e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 15 Juni 2026
Bacaan : LUKAS 15:11-24
Setahun: Mazmur 9-16
Nats: "... Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya berlari menemui dia lalu merangkul dan mencium dia." (Lukas 15:20)
Renungan:
AYAH YANG MENUNGGU JALAN PULANG
Kadang kita baru mengerti kasih ayah setelah kita lelah, saat dalam keadaan susah, terjepit, saat kesulitan keuangan, saat keputusan kita salah, atau saat hidup tak seindah rencana.
Kisah anak yang hilang menggambarkan seorang ayah yang tetap menunggu. Ia tidak menutup pintu, tidak menghapus nama anaknya, dan tidak menghitung-hitung pengurbanannya untuk membuat sang anak menyadari kesalahan dan mau kembali. Sebelum anaknya mengatakan sesuatu dan meminta maaf, saat anak itu masih jauh, sang ayah berlari mendapatkannya, memeluk, dan menciumnya. Itulah gambaran kasih yang mendahului pertobatan: kasih yang memberi jalan pulang.
Banyak ayah di dunia ini meniru secuil hati itu: mereka mungkin tegas, tetapi diam-diam menyiapkan tempat untuk kembali. Mereka mungkin tidak selalu bisa menolong dengan sempurna, tetapi mereka berusaha hadir dengan cara yang mereka tahu. Hari Ayah mengajak kita berkata, "Terima kasih, Ayah, karena engkau tidak menyerah saat aku sulit. Terima kasih karena kesabaranmu lebih panjang daripada kesalahanku." Dan untuk ayah yang hatinya pernah terluka oleh anak-anaknya, kiranya bagian ini memberikan penguatan: kasih yang mau menunggu tidak akan sia-sia ketika kita serahkan pada Tuhan.
Bila hubunganmu dengan ayah renggang, jangan tunggu momen tertentu. Mulailah dengan langkah kecil, lalu biarkan Tuhan mengerjakan yang besar. Menghormati ayah bukan menutup luka, tetapi memilih jalan pemulihan. Buat satu langkah pulang hari ini. Jika ayahmu masih ada, temui atau telepon dan ucapkan terima kasih. Jika sudah tiada, doakan keluargamu dan wariskan kasih itu kepada generasi berikutnya. --TMN/www.renunganharian.net
AMBILLAH JALAN PULANG KARENA HATI BAPA MENUNGGU DENGAN KASIH-NYA YANG TAK TERBATAS.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+15:11-24
LUKAS 15:11-24
11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+9-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+9-16
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 15 Juni 2026
Bacaan : LUKAS 15:11-24
Setahun: Mazmur 9-16
Nats: "... Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya berlari menemui dia lalu merangkul dan mencium dia." (Lukas 15:20)
Renungan:
AYAH YANG MENUNGGU JALAN PULANG
Kadang kita baru mengerti kasih ayah setelah kita lelah, saat dalam keadaan susah, terjepit, saat kesulitan keuangan, saat keputusan kita salah, atau saat hidup tak seindah rencana.
Kisah anak yang hilang menggambarkan seorang ayah yang tetap menunggu. Ia tidak menutup pintu, tidak menghapus nama anaknya, dan tidak menghitung-hitung pengurbanannya untuk membuat sang anak menyadari kesalahan dan mau kembali. Sebelum anaknya mengatakan sesuatu dan meminta maaf, saat anak itu masih jauh, sang ayah berlari mendapatkannya, memeluk, dan menciumnya. Itulah gambaran kasih yang mendahului pertobatan: kasih yang memberi jalan pulang.
Banyak ayah di dunia ini meniru secuil hati itu: mereka mungkin tegas, tetapi diam-diam menyiapkan tempat untuk kembali. Mereka mungkin tidak selalu bisa menolong dengan sempurna, tetapi mereka berusaha hadir dengan cara yang mereka tahu. Hari Ayah mengajak kita berkata, "Terima kasih, Ayah, karena engkau tidak menyerah saat aku sulit. Terima kasih karena kesabaranmu lebih panjang daripada kesalahanku." Dan untuk ayah yang hatinya pernah terluka oleh anak-anaknya, kiranya bagian ini memberikan penguatan: kasih yang mau menunggu tidak akan sia-sia ketika kita serahkan pada Tuhan.
Bila hubunganmu dengan ayah renggang, jangan tunggu momen tertentu. Mulailah dengan langkah kecil, lalu biarkan Tuhan mengerjakan yang besar. Menghormati ayah bukan menutup luka, tetapi memilih jalan pemulihan. Buat satu langkah pulang hari ini. Jika ayahmu masih ada, temui atau telepon dan ucapkan terima kasih. Jika sudah tiada, doakan keluargamu dan wariskan kasih itu kepada generasi berikutnya. --TMN/www.renunganharian.net
AMBILLAH JALAN PULANG KARENA HATI BAPA MENUNGGU DENGAN KASIH-NYA YANG TAK TERBATAS.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+15:11-24
LUKAS 15:11-24
11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+9-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+9-16
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
