e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 10 Oktober 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 3:16-28
Judul: Jangan Curi Kemuliaan Allah!
Saat kita meminta hikmat dari Allah, sering kali kita diperhadapkan pada situasi yang menguji dan melatih diri kita. Tujuannya adalah agar kebijaksanaan yang kita miliki sesuai dengan standar Allah.
Seperti itulah yang dialami Salomo saat ia diperhadapkan pada permasalahan antara dua orang pelacur yang memperebutkan seorang bayi (16). Meski mereka adalah perempuan yang statusnya rendah, Salomo mendengarkan mereka. Ia tidak menyela sedikit pun saat mereka menyampaikan keluh kesah mereka hingga mereka bertengkar di hadapannya (17-23).
Setelah mendengarkan aduan mereka, Salomo memerintahkan agar bayi itu dibelah menjadi dua (23-25). Tentu, ini bukan keputusan akhir Salomo. Ini adalah strateginya untuk menemukan kebenaran. Melalui respons instan kedua wanita itu, Salomo mengetahui siapa ibu yang sebenarnya dari bayi itu dan mengambil keputusan akhir yang paling adil (26-27).
Berdasarkan keputusan itulah, ia menjadi raja yang disegani oleh bangsa Israel.
Melalui peristiwa tersebut, mereka yakin bahwa Salomo memiliki hikmat yang berasal dari Allah (28).
Hal ini menunjukkan bahwa yang menjadikan Salomo raja yang adil bukanlah kehebatannya, melainkan Allah yang ada padanya.
Dalam kehidupan zaman sekarang kita diperhadapkan pada berbagai peristiwa yang menguji kebijaksanaan kita. Allah mengingatkan kita bahwa semua kemampuan yang kita miliki maupun keberhasilan yang kita dapatkan dalam pekerjaan kita berasal dari-Nya. Semua itu Ia berikan kepada kita untuk melakukan pekerjaan-Nya dan memuliakan-Nya.
Keberhasilan kita bukanlah pada saat nama kita diagung-agungkan oleh sesama. Keberhasilan kita adalah pada saat nama Allah dikenal dan diakui melalui semua yang kita lakukan, termasuk dalam setiap keputusan dan kebijakan yang kita buat.
Bersyukurlah kepada Allah untuk hikmat yang Ia berikan kepada kita. Jangan curi kemuliaan Allah! Segala sesuatu berasal dari Allah dan untuk kemuliaan-Nya. [MAR]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/10/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+3:16-28
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+3:16-28
1 Raja-raja 3:16-28
16 Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.
17 Kata perempuan yang satu: "Ya tuanku! aku dan perempuan ini diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu.
18 Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan inipun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah.
19 Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya.
20 Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku.
21 Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan."
22 Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja.
23 Lalu berkatalah raja: "Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup."
24 Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja.
25 Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."
26 Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"
27 Tetapi raja menjawab, katanya: "Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya."
28 Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 10 Oktober 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 3:16-28
Judul: Jangan Curi Kemuliaan Allah!
Saat kita meminta hikmat dari Allah, sering kali kita diperhadapkan pada situasi yang menguji dan melatih diri kita. Tujuannya adalah agar kebijaksanaan yang kita miliki sesuai dengan standar Allah.
Seperti itulah yang dialami Salomo saat ia diperhadapkan pada permasalahan antara dua orang pelacur yang memperebutkan seorang bayi (16). Meski mereka adalah perempuan yang statusnya rendah, Salomo mendengarkan mereka. Ia tidak menyela sedikit pun saat mereka menyampaikan keluh kesah mereka hingga mereka bertengkar di hadapannya (17-23).
Setelah mendengarkan aduan mereka, Salomo memerintahkan agar bayi itu dibelah menjadi dua (23-25). Tentu, ini bukan keputusan akhir Salomo. Ini adalah strateginya untuk menemukan kebenaran. Melalui respons instan kedua wanita itu, Salomo mengetahui siapa ibu yang sebenarnya dari bayi itu dan mengambil keputusan akhir yang paling adil (26-27).
Berdasarkan keputusan itulah, ia menjadi raja yang disegani oleh bangsa Israel.
Melalui peristiwa tersebut, mereka yakin bahwa Salomo memiliki hikmat yang berasal dari Allah (28).
Hal ini menunjukkan bahwa yang menjadikan Salomo raja yang adil bukanlah kehebatannya, melainkan Allah yang ada padanya.
Dalam kehidupan zaman sekarang kita diperhadapkan pada berbagai peristiwa yang menguji kebijaksanaan kita. Allah mengingatkan kita bahwa semua kemampuan yang kita miliki maupun keberhasilan yang kita dapatkan dalam pekerjaan kita berasal dari-Nya. Semua itu Ia berikan kepada kita untuk melakukan pekerjaan-Nya dan memuliakan-Nya.
Keberhasilan kita bukanlah pada saat nama kita diagung-agungkan oleh sesama. Keberhasilan kita adalah pada saat nama Allah dikenal dan diakui melalui semua yang kita lakukan, termasuk dalam setiap keputusan dan kebijakan yang kita buat.
Bersyukurlah kepada Allah untuk hikmat yang Ia berikan kepada kita. Jangan curi kemuliaan Allah! Segala sesuatu berasal dari Allah dan untuk kemuliaan-Nya. [MAR]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/10/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+3:16-28
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+3:16-28
1 Raja-raja 3:16-28
16 Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.
17 Kata perempuan yang satu: "Ya tuanku! aku dan perempuan ini diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu.
18 Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan inipun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah.
19 Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya.
20 Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku.
21 Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan."
22 Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja.
23 Lalu berkatalah raja: "Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup."
24 Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja.
25 Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."
26 Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"
27 Tetapi raja menjawab, katanya: "Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya."
28 Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
