e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 19 September 2026
Bacaan : LUKAS 16:1-9
Setahun: Hosea 1-7
Nats: "Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab, anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang." (Lukas 16:8)
Renungan:
JANGAN KALAH CERDIK
Membaca pengajaran Tuhan Yesus mengenai bendahara yang tidak jujur, sempat muncul pertanyaan, "Apakah Yesus memuji ketidakjujuran bendahara itu?" Namun, setelah saya cermati ternyata bukanlah ketidakjujuran yang menjadi dasar pujian dari tuan atas bendahara itu, melainkan kecerdikannya dalam merespons situasi yang terlihat tidak menguntungkan bagi dirinya. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh bendahara itu?
Kisah ini bermula dari laporan yang diterima oleh tuan dari bendahara itu mengenai penghamburan harta miliknya (ay. 1-2), yang berujung pada pemecatan. Bendahara itu lantas berpikir bagaimana supaya hidupnya tetap aman setelah ia tidak lagi bekerja. Akhirnya, dengan cerdik bendahara itu mengurangi utang dari orang-orang yang berutang kepada tuannya, dengan harapan bahwa mereka akan membalas budi (ay. 4-7). Inilah bentuk kecerdikan yang dipuji karena ia dapat mengantisipasi situasi sulit yang segera datang. Yesus lantas menambahkan sedikit kesimpulan, "Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
Terkesan ada sindiran dari catatan yang Yesus sampaikan, tetapi hal itu benar adanya. Terkadang umat Tuhan memilih pasrah atau memakai alasan-alasan yang rohani, bukannya mengantisipasi dan bertindak cerdik ketika masalah keuangan di depan mata. Apalagi sebagai umat Tuhan, ada hikmat yang siap diberikan supaya dapat merespons situasi sulit dengan tepat-tentu saja dengan tetap menjaga prinsip hidup sesuai firman Tuhan agar jangan sampai menjadi batu sandungan. --GHJ/www.renunganharian.net
HIDUP CERDIK BUKANLAH KOMPROMI TERHADAP KETIDAKBENARAN, TETAPI MENYIASATI DENGAN HIKMAT ALLAH.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+16:1-9
LUKAS 16:1-9
1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hosea+1-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hosea+1-7
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 19 September 2026
Bacaan : LUKAS 16:1-9
Setahun: Hosea 1-7
Nats: "Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab, anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang." (Lukas 16:8)
Renungan:
JANGAN KALAH CERDIK
Membaca pengajaran Tuhan Yesus mengenai bendahara yang tidak jujur, sempat muncul pertanyaan, "Apakah Yesus memuji ketidakjujuran bendahara itu?" Namun, setelah saya cermati ternyata bukanlah ketidakjujuran yang menjadi dasar pujian dari tuan atas bendahara itu, melainkan kecerdikannya dalam merespons situasi yang terlihat tidak menguntungkan bagi dirinya. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh bendahara itu?
Kisah ini bermula dari laporan yang diterima oleh tuan dari bendahara itu mengenai penghamburan harta miliknya (ay. 1-2), yang berujung pada pemecatan. Bendahara itu lantas berpikir bagaimana supaya hidupnya tetap aman setelah ia tidak lagi bekerja. Akhirnya, dengan cerdik bendahara itu mengurangi utang dari orang-orang yang berutang kepada tuannya, dengan harapan bahwa mereka akan membalas budi (ay. 4-7). Inilah bentuk kecerdikan yang dipuji karena ia dapat mengantisipasi situasi sulit yang segera datang. Yesus lantas menambahkan sedikit kesimpulan, "Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
Terkesan ada sindiran dari catatan yang Yesus sampaikan, tetapi hal itu benar adanya. Terkadang umat Tuhan memilih pasrah atau memakai alasan-alasan yang rohani, bukannya mengantisipasi dan bertindak cerdik ketika masalah keuangan di depan mata. Apalagi sebagai umat Tuhan, ada hikmat yang siap diberikan supaya dapat merespons situasi sulit dengan tepat-tentu saja dengan tetap menjaga prinsip hidup sesuai firman Tuhan agar jangan sampai menjadi batu sandungan. --GHJ/www.renunganharian.net
HIDUP CERDIK BUKANLAH KOMPROMI TERHADAP KETIDAKBENARAN, TETAPI MENYIASATI DENGAN HIKMAT ALLAH.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+16:1-9
LUKAS 16:1-9
1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hosea+1-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hosea+1-7
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
