Pujilah TUHAN, Allah Israel,
yang melakukan pekerjaan-pekerjaan ajaib seorang diri.
Dan, pujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya;
Kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi! (Mazmur 72:18-19, AYT) Semua bangsa yang telah Engkau jadikan akan datang
dan menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan,
dan akan memuliakan nama-Mu. (Mazmur 86:9, AYT) Pujilah TUHAN, hai segala bangsa;
megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kebaikan-Nya besar kepada kita,
dan kesetiaan TUHAN selama-lamanya.
Haleluya! (Mazmur 117:1-2, AYT) Dengan seruan pengharapan, para pemazmur menanti-nantikan hari ketika semua orang di planet ini akan memuji Tuhan dan menikmati kebaikan-Nya. Paulus, sebagai hamba Yesus Sang Mesias, mengidentifikasi bahwa tujuan Injil adalah "untuk membawa ketaatan iman demi nama [Kristus] di antara semua bangsa" -- sebuah misi yang mendefinisikan susunan gereja (Roma 1:5).[1] Tiga elemen yang patut diperhatikan sehubungan dengan tujuan ini: Pertama, frasa "ketaatan iman" bisa diartikan "ketaatan yang selalu mengalir dari iman."[2] Iman adalah akar dan ketaatan adalah buahnya, tetapi keduanya tidak pernah terpisahkan; iman yang menyelamatkan tunduk pada ketuhanan Kristus (Roma 6:17-18; 10:13-17). Selanjutnya, target misi Injil adalah untuk melihat orang-orang dari "antara semua bangsa" diselamatkan dan dipuaskan. Semua bangsa telah mengalami kutukan Allah, dan beberapa dari semua bangsa akan mengalami berkat Allah. Kabar baik bahwa Allah yang memerintah selamanya menyelamatkan dan memuaskan orang-orang berdosa yang percaya melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus adalah untuk orang-orang Libya dan Bolivia, untuk ekspatriat di Dubai dan suku pegunungan di Himalaya, untuk orang-orang Latin di Miami dan orang-orang miskin di pedesaan Minnesota. Yang terakhir, ayat ini memberi tahu kita bahwa misi adalah sarana untuk penyembahan yang bersemangat. Seperti yang dijelaskan John Piper, "Misi bukanlah tujuan akhir gereja, melainkan penyembahan. Misi ada karena penyembahan tidak ada."[3] Suatu hari, kebutuhan untuk misi akan berlalu, tetapi orang-orang yang ditebus akan selama-lamanya membesarkan keagungan dan kemuliaan Allah di dalam Kristus. Misi ada "demi nama [Yesus]." Tidak ada tujuan yang lebih tinggi daripada melihat dan menikmati kemuliaan Yesus di antara bangsa-bangsa di dunia. |