e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026
Bacaan : NAHUM 1
Setahun: Markus 12-13
Nats: Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa-Nya, tetapi sekali-kali Ia tidak membebaskan orang bersalah dari hukuman. Tuhan berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya. (Nahum 1:3)
Renungan:
TAK SELAMANYA DIAM
Banyak orang mengira jika diamnya Tuhan berarti Ia tidak bertindak. Ketika kejahatan tampak dibiarkan, ketika ketidakadilan terus terjadi, acapkali muncul pertanyaan, "Apakah Tuhan peduli?" Kita pun kadang memikirkan pertanyaan yang sama. Pada zaman Nabi Nahum, misalnya, bangsa Asyur, khususnya Niniwe, hidup dalam kekerasan dan kesombongan. Mereka menindas bangsa lain, termasuk umat Tuhan. Namun, mengapa Tuhan seolah membiarkan keadaan itu?
Nahum membawa pesan bahwa Tuhan itu panjang sabar, tetapi tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah. Ada dua sisi karakter Tuhan yang Nahum coba tunjukkan, yaitu kesabaran dan keadilan. Tuhan bukanlah pribadi yang mudah murka, Ia memberi waktu. Ia menunggu. Ia membuka kesempatan untuk bertobat. Jadi, kesabaran Tuhan bukan berarti Ia diam dan menutup mata.
Sejujurnya, kita kerap salah memahami kesabaran Tuhan. Lalu kita merasa aman sekalipun hidup dalam dosa karena merasa Tuhan tidak akan bertindak. Di sisi lain, saat kita menjadi korban ketidakadilan, kita mudah kehilangan harapan karena Tuhan tampak diam. Namun, Nahum mengingatkan bahwa sejatinya Tuhan tidak pernah abai. Ia melihat, Ia menilai. Dan pada waktunya, Ia bertindak dengan adil.
Kita pun akhirnya belajar memahami bahwa bagi orang yang hidup dalam kebenaran, ini adalah penghiburan. Kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan. Tuhan sendiri adalah hakim yang adil. Namun, bagi kita, ini juga menjadi peringatan: jangan bermain-main dengan dosa hanya karena menganggap Tuhan masih diam. --SYS/www.renunganharian.net
KESABARAN TUHAN ADALAH KESEMPATAN UNTUK BERUBAH DAN BERTOBAT, BUKAN ALASAN UNTUK MENUNDA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?NAHUM+1
NAHUM 1
1 Ucapan ilahi tentang Niniwe. Kitab penglihatan Nahum, orang Elkosh.
2 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.
3 TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.
4 Ia menghardik laut dan mengeringkannya, dan segala sungai dijadikan-Nya kering. Basan dan Karmel menjadi merana dan kembang Libanon menjadi layu.
5 Gunung-gunung gemetar terhadap Dia, dan bukit-bukit mencair. Bumi menjadi sunyi sepi di hadapan-Nya, dunia serta seluruh penduduknya.
6 Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murka-Nya yang bernyala-nyala? Kehangatan amarah-Nya tercurah seperti api, dan gunung-gunung batu menjadi roboh di hadapan-Nya.
7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya
8 dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap.
9 Apakah maksudmu menentang TUHAN? Ia akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali!
10 Sebab merekapun akan lenyap seperti duri yang berjalin-jalin, dimakan habis seperti jerami kering.
11 Bukankah dari padamu muncul orang yang merancang kejahatan terhadap TUHAN, orang yang memberi nasihat dursila?
12 Beginilah firman TUHAN: "Sekalipun mereka utuh dan begitu banyak jumlahnya, tetapi mereka akan hilang terbabat dan mati binasa; sekalipun Aku telah merendahkan engkau, tetapi Aku tidak akan merendahkan engkau lagi.
13 Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat engkau."
14 Terhadap engkau, inilah perintah TUHAN: "Tidak akan ada lagi keturunan dengan namamu. Dari rumah allahmu Aku akan melenyapkan patung pahatan dan patung tuangan; kuburmu akan Kusediakan, sebab engkau hina."
15 Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Markus+12-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+12-13
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026
Bacaan : NAHUM 1
Setahun: Markus 12-13
Nats: Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa-Nya, tetapi sekali-kali Ia tidak membebaskan orang bersalah dari hukuman. Tuhan berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya. (Nahum 1:3)
Renungan:
TAK SELAMANYA DIAM
Banyak orang mengira jika diamnya Tuhan berarti Ia tidak bertindak. Ketika kejahatan tampak dibiarkan, ketika ketidakadilan terus terjadi, acapkali muncul pertanyaan, "Apakah Tuhan peduli?" Kita pun kadang memikirkan pertanyaan yang sama. Pada zaman Nabi Nahum, misalnya, bangsa Asyur, khususnya Niniwe, hidup dalam kekerasan dan kesombongan. Mereka menindas bangsa lain, termasuk umat Tuhan. Namun, mengapa Tuhan seolah membiarkan keadaan itu?
Nahum membawa pesan bahwa Tuhan itu panjang sabar, tetapi tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah. Ada dua sisi karakter Tuhan yang Nahum coba tunjukkan, yaitu kesabaran dan keadilan. Tuhan bukanlah pribadi yang mudah murka, Ia memberi waktu. Ia menunggu. Ia membuka kesempatan untuk bertobat. Jadi, kesabaran Tuhan bukan berarti Ia diam dan menutup mata.
Sejujurnya, kita kerap salah memahami kesabaran Tuhan. Lalu kita merasa aman sekalipun hidup dalam dosa karena merasa Tuhan tidak akan bertindak. Di sisi lain, saat kita menjadi korban ketidakadilan, kita mudah kehilangan harapan karena Tuhan tampak diam. Namun, Nahum mengingatkan bahwa sejatinya Tuhan tidak pernah abai. Ia melihat, Ia menilai. Dan pada waktunya, Ia bertindak dengan adil.
Kita pun akhirnya belajar memahami bahwa bagi orang yang hidup dalam kebenaran, ini adalah penghiburan. Kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan. Tuhan sendiri adalah hakim yang adil. Namun, bagi kita, ini juga menjadi peringatan: jangan bermain-main dengan dosa hanya karena menganggap Tuhan masih diam. --SYS/www.renunganharian.net
KESABARAN TUHAN ADALAH KESEMPATAN UNTUK BERUBAH DAN BERTOBAT, BUKAN ALASAN UNTUK MENUNDA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?NAHUM+1
NAHUM 1
1 Ucapan ilahi tentang Niniwe. Kitab penglihatan Nahum, orang Elkosh.
2 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.
3 TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.
4 Ia menghardik laut dan mengeringkannya, dan segala sungai dijadikan-Nya kering. Basan dan Karmel menjadi merana dan kembang Libanon menjadi layu.
5 Gunung-gunung gemetar terhadap Dia, dan bukit-bukit mencair. Bumi menjadi sunyi sepi di hadapan-Nya, dunia serta seluruh penduduknya.
6 Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murka-Nya yang bernyala-nyala? Kehangatan amarah-Nya tercurah seperti api, dan gunung-gunung batu menjadi roboh di hadapan-Nya.
7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya
8 dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap.
9 Apakah maksudmu menentang TUHAN? Ia akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali!
10 Sebab merekapun akan lenyap seperti duri yang berjalin-jalin, dimakan habis seperti jerami kering.
11 Bukankah dari padamu muncul orang yang merancang kejahatan terhadap TUHAN, orang yang memberi nasihat dursila?
12 Beginilah firman TUHAN: "Sekalipun mereka utuh dan begitu banyak jumlahnya, tetapi mereka akan hilang terbabat dan mati binasa; sekalipun Aku telah merendahkan engkau, tetapi Aku tidak akan merendahkan engkau lagi.
13 Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat engkau."
14 Terhadap engkau, inilah perintah TUHAN: "Tidak akan ada lagi keturunan dengan namamu. Dari rumah allahmu Aku akan melenyapkan patung pahatan dan patung tuangan; kuburmu akan Kusediakan, sebab engkau hina."
15 Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Markus+12-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+12-13
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
