e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 3 November 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 17:7-24
Judul: Iman Dilatih Melalui Pengosongan
Apa yang terjadi ketika sumber pencaharian tertutup, atau kematian menjemput orang terkasih? Pikiran manusia akan terguncang sebab penjelasan tidak selalu tersedia dan logika tidak berdaya. Padahal, saat itulah iman sedang dilatih.
Mengeringnya Wadi Kerit mengancam kehidupan Elia (7). Namun, TUHAN tidak memberi penjelasan, melainkan perintah baru kepadanya: Pergilah ke Sarfat. Meski di setiap kota ada orang-orang yang cukup kaya, TUHAN justru memilih seorang janda miskin untuk memberinya makan (8-9). Rasanya tidak logis. Namun, hal itu dimaksudkan untuk membawa iman Elia ke level yang baru.
Janda di Sarfat mengalami pelatihan iman yang serupa. Ia, yang telah lama mengalami pengosongan akibat kekeringan, dilatih untuk mengimani perkataan nabi TUHAN (10-14). Maka, tepung dan minyaknya tak pernah habis. Hidupnya terpelihara selama musim kelaparan. Ia kembali dikosongkan dan imannya dilatih ketika anaknya jatuh sakit dan mati. Elia berdoa dan TUHAN menghidupkan kembali anak itu (20-23). Janda itu beriman sepenuhnya kepada TUHAN.
Iman yang lahir dari kekosongan selalu lebih kokoh daripada iman yang dibangun di atas kecukupan dan kenyamanan. Allah membentuk iman tidak hanya lewat pemenuhan kebutuhan. Ia terlebih lagi melatihnya melalui guncangan karena kehilangan. Melalui momen pengosongan itu, iman dimurnikan dan pengenalan akan Allah diperdalam.
Firman hari ini memberi amanat supaya kita tidak lagi menganggap pengosongan sebagai hambatan, melainkan kesempatan untuk menebalkan iman kita kepada Tuhan yang harus kita respons dengan tindakan ketaatan. Belajarlah memakai kesempatan itu untuk menjadi saluran pemeliharaan Tuhan.
Kita mengaku, iman kadang goyah ketika sumber jasmani mengering atau orang terkasih meninggalkan kita. Namun, mulai sekarang kita akan berdoa agar Tuhan meneguhkan kita untuk tetap memercayai firman-Nya, bahwa dalam kuasa-Nya Ia membawa kita ke dalam kelimpahan dan kehidupan. [PHM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/11/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+17:7-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+17:7-24
1 Raja-raja 17:7-24
7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
9 "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
17 Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
18 Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"
19 Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.
20 Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?"
21 Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya."
22 TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
23 Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "Ini anakmu, ia sudah hidup!"
24 Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: "Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 3 November 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 17:7-24
Judul: Iman Dilatih Melalui Pengosongan
Apa yang terjadi ketika sumber pencaharian tertutup, atau kematian menjemput orang terkasih? Pikiran manusia akan terguncang sebab penjelasan tidak selalu tersedia dan logika tidak berdaya. Padahal, saat itulah iman sedang dilatih.
Mengeringnya Wadi Kerit mengancam kehidupan Elia (7). Namun, TUHAN tidak memberi penjelasan, melainkan perintah baru kepadanya: Pergilah ke Sarfat. Meski di setiap kota ada orang-orang yang cukup kaya, TUHAN justru memilih seorang janda miskin untuk memberinya makan (8-9). Rasanya tidak logis. Namun, hal itu dimaksudkan untuk membawa iman Elia ke level yang baru.
Janda di Sarfat mengalami pelatihan iman yang serupa. Ia, yang telah lama mengalami pengosongan akibat kekeringan, dilatih untuk mengimani perkataan nabi TUHAN (10-14). Maka, tepung dan minyaknya tak pernah habis. Hidupnya terpelihara selama musim kelaparan. Ia kembali dikosongkan dan imannya dilatih ketika anaknya jatuh sakit dan mati. Elia berdoa dan TUHAN menghidupkan kembali anak itu (20-23). Janda itu beriman sepenuhnya kepada TUHAN.
Iman yang lahir dari kekosongan selalu lebih kokoh daripada iman yang dibangun di atas kecukupan dan kenyamanan. Allah membentuk iman tidak hanya lewat pemenuhan kebutuhan. Ia terlebih lagi melatihnya melalui guncangan karena kehilangan. Melalui momen pengosongan itu, iman dimurnikan dan pengenalan akan Allah diperdalam.
Firman hari ini memberi amanat supaya kita tidak lagi menganggap pengosongan sebagai hambatan, melainkan kesempatan untuk menebalkan iman kita kepada Tuhan yang harus kita respons dengan tindakan ketaatan. Belajarlah memakai kesempatan itu untuk menjadi saluran pemeliharaan Tuhan.
Kita mengaku, iman kadang goyah ketika sumber jasmani mengering atau orang terkasih meninggalkan kita. Namun, mulai sekarang kita akan berdoa agar Tuhan meneguhkan kita untuk tetap memercayai firman-Nya, bahwa dalam kuasa-Nya Ia membawa kita ke dalam kelimpahan dan kehidupan. [PHM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/11/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+17:7-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+17:7-24
1 Raja-raja 17:7-24
7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
9 "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
17 Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
18 Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"
19 Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.
20 Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?"
21 Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya."
22 TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
23 Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "Ini anakmu, ia sudah hidup!"
24 Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: "Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
