[PA21] Edisi 128 -- Agustus 2026 | Holyland Prophetic Miracle Journey Holyland Prophetic Miracle Journey: [PA21] Edisi 128 -- Agustus 2026

[PA21] Edisi 128 -- Agustus 2026

PA21

PA dan Alkitab Abad ke-21

EDISI 128 | AGUSTUS 2026

Tema PA21 Edisi 128

Shalom, Sahabat PA21!

Dalam PA21 Edisi 128, Fokus PA21 mengajak kita menggali Matius 28:19 melalui tema Mengasihi Bangsa-Bangsa. Kita diingatkan untuk mengambil bagian dalam Amanat Agung agar semakin banyak orang mengenal dan mengikuti Kristus.

 

Sementara itu, Media PA21 menghadirkan Bedah Kitab Daniel tentang Allah yang tetap berdaulat di tengah perubahan zaman. Kiranya edisi ini menolong kita hidup setia dan teguh dalam panggilan-Nya.

 

Salam,

Redaksi PA21

Fokus PA21

Mengasihi Bangsa-Bangsa:
Menggali Matius 28:19 dengan Metode S.A.B.D.A.

Matius 28:19 merupakan bagian dari Amanat Agung yang Yesus berikan setelah kebangkitan-Nya. Ayat ini memperlihatkan luasnya hati dan misi Allah melalui perintah, "muridkanlah semua bangsa". Dengan metode S.A.B.D.A. -- Simak, Analisa, Belajar, Doa/Diskusi, dan Aplikasi -- kita dapat melihat bahwa ayat ini bukan hanya berbicara tentang pergi memberitakan Injil, tetapi juga tentang panggilan untuk mengambil bagian dalam karya Allah agar semua bangsa mengenal, mengikuti, dan menaati Kristus.

  1. Simak: Melihat Hati Kristus bagi Semua Bangsa

     

    Ketika kita membaca Matius 28:18-20 secara utuh, kita melihat bahwa Yesus terlebih dahulu berkata, "Segala kuasa telah diberikan kepada-Ku, di surga maupun di bumi." (Mat. 28:18) Lalu, Dia melanjutkan, "Karena itu, pergilah dan muridkanlah semua bangsa, baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus," (Mat. 28:19).

     

    Ketika kita memperhatikan urutannya, kita melihat bahwa misi kepada bangsa-bangsa berawal dari kuasa Kristus. Para murid diutus untuk pergi, memuridkan semua bangsa, membaptis mereka, dan mengajar mereka untuk menaati semua yang telah diperintahkan Yesus. Dia kemudian berkata, "ajarkanlah mereka untuk menaati semua yang Aku perintahkan kepadamu; dan lihat, Aku selalu bersamamu, bahkan sampai kepada akhir zaman." (Mat. 28:20) Dengan demikian, perhatian Allah tidak terbatas pada satu kelompok, suku, atau bangsa. Dia menghendaki agar kabar baik tentang Kristus menjangkau semua bangsa.

     

  2. Analisa: "Muridkanlah Semua Bangsa"

     

    Dalam bahasa Yunani, "muridkanlah" berasal dari kata matheteusate. Kata ini merupakan perintah utama dalam Matius 28:19. Sementara itu, "pergilah" berasal dari poreuthentes dan berkaitan dengan pelaksanaan perintah tersebut. Tujuan dari pergi bukan sekadar berpindah tempat atau menyampaikan informasi, tetapi membawa orang kepada kehidupan sebagai murid Kristus.

     

    Seorang murid bukan hanya orang yang mengetahui siapa Yesus. Murid adalah orang yang percaya kepada-Nya, mengikuti-Nya, belajar dari-Nya, dan hidup menurut ajaran-Nya (Luk. 9:23; Yoh. 8:31). Karena itu, penginjilan dan pemuridan tidak dapat dipisahkan. Injil membawa orang kepada Kristus, sedangkan pemuridan menolong mereka terus bertumbuh dalam mengikuti dan menaati-Nya.

     

    Mengasihi Bangsa-Bangsa,

    Frasa "semua bangsa" berasal dari panta ta ethne. Ungkapan ini menunjukkan bahwa jangkauan misi Kristus melampaui batas suku, budaya, bahasa, dan wilayah. Tidak ada bangsa yang berada di luar perhatian Allah. Karena itu, mengasihi bangsa-bangsa berarti belajar memandang mereka sebagaimana Allah memandang mereka -- sebagai orang-orang yang perlu mendengar kabar baik dan mengenal Kristus.

     

    Panggilan ini sejalan dengan janji Allah kepada Abraham bahwa melalui dia semua kaum di bumi akan mendapat berkat (Kej. 12:1-3; Gal. 3:8). Rencana Allah sejak awal bukan hanya memberkati satu bangsa, tetapi memakai umat-Nya untuk menjadi saluran berkat bagi bangsa-bangsa. Setelah kebangkitan Kristus, panggilan itu kembali ditegaskan ketika para murid diutus menjadi saksi sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8).

     

    Yesus juga memerintahkan, "baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus," (Mat. 28:19). Baptisan menunjukkan identitas baru seseorang sebagai pengikut Kristus dan bagian dari umat-Nya (Rm. 6:3-4; Gal. 3:27). Menariknya, kata "nama" berbentuk tunggal, tetapi diikuti oleh Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Karena itu, bagian ini juga menjadi salah satu teks penting dalam memahami kesatuan Bapa, Anak, dan Roh Kudus dalam karya Allah bagi umat-Nya.

     

  3. Belajar: Mengasihi Bangsa Berarti Menginginkan Mereka Mengenal Kristus

     

    Dari Matius 28:19 kita belajar bahwa tujuan misi bukan hanya membuat sebanyak mungkin orang mendengar Injil. Kristus memerintahkan para pengikut-Nya untuk "muridkanlah semua bangsa". Karena itu, kasih kepada bangsa-bangsa tidak berhenti pada rasa simpati, kepedulian sosial, atau penghargaan terhadap keberagaman. Kasih yang bersumber dari Allah juga menginginkan agar setiap orang memiliki kesempatan untuk mengenal Kristus dan bertumbuh sebagai murid-Nya.

     

    Matius 28:20 memperjelas bahwa misi tidak berhenti ketika seseorang mendengar Injil. Yesus berkata, "ajarkanlah mereka untuk menaati semua yang Aku perintahkan kepadamu". Orang yang percaya perlu terus diajar untuk hidup dalam ketaatan kepada Kristus. Karena itu, mengasihi bangsa-bangsa berarti menginginkan terjadinya perubahan hidup yang nyata -- dari tidak mengenal Kristus menjadi mengenal-Nya, dari mendengar Injil menjadi menaati-Nya, dan dari menjadi murid kemudian ikut menolong orang lain menjadi murid.

     

    Pemuridan dapat digambarkan sebagai perjalanan:

    Mendengar Injil → percaya kepada Kristus → dibaptis → diajar → hidup dalam ketaatan → ikut memuridkan

     

    Dengan demikian, Amanat Agung memperlihatkan bahwa kasih Allah kepada bangsa-bangsa memiliki tujuan yang jelas: agar mereka mengenal Kristus dan hidup sebagai murid-Nya.

     

  4. Doa + Diskusi: Apakah Hati Kita Juga Terarah kepada Bangsa-Bangsa?

     

    Ketika kita merenungkan Matius 28:19, kita dapat bertanya kepada diri sendiri: Apakah perhatian kita hanya tertuju kepada orang-orang yang dekat, serupa, atau berasal dari latar belakang yang sama dengan kita? Apakah kita juga memiliki kepedulian terhadap suku, kelompok, dan bangsa yang belum mengenal Kristus?

     

    Ketika kita berdoa, kita dapat membawa bangsa-bangsa di hadapan Tuhan -- mereka yang mengalami perang, kemiskinan, ketidakadilan, penganiayaan, maupun mereka yang belum memiliki kesempatan untuk mendengar Injil. Dalam diskusi, kita juga dapat memikirkan bagaimana gereja dapat menunjukkan kasih Kristus kepada orang-orang dari latar belakang yang berbeda dan apakah pelayanan kita sudah memiliki perhatian terhadap bangsa-bangsa sebagaimana yang diperintahkan Kristus.

     

    Mengasihi bangsa-bangsa dimulai ketika hati kita semakin selaras dengan hati Allah. Kita belajar melihat dunia bukan hanya dari sudut pandang batas negara, budaya, atau kepentingan kita sendiri, tetapi dari sudut pandang misi Allah.

     

  5. Aplikasi: Mengasihi Bangsa-Bangsa dalam Kehidupan Sehari-hari

     

    Kasih kepada bangsa-bangsa dapat dimulai dari langkah sederhana. Kita dapat mendoakan bangsa dan suku tertentu, mempelajari kebutuhan mereka, mendukung pelayanan misi, membagikan Injil kepada orang dari latar belakang yang berbeda, atau mendampingi seseorang untuk bertumbuh sebagai murid Kristus.

     

    Kita juga dapat menunjukkan kasih Kristus kepada orang-orang dari bangsa dan budaya lain yang Tuhan tempatkan di sekitar kita -- di lingkungan tempat tinggal, kampus, tempat kerja, gereja, komunitas, maupun ruang digital. Teknologi bahkan membuka kesempatan bagi kita untuk mengenal, mendoakan, dan menjangkau orang-orang yang sebelumnya terasa sangat jauh.

     

    Kita tidak menjalankan panggilan ini dengan kekuatan sendiri. Amanat Agung dimulai dengan pernyataan Yesus, "Segala kuasa telah diberikan kepada-Ku, di surga maupun di bumi." (Mat. 28:18) Amanat ini ditutup dengan janji-Nya, "dan lihat, Aku selalu bersamamu, bahkan sampai kepada akhir zaman." (Mat. 28:20) Karena itu, kasih kita kepada bangsa-bangsa bertumbuh dari kasih Kristus dan dijalankan dengan mengandalkan kuasa serta penyertaan-Nya.

     

    Matius 28:19 mengajak kita melihat bahwa semua bangsa berada dalam jangkauan misi Kristus. Mengasihi bangsa-bangsa berarti ikut mengambil bagian dalam karya-Nya agar orang-orang dari berbagai suku, bahasa, dan bangsa mengenal Kristus dan menjadi murid-Nya. Pertanyaannya: Bangsa, suku, atau kelompok mana yang dapat mulai kita doakan dan kasihi dengan lebih sungguh?

Sumber bahan untuk mulai mengasihi bangsa-bangsa:

Sumber Referensi:
Alkitab SABDA : Matius 28:18-20
Ayo-PA.org : Metode S.A.B.D.A.

Media PA21

Bedah Kitab Daniel

Bedah Kitab Daniel mengajak kita melihat Daniel 1—6 bukan terutama sebagai kisah kepahlawanan Daniel dan sahabat-sahabatnya, melainkan sebagai penyataan tentang Allah yang tidak berubah di tengah zaman yang terus berubah. Dalam konteks pembuangan Yehuda, pergantian penguasa, tekanan budaya Babel, ancaman perapian, hingga gua singa, Allah tetap berdaulat, berhikmat, kudus, adil, setia, dan sanggup menyelamatkan umat-Nya. Tema besar yang terlihat dalam bagian ini adalah: "Zaman berubah, tetapi Allah tetap."

Melalui penggalian Daniel 1—6, kita melihat panggilan untuk hidup setia tanpa kompromi. Daniel dan sahabat-sahabatnya menjaga identitas iman di tengah upaya "Babilonisasi"; Daniel menerima hikmat dari Allah ketika menghadapi misteri mimpi raja; Sadrakh, Mesakh, dan Abednego memilih tetap menyembah Allah sekalipun menghadapi perapian; Nebukadnezar diperingatkan agar merendahkan diri; Belsyazar dihakimi karena meninggikan diri; dan Daniel tetap berdoa serta hidup berintegritas meskipun terancam dilemparkan ke gua singa. Semua kisah tersebut menegaskan bahwa Allah berkuasa atas kerajaan manusia dan hanya Dia yang layak disembah tanpa syarat.

Bedah Kitab Daniel juga menolong kita menggali Alkitab secara bertanggung jawab melalui langkah S.A.B.D.A.: Simak (menyimak teks berulang kali), Analisa (menganalisis konteks dan kata-kata penting), Belajar (belajar menemukan pesan utama), Doa/Diskusi (berdiskusi dan berdoa), lalu Aplikasi (menerapkan firman Tuhan secara konkret). Ketika kita membaca Daniel 1—6 dengan saksama dan memanfaatkan berbagai bahan studi yang tersedia, kita dapat semakin mengenal Allah yang tetap berdaulat dan setia di tengah perubahan zaman. Kebenaran ini sekaligus mengajak kita untuk tetap teguh dalam iman, menjaga integritas, dan hidup tanpa kompromi di tengah berbagai tekanan kehidupan.

Tema PA21 Edisi 128
Selengkapnya »
Sumber : live.sabda.org
Judul : Bedah Kitab Daniel

Anda menerima publikasi ini karena Anda terdaftar sebagai pelanggan publikasi PA21
dengan alamat: : pakettourkeisrael@gmail.com.

Untuk mengirim persembahan: BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
© 2026 - Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)

Holyland Prophetic Miracle Journey
Pembimbing Rohani: PDM Jusup Ibrahim Sie
(Staff Gembala GBI King & Haris Rayon 2 Bandung)

Cairo – Sharm El Sheikh – ST. Catherine – Mount Sinai – Dead Sea – Sodom Gomora – Qumran – Jericho – Bethlehem – Yerusalem – Kana – Golgota – Haifa – Tiberias – MT. Hermon – Capernaum – Galilea – Sungai Yordan – GN. Tabor – Stella Maris – Gunung Carmel – Tembok Ratapan – GN. Nebo – Amman – Dubai – Museum Dubai – Jumeirah Beach – Hotel Burjal Arab – Mall Of Dubai


Shalom Aleichem,
Alami pengalaman rohani dari tiap tempat bersejarah di Alkitab, dengan berwisata rohani bersama "Holyland Prophetic Miracle Journey". Anda akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Israel baik Perjanjian lama dan Baru. Dengan penjelasan dari pembimbing rohani: PDM Jusup Ibrahim Sie (Staff Gembala GBI King & Haris Rayon 2 Bandung).

"The Best Pilgrim Program & The Best Price Guarantee!!!"


tour ke israel

Hari 01: Jakarta – Dubai – Cairo
Cairo – Dubai – Cairo

Hari 02: Cairo
Giza – Piramida – Raja Cheops, Chepren – Dan Merkurinus – Sphinx Institute Of Papyrus – Old Cairo – Gereja Gantung – Gereja Abu Serga – Sinagoga Ben Ezra – Gereja ST. Simon The Tanner – Nile Cruise*
*) Nile Cruise FREE sebagai BONUS

Hari 03: Cairo – Sharm El Sheikh
Terusan Suez – Mata Air – Mara – Elim – Sharm El – Sheikh – Laut Merah – Shram El Sheikh

Hari 04: Shram El Sheikh – ST. Catherine
ST. Catherine – Gunung Sinai*
*) Unta ke Gunung Sinai (One Way) FREE sebagai BONUS

Hari 05: ST. Catherine – Taba – Dead Sea (Menginap di Laut Mati Israel)
Sodom Gomora – Tiang Garam dari Istri Lot – Dead Sea Israel

Hari 06: Dead Sea – Qumran – Jericho – Bethlehem
Qumran – Jericho – Bukit Percobaan – Garden Tomb

Hari 07: Bethlehem – Yerusalem – Bethlehem
Gereja Kelahiran Kristus – Padang Gembala – Jerusalem - Bukit Zaitun – Kapel Kenaikan – Gereja Pater Noster – Jalan Minggu Palem – Gereja Dominus Flevit – Taman Getsemani – Gereja Segala Bangsa

Harga 08: Jerusalem (Golgota) – Bethlehem
Via Dolorosa – Gereja Golgota – Tembok Ratapan – Bukit Sion – Ruang Perjamuan Terakhir – Gereja ST. Peter Galacantu

Hari 09: Jerusalem – Haifa – Tiberias
Haifa – Gunung Karmel – Gereja Stella Maris – Nazareth – Gereja Sukacita Kana – Tiberias

Hari 10: Tiberias – MT. Hermon
MT. Hermon – Bukit Sabda Bahagia – Galilea Cruise

Hari 11: Tiberias
Gunung Tabor – Capernaum – Tabgha – Gereja Primat Petrus – Sungai Yordan

Hari 12: Tiberias – Amman – Dubai
Amman – GN. Nebo – Dubai

Hari 13: Dubai – Jakarta
Benteng Al Fahidi – Museum Dubai – Abra Water Taxi – Spice Souk Gold Souk – Jumeirah Beach – Hotel Burj Al Arab – Palm Island – Atlantis Hotel – Mall Of Dubai – Burj Al Khalifa – Jakarta

Hari 14: Tiba di Jakarta
Jakarta – Holyland Journey Consortium

Bonus – FREE (yang tidak Anda temukan di tour lain)
*) FREE menginap 1 malam di Sham El Sheikh
*) FREE Unta (one way) ke Gunung Sinai
*) FREE Hotel 1 Malam + City Tour & Lunch di Dubai
*) FREE Visa Dubai, Visa Mesir + Israel + Jordan + Dubai
*) FREE Asuransi Perjalanan, Feul, Tax Pesawat & Ins
*) Tipping Driver, Guide, Porter, TL Selama 14 Hari
*) FREE 2 Botol air mineral/hari selama tour + Free toilet

tour ke israel

Informasi dan pemesanan silahkan hubungi:


0813 9520 7755
0822 8330 7755

Pendaftaran:
1. Fotocopy passport terbaru yang jelas (min exp 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan)
2. Nama di passport minimal 2 kata (wajib untuk visa Dubai), jika hanya 1 kata harus proses tambah nama di imigrasi
3. Foto 4X6 berwarna, latar belakang putih sebanyak 2 (dua) lembar
4. Nama kedua orang tua walaupun sudah Alm
5. Dicantumkan negara terakhir yang dikunjungi sebelum ke Israel
6. DP Rp. 7 Juta/pax, dapat di transfer ke:

BCA Rupiah Cabang Mandala Raya
A/N: PT International Christmasindo
No Rek: 398 3015 138

BCA Rupiah Cabang Suryopranoto
A/N: Clarisa
No Rek: 261 1784 611


*) Bukti setor harap fax ke (021) 569 766 54

tour ke israel

Biaya Tour Belum Termasuk:
Biaya pembuatan dokumen perjalanan, passport. Pengeluaran yang bersifat pribadi seperti: telepon, laundry, mini bar, dll

The Best Pilgrim Program & The Best Price Guarantee