e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 22 September 2026
Ayat SH: Galatia 1:11-24
Judul: Malu Bukan Tabu
Dalam rubrik "Malu Bukan Tabu" pada majalah sekolah yang saya menjadi editornya dahulu, siswa-siswi bisa secara anonim berbagi pengalaman mereka yang memalukan. Kami tersenyum, tertawa, hingga tercengang karenanya.
Dalam bagian ini, Paulus melanjutkan membela kerasulannya dan asal-usul Injil yang ia beritakan kepada jemaat. Mereka sedang digoyahkan oleh para pengajar aliran legalistik yang mempertanyakan otoritas dan pesan Paulus. Maka, ia menanggapinya dengan menyatakan secara tegas bahwa Injil yang ia beritakan bukan hasil ciptaan manusia. Ia menerima Injil melalui penyataan dari Kristus (11-12).
Ia kemudian menceritakan masa lalunya sebagai penganut agama Yudaisme yang sangat taat, dan hal itu membuatnya memiliki sikap untuk menganiaya jemaat (13-14). Namun, Allah yang memilih dan memanggilnya dengan anugerah-Nya, menyatakan Kristus kepadanya agar ia memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain (15-16). Ia menegaskan bahwa setelah pertobatannya, ia tidak langsung berkonsultasi dengan siapa pun di Yerusalem (17).
Ia mengatakan dengan jujur bahwa pergaulannya dengan para rasul sangat terbatas (18-20), dan jemaat-jemaat hanya tahu satu hal: "ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman yang pernah hendak dibinasakannya" (23).
Injil Kristus bukan ciptaan manusia, melainkan wahyu ilahi. Hidup Paulus yang diubah secara radikal adalah bukti bahwa kasih karunia Allah dapat mengubah siapa saja, termasuk Paulus yang memiliki masa lalu yang bisa dikatakan memalukan sekalipun. Ini pun berlaku untuk kita, pengikut Kristus. Andai kita memiliki masa lalu yang tidak ideal, itu pun tidak mendiskualifikasi kita untuk dipakai Tuhan.
Apakah Anda merasa kisah hidup Anda seperti tabu atau terlalu rusak bagi Tuhan? Kehidupan Paulus membuktikan bahwa Allah sanggup menebus, memulihkan, dan mengubahkan kita bagi kemuliaan-Nya. Karena itu, bagikanlah kesaksian pribadi Anda sebagai bukti betapa besarnya anugerah Allah bagi yang mau mengikut-Nya. [IBS]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/09/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Galatia+1:11-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+1:11-24
Galatia 1:11-24
11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 22 September 2026
Ayat SH: Galatia 1:11-24
Judul: Malu Bukan Tabu
Dalam rubrik "Malu Bukan Tabu" pada majalah sekolah yang saya menjadi editornya dahulu, siswa-siswi bisa secara anonim berbagi pengalaman mereka yang memalukan. Kami tersenyum, tertawa, hingga tercengang karenanya.
Dalam bagian ini, Paulus melanjutkan membela kerasulannya dan asal-usul Injil yang ia beritakan kepada jemaat. Mereka sedang digoyahkan oleh para pengajar aliran legalistik yang mempertanyakan otoritas dan pesan Paulus. Maka, ia menanggapinya dengan menyatakan secara tegas bahwa Injil yang ia beritakan bukan hasil ciptaan manusia. Ia menerima Injil melalui penyataan dari Kristus (11-12).
Ia kemudian menceritakan masa lalunya sebagai penganut agama Yudaisme yang sangat taat, dan hal itu membuatnya memiliki sikap untuk menganiaya jemaat (13-14). Namun, Allah yang memilih dan memanggilnya dengan anugerah-Nya, menyatakan Kristus kepadanya agar ia memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain (15-16). Ia menegaskan bahwa setelah pertobatannya, ia tidak langsung berkonsultasi dengan siapa pun di Yerusalem (17).
Ia mengatakan dengan jujur bahwa pergaulannya dengan para rasul sangat terbatas (18-20), dan jemaat-jemaat hanya tahu satu hal: "ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman yang pernah hendak dibinasakannya" (23).
Injil Kristus bukan ciptaan manusia, melainkan wahyu ilahi. Hidup Paulus yang diubah secara radikal adalah bukti bahwa kasih karunia Allah dapat mengubah siapa saja, termasuk Paulus yang memiliki masa lalu yang bisa dikatakan memalukan sekalipun. Ini pun berlaku untuk kita, pengikut Kristus. Andai kita memiliki masa lalu yang tidak ideal, itu pun tidak mendiskualifikasi kita untuk dipakai Tuhan.
Apakah Anda merasa kisah hidup Anda seperti tabu atau terlalu rusak bagi Tuhan? Kehidupan Paulus membuktikan bahwa Allah sanggup menebus, memulihkan, dan mengubahkan kita bagi kemuliaan-Nya. Karena itu, bagikanlah kesaksian pribadi Anda sebagai bukti betapa besarnya anugerah Allah bagi yang mau mengikut-Nya. [IBS]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/09/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Galatia+1:11-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+1:11-24
Galatia 1:11-24
11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
