Dalam PA Online Bareng Alki-TOP pada minggu kedua Agustus ini, kita merenungkan Yeremia 18:1-10 yang menggambarkan TUHAN sebagai Tukang Periuk yang berdaulat atas umat dan bangsa-bangsa. Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, Israel berada di tangan TUHAN untuk dibentuk sesuai dengan kehendak-Nya. Namun, kedaulatan Allah tidak berarti bahwa bangsa-bangsa tidak memiliki tanggung jawab. Teks ini menunjukkan bahwa ketika suatu bangsa berbalik dari kejahatannya, TUHAN dapat mengurungkan hukuman yang telah dinyatakan. Sebaliknya, jika suatu bangsa memilih untuk berbuat jahat dan tidak mendengarkan suara-Nya, kebaikan yang hendak diberikan-Nya juga dapat diurungkan. Melalui gambaran ini, kita belajar bahwa Allah tetap memegang kendali atas perjalanan bangsa-bangsa, tetapi Dia juga memanggil mereka untuk merespons-Nya dengan pertobatan dan ketaatan. Allah bukan Pribadi yang plin-plan; Dia tetap konsisten dalam menyikapi kejahatan, pertobatan, dan ketaatan manusia. Karena itu, panggilan bagi kita bukan hanya untuk mengakui bahwa Allah berdaulat, tetapi juga untuk bersedia mendengarkan suara-Nya, meninggalkan jalan yang salah, dan membiarkan-Nya membentuk hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya. |