e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Oktober 2026
Bacaan : PENGKHOTBAH 9
Setahun: Markus 4-5
Nats: Lagi pula aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan pertempuran bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan penghargaan bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. (Pengkhotbah 9:11)
Renungan:
KITA BERUSAHA, TUHAN MENENTUKAN
Secara umum, orang biasanya berpikir bahwa potensi untuk berhasil, menang, atau juara dalam perlombaan didominasi oleh mereka yang paling pintar, paling cepat, dan paling kuat. Tak heran jika lantas banyak orang mengejar kemampuan, memperkuat fisiknya, hingga mengatur strategi dengan sebaik mungkin agar menjadi yang terbaik. Namun, hari ini melalui Pengkhotbah kita akan melihat perspektif lain, yang mengingatkan bahwa kemampuan dan segala daya upaya manusia bukanlah penentu mutlak hasil akhir.
Nas renungan hari ini membantu kita agar memiliki pandangan yang seimbang dalam menilai keberhasilan. Kemenangan tak selalu diperoleh mereka yang cepat dan kuat. Roti dan kekayaan tak hanya bagi mereka yang berhikmat. Karunia tidak diberikan hanya kepada mereka yang cerdik. Ternyata masih ada faktor penentu keberhasilan lainnya: waktu dan nasib. Waktu berkaitan dengan kesempatan, sedangkan nasib berkaitan dengan segala sesuatu di luar kendali kita. Tuhan bisa memakai keduanya supaya kita menang, berhasil, atau berkecukupan dalam hidup ini.
Tulisan Pengkhotbah tadi tidak mengajarkan kita untuk hidup malas atau pasrah pada nasib. Kita tetap perlu merencanakan segala sesuatu, bekerja dengan sungguh-sungguh, setia, dan berpengetahuan. Namun, hendaknya kita tidak mengandalkan kemampuan atau kekuatan sendiri. Percayakan seluruh hidup kita kepada Allah. Jika Allah sudah bertindak dan berkehendak, tak ada yang dapat menghalangi keberhasilan dan berkat yang memang Allah tentukan untuk kita terima. Percayalah! --GHJ/www.renunganharian.net
USAHA ADALAH BAGIAN KITA, TETAPI HASIL AKHIR TETAP ADA DI TANGAN TUHAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?PENGKHOTBAH+9
PENGKHOTBAH 9
1 Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
2 Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
3 Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.
4 Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
5 Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
6 Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
7 Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
8 Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
9 Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
10 Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
12 Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.
13 Hal ini juga kupandang sebagai hikmat di bawah matahari dan nampaknya besar bagiku;
14 ada sebuah kota yang kecil, penduduknya tidak seberapa; seorang raja yang agung menyerang, mengepungnya dan mendirikan tembok-tembok pengepungan yang besar terhadapnya;
15 di situ terdapat seorang miskin yang berhikmat, dengan hikmatnya ia menyelamatkan kota itu, tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu.
16 Kataku: "Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang."
17 Perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang, lebih baik dari pada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh.
18 Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Markus+4-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+4-5
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Oktober 2026
Bacaan : PENGKHOTBAH 9
Setahun: Markus 4-5
Nats: Lagi pula aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan pertempuran bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan penghargaan bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. (Pengkhotbah 9:11)
Renungan:
KITA BERUSAHA, TUHAN MENENTUKAN
Secara umum, orang biasanya berpikir bahwa potensi untuk berhasil, menang, atau juara dalam perlombaan didominasi oleh mereka yang paling pintar, paling cepat, dan paling kuat. Tak heran jika lantas banyak orang mengejar kemampuan, memperkuat fisiknya, hingga mengatur strategi dengan sebaik mungkin agar menjadi yang terbaik. Namun, hari ini melalui Pengkhotbah kita akan melihat perspektif lain, yang mengingatkan bahwa kemampuan dan segala daya upaya manusia bukanlah penentu mutlak hasil akhir.
Nas renungan hari ini membantu kita agar memiliki pandangan yang seimbang dalam menilai keberhasilan. Kemenangan tak selalu diperoleh mereka yang cepat dan kuat. Roti dan kekayaan tak hanya bagi mereka yang berhikmat. Karunia tidak diberikan hanya kepada mereka yang cerdik. Ternyata masih ada faktor penentu keberhasilan lainnya: waktu dan nasib. Waktu berkaitan dengan kesempatan, sedangkan nasib berkaitan dengan segala sesuatu di luar kendali kita. Tuhan bisa memakai keduanya supaya kita menang, berhasil, atau berkecukupan dalam hidup ini.
Tulisan Pengkhotbah tadi tidak mengajarkan kita untuk hidup malas atau pasrah pada nasib. Kita tetap perlu merencanakan segala sesuatu, bekerja dengan sungguh-sungguh, setia, dan berpengetahuan. Namun, hendaknya kita tidak mengandalkan kemampuan atau kekuatan sendiri. Percayakan seluruh hidup kita kepada Allah. Jika Allah sudah bertindak dan berkehendak, tak ada yang dapat menghalangi keberhasilan dan berkat yang memang Allah tentukan untuk kita terima. Percayalah! --GHJ/www.renunganharian.net
USAHA ADALAH BAGIAN KITA, TETAPI HASIL AKHIR TETAP ADA DI TANGAN TUHAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?PENGKHOTBAH+9
PENGKHOTBAH 9
1 Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
2 Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
3 Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.
4 Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
5 Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
6 Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
7 Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
8 Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
9 Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
10 Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
12 Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.
13 Hal ini juga kupandang sebagai hikmat di bawah matahari dan nampaknya besar bagiku;
14 ada sebuah kota yang kecil, penduduknya tidak seberapa; seorang raja yang agung menyerang, mengepungnya dan mendirikan tembok-tembok pengepungan yang besar terhadapnya;
15 di situ terdapat seorang miskin yang berhikmat, dengan hikmatnya ia menyelamatkan kota itu, tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu.
16 Kataku: "Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang."
17 Perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang, lebih baik dari pada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh.
18 Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Markus+4-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+4-5
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
