e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 5 Maret 2026
Bacaan : ROMA 11:11-24
Setahun: Ulangan 17-20
Nats: Jadi, apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan engkau sebagai tunas liar telah dicangkokkan sebagai gantinya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, .... (Roma 11:17)
Renungan:
CABANG YANG DICANGKOKKAN
Di zaman Palestina kuno, pohon zaitun merupakan simbol kehidupan yang sangat berharga. Pohon ini bisa hidup ratusan tahun. Akarnya menjalar kuat menembus tanah berbatu. Minyak yang dihasilkannya dipakai untuk makanan, penerangan, bahkan pengurapan kudus.
Paulus memakai gambaran pohon zaitun tersebut untuk menjelaskan relasi yang unik antara umat Israel dan bangsa-bangsa lain. Ada cabang yang patah, ada cabang liar yang dicangkokkan. Namun, keduanya tetap bergantung pada satu sumber: akar pohon yang penuh getah, yaitu Allah sendiri (ay. 17).
Itu mengingatkan bahwa hidup umat beriman tidak pernah berdiri sendiri. Boleh jadi kita merasa kuat, pintar, atau berhasil. Namun, sesungguhnya kita hanyalah "cabang" yang bisa hidup karena bersatu dengan akar. Karena itu, Paulus menegur jemaat Roma agar tidak sombong-sebab cabang bukan yang menanggung akar, melainkan akar yang menanggung cabang (ay. 18). Ini adalah teguran bagi siapa pun yang merasa lebih rohani, lebih layak, atau lebih penting daripada orang lain. Sesungguhnya, kita semua adalah penerima kasih karunia, yang dicangkokkan ke dalam Pohon Kehidupan (Allah).
Sering kali kita lupa bahwa segala sesuatu bersumber dari kasih setia Tuhan. Kita mudah berbangga atas prestasi, kedudukan, atau pelayanan yang berhasil. Lalu, kita menganggap orang lain kurang penting. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk belajar rendah hati. Sebab, kita dipanggil bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk hidup saling menopang. Sehingga kita semua menjadi cabang yang menghasilkan buah: kasih, sukacita, serta damai sejahtera. --SAP/www.renunganharian.net
PERSATUAN DENGAN ALLAH DI SURGA TERSEDIA PULA DALAM KEHIDUPAN INI BAGI MEREKA YANG RENDAH HATI.-THOMAS KEATING
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ROMA+11:11-24
ROMA 11:11-24
11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.
12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.
13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,
14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.
15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?
16 Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.
17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,
18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.
20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.
23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.
24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+17-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+17-20
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 5 Maret 2026
Bacaan : ROMA 11:11-24
Setahun: Ulangan 17-20
Nats: Jadi, apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan engkau sebagai tunas liar telah dicangkokkan sebagai gantinya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, .... (Roma 11:17)
Renungan:
CABANG YANG DICANGKOKKAN
Di zaman Palestina kuno, pohon zaitun merupakan simbol kehidupan yang sangat berharga. Pohon ini bisa hidup ratusan tahun. Akarnya menjalar kuat menembus tanah berbatu. Minyak yang dihasilkannya dipakai untuk makanan, penerangan, bahkan pengurapan kudus.
Paulus memakai gambaran pohon zaitun tersebut untuk menjelaskan relasi yang unik antara umat Israel dan bangsa-bangsa lain. Ada cabang yang patah, ada cabang liar yang dicangkokkan. Namun, keduanya tetap bergantung pada satu sumber: akar pohon yang penuh getah, yaitu Allah sendiri (ay. 17).
Itu mengingatkan bahwa hidup umat beriman tidak pernah berdiri sendiri. Boleh jadi kita merasa kuat, pintar, atau berhasil. Namun, sesungguhnya kita hanyalah "cabang" yang bisa hidup karena bersatu dengan akar. Karena itu, Paulus menegur jemaat Roma agar tidak sombong-sebab cabang bukan yang menanggung akar, melainkan akar yang menanggung cabang (ay. 18). Ini adalah teguran bagi siapa pun yang merasa lebih rohani, lebih layak, atau lebih penting daripada orang lain. Sesungguhnya, kita semua adalah penerima kasih karunia, yang dicangkokkan ke dalam Pohon Kehidupan (Allah).
Sering kali kita lupa bahwa segala sesuatu bersumber dari kasih setia Tuhan. Kita mudah berbangga atas prestasi, kedudukan, atau pelayanan yang berhasil. Lalu, kita menganggap orang lain kurang penting. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk belajar rendah hati. Sebab, kita dipanggil bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk hidup saling menopang. Sehingga kita semua menjadi cabang yang menghasilkan buah: kasih, sukacita, serta damai sejahtera. --SAP/www.renunganharian.net
PERSATUAN DENGAN ALLAH DI SURGA TERSEDIA PULA DALAM KEHIDUPAN INI BAGI MEREKA YANG RENDAH HATI.-THOMAS KEATING
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ROMA+11:11-24
ROMA 11:11-24
11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.
12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.
13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,
14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.
15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?
16 Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.
17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,
18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.
20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.
23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.
24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+17-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+17-20
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
