e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 20 Maret 2026
Bacaan : YESAYA 64
Setahun: Hakim-hakim 6-7
Nats: Akan tetapi, sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kami ini tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. (Yesaya 64:8)
Renungan:
MELEWATI PROSES
Seorang perajin tembikar menceritakan sulitnya proses pembuatan setiap tembikar. Tanah liat harus dipilih, dibersihkan dari batu dan kotoran, kemudian dibasahi, ditekan, diputar, dibentuk, dibakar dalam api dua kali, lalu diberi lapisan glasir. Seorang pemuda bertanya, "Mengapa bejana ini harus dibakar dua kali?" Perajin itu menjelaskan, "Kalau hanya dibakar sekali, bentuknya belum kuat. Namun, setelah dua kali dibakar, barulah ia tahan lama dan berguna. Proses inilah yang membuatnya berharga."
Dari firman Tuhan, kita membaca tentang umat Israel yang menyadari posisi mereka di hadapan Tuhan. Sebuah pengakuan bahwa mereka hanyalah tanah liat, dan Tuhan adalah Sang Penjunan (pembentuk bejana). Sebuah bentuk ketergantungan dan penyerahan penuh kepada kehendak Tuhan. Tanah liat tidak bisa membentuk dirinya sendiri. Ia harus rela dibentuk, diolah, dan melalui proses yang kadang menyakitkan. Namun, hasilnya adalah karya tangan Tuhan yang unik, bernilai, dan sesuai dengan tujuan-Nya.
Tuhan tidak membentuk karakter kita dalam sekejap, tetapi melalui waktu, tekanan, dan ujian iman. Ketika kita berserah, Tuhan memakai semua pengalaman itu untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat, dan semakin serupa dengan-Nya. Mungkin saat ini kita sedang berada dalam "tungku pembakaran" yang membuat kita merasa panas, tidak nyaman, dan ingin menyerah. Namun, Sang Penjunan berkata bahwa proses ini akan membawa hasil kekal jika kita bertahan dan tetap memercayai-Nya. --SYS/www.renunganharian.net
MENJADI BEJANA YANG SEMPURNA DIBUTUHKAN PROSES YANG HARUS KITA JALANI DENGAN KESABARAN DAN KETAATAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YESAYA+64
YESAYA 64
1 Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu
2 --seperti api membuat ranggas menyala-nyala dan seperti api membuat air mendidih--untuk membuat nama-Mu dikenal oleh lawan-lawan-Mu, sehingga bangsa-bangsa gemetar di hadapan-Mu,
3 karena Engkau melakukan kedahsyatan yang tidak kami harapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala!
4 Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.
5 Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka, sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala.
6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.
7 Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami.
8 Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.
9 Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya! Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu.
10 Kota-kota-Mu yang kudus sudah menjadi padang gurun, Sion sudah menjadi padang gurun, Yerusalem sunyi sepi.
11 Bait kami yang kudus dan agung, tempat nenek moyang kami memuji-muji Engkau, sudah menjadi umpan api, maka milik kami yang paling indah sudah menjadi reruntuhan.
12 Melihat semuanya ini, ya TUHAN, masakan Engkau menahan diri, masakan Engkau tinggal diam dan menindas kami amat sangat?
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+6-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+6-7
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 20 Maret 2026
Bacaan : YESAYA 64
Setahun: Hakim-hakim 6-7
Nats: Akan tetapi, sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kami ini tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. (Yesaya 64:8)
Renungan:
MELEWATI PROSES
Seorang perajin tembikar menceritakan sulitnya proses pembuatan setiap tembikar. Tanah liat harus dipilih, dibersihkan dari batu dan kotoran, kemudian dibasahi, ditekan, diputar, dibentuk, dibakar dalam api dua kali, lalu diberi lapisan glasir. Seorang pemuda bertanya, "Mengapa bejana ini harus dibakar dua kali?" Perajin itu menjelaskan, "Kalau hanya dibakar sekali, bentuknya belum kuat. Namun, setelah dua kali dibakar, barulah ia tahan lama dan berguna. Proses inilah yang membuatnya berharga."
Dari firman Tuhan, kita membaca tentang umat Israel yang menyadari posisi mereka di hadapan Tuhan. Sebuah pengakuan bahwa mereka hanyalah tanah liat, dan Tuhan adalah Sang Penjunan (pembentuk bejana). Sebuah bentuk ketergantungan dan penyerahan penuh kepada kehendak Tuhan. Tanah liat tidak bisa membentuk dirinya sendiri. Ia harus rela dibentuk, diolah, dan melalui proses yang kadang menyakitkan. Namun, hasilnya adalah karya tangan Tuhan yang unik, bernilai, dan sesuai dengan tujuan-Nya.
Tuhan tidak membentuk karakter kita dalam sekejap, tetapi melalui waktu, tekanan, dan ujian iman. Ketika kita berserah, Tuhan memakai semua pengalaman itu untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat, dan semakin serupa dengan-Nya. Mungkin saat ini kita sedang berada dalam "tungku pembakaran" yang membuat kita merasa panas, tidak nyaman, dan ingin menyerah. Namun, Sang Penjunan berkata bahwa proses ini akan membawa hasil kekal jika kita bertahan dan tetap memercayai-Nya. --SYS/www.renunganharian.net
MENJADI BEJANA YANG SEMPURNA DIBUTUHKAN PROSES YANG HARUS KITA JALANI DENGAN KESABARAN DAN KETAATAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YESAYA+64
YESAYA 64
1 Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu
2 --seperti api membuat ranggas menyala-nyala dan seperti api membuat air mendidih--untuk membuat nama-Mu dikenal oleh lawan-lawan-Mu, sehingga bangsa-bangsa gemetar di hadapan-Mu,
3 karena Engkau melakukan kedahsyatan yang tidak kami harapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala!
4 Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.
5 Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka, sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala.
6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.
7 Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami.
8 Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.
9 Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya! Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu.
10 Kota-kota-Mu yang kudus sudah menjadi padang gurun, Sion sudah menjadi padang gurun, Yerusalem sunyi sepi.
11 Bait kami yang kudus dan agung, tempat nenek moyang kami memuji-muji Engkau, sudah menjadi umpan api, maka milik kami yang paling indah sudah menjadi reruntuhan.
12 Melihat semuanya ini, ya TUHAN, masakan Engkau menahan diri, masakan Engkau tinggal diam dan menindas kami amat sangat?
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+6-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+6-7
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
