
16 (5-15) Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?
17 (5-16) Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.
18 (5-17) Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.
19 (5-18) Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+106-107
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+106-107
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
Bacaan : PENGKHOTBAH 5:9-18
Setahun: Mazmur 106-107
Nats: Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kemalangannya sendiri. (Pengkhotbah 5:12)
Renungan:
WARISAN ABADI
Seorang pria tua bernama Pak Danu meninggal dunia di usia 82 tahun. Ia bukan orang kaya, tak punya rumah mewah atau harta melimpah. Namun, saat pemakamannya, ratusan orang hadir. Tampak para tetangga, mantan murid, rekan gereja, bahkan mereka yang pernah ia bantu secara diam-diam. Mereka datang karena ingin mengenang kasih, ketulusan, dan teladan hidupnya. Warisan Pak Danu bukanlah harta benda, tapi jejak kehidupan yang begitu berdampak di hati orang-orang yang mengenalnya.
Penulis kitab Pengkhotbah mengingatkan bahwa mengejar kekayaan tanpa arah yang benar adalah sia-sia. Ada orang bisa bekerja keras dan mengumpulkan harta, tetapi tetap gelisah dan tidak menikmati hidup. Ayat 11 menyoroti paradoks ini: orang yang bekerja keras dan hidup sederhana justru tidur nyenyak, sementara orang kaya yang serakah tidak tenang hidupnya. Mengapa? Karena hartanya justru membawa kekhawatiran, kecemasan, dan beban. Sebaliknya, orang biasa yang bekerja dengan jujur dapat tidur dengan nyenyak karena hatinya dipenuhi ketenangan.
Kebenaran firman Tuhan hari ini membuat saya bertanya, apa yang akan kita wariskan setelah kita tiada? Warisan abadi sejatinya bukanlah rekening bank, melainkan karakter, kasih, iman, dan pengaruh yang kita tinggalkan dalam hidup orang lain. Apa yang kita tabur hari ini, kepada keluarga, komunitas, dan pelayanan, akan menjadi warisan rohani yang terus hidup. Kiranya kebenaran ini mengingatkan kita untuk hidup dengan tujuan kekal, yakni mewariskan hati yang disentuh oleh kasih Kristus melalui hidup kita. --SYS/www.renunganharian.net
WARISAN TERBESAR BUKAN APA YANG KITA TINGGALKAN DI TANGAN ORANG, TAPI APA YANG KITA TANAM DI HATI SETIAP ORANG.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?PENGKHOTBAH+5:10-19
PENGKHOTBAH 5:10-19
10 (5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
11 (5-10) Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
12 (5-11) Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
13 (5-12) Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
14 (5-13) Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.
15 (5-14) Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.
16 (5-15) Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?
17 (5-16) Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.
18 (5-17) Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.
19 (5-18) Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+106-107
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+106-107
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
