e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 9 Agustus 2026
Ayat SH: 2 Korintus 9:6-15
Judul: Hidup dalam Rasa Syukur
Hidup sering dipenuhi dengan berbagai kekhawatiran. Kita kerap terfokus pada kekurangan kita, keinginan kita, dan apa yang belum tercapai. Namun, Paulus mengingatkan kita untuk hidup dalam rasa syukur (6-8).
Memberi persembahan untuk misi atau untuk membantu sesama yang membutuhkan dapat menjadi ekspresi rasa syukur tersendiri. Bukan untuk "memancing" berkat Tuhan, melainkan untuk hidup dalam iman bahwa Tuhan telah dan akan terus mencukupkan segala kebutuhan kita (9-11).
Kenyataan menunjukkan bahwa bukan orang kaya yang memberi persembahan banyak (lih. Mrk. 12:42-43), dan bukan yang kaya yang berbahagia (lih. Ams. 13:8). Sebaliknya, rasa syukur dan kecukupan merupakan ekspresi kekuatan iman (lih. Mzm. 140:13), yang menjadi dasar kokoh untuk kebahagiaan yang menetap. Banyak penelitian psikologi modern mengungkap bahwa rasa syukur adalah salah satu sumber kebahagiaan yang lebih melekat daripada sekadar kesenangan hidup atau kemewahan.
Namun, keyakinan Paulus tidak terbatas pada kesejahteraan individu orang Kristen. Rasa syukur dan persembahan jemaat Korintus untuk orang percaya di Yerusalem menembus tembok sektarian dan melampaui batas-batas etnik yang sebelumnya tak terbayangkan, yaitu Yahudi dan kafir dipersatukan dalam Kristus (lih. Rm. 15:26-29).
Ini tidak mudah bagi Paulus, dan menimbulkan pergumulan tersendiri baginya. Ini tampak dari permintaannya agar jemaat ikut berdoa agar dia dilepaskan dari orang-orang yang tidak taat di Yudea (lih.Rm. 15:30-31). Kesatuan Tubuh Kristus bukan hal mudah bagi Paulus, dan tetap sulit untuk saat ini, mengingat sikap sektarian gereja masa kini.
Mungkinkah iman Paulus yang meyakini bahwa berbagai kelompok jemaat dapat menjadi satu Tubuh, masih hidup dalam Gereja? Masih mungkinkah kita hidup dalam iman yang penuh syukur akan karya Tuhan bagi Gereja? Mari kita bergumul seperti Paulus dalam doa-doa kita agar kita dilepaskan dari orang-orang Kristen yang tidak taat pada zaman ini. [IHM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/08/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+9:6-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Korintus+9:6-15
2 Korintus 9:6-15
6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya."
10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;
11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.
12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.
13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang,
14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu.
15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 9 Agustus 2026
Ayat SH: 2 Korintus 9:6-15
Judul: Hidup dalam Rasa Syukur
Hidup sering dipenuhi dengan berbagai kekhawatiran. Kita kerap terfokus pada kekurangan kita, keinginan kita, dan apa yang belum tercapai. Namun, Paulus mengingatkan kita untuk hidup dalam rasa syukur (6-8).
Memberi persembahan untuk misi atau untuk membantu sesama yang membutuhkan dapat menjadi ekspresi rasa syukur tersendiri. Bukan untuk "memancing" berkat Tuhan, melainkan untuk hidup dalam iman bahwa Tuhan telah dan akan terus mencukupkan segala kebutuhan kita (9-11).
Kenyataan menunjukkan bahwa bukan orang kaya yang memberi persembahan banyak (lih. Mrk. 12:42-43), dan bukan yang kaya yang berbahagia (lih. Ams. 13:8). Sebaliknya, rasa syukur dan kecukupan merupakan ekspresi kekuatan iman (lih. Mzm. 140:13), yang menjadi dasar kokoh untuk kebahagiaan yang menetap. Banyak penelitian psikologi modern mengungkap bahwa rasa syukur adalah salah satu sumber kebahagiaan yang lebih melekat daripada sekadar kesenangan hidup atau kemewahan.
Namun, keyakinan Paulus tidak terbatas pada kesejahteraan individu orang Kristen. Rasa syukur dan persembahan jemaat Korintus untuk orang percaya di Yerusalem menembus tembok sektarian dan melampaui batas-batas etnik yang sebelumnya tak terbayangkan, yaitu Yahudi dan kafir dipersatukan dalam Kristus (lih. Rm. 15:26-29).
Ini tidak mudah bagi Paulus, dan menimbulkan pergumulan tersendiri baginya. Ini tampak dari permintaannya agar jemaat ikut berdoa agar dia dilepaskan dari orang-orang yang tidak taat di Yudea (lih.Rm. 15:30-31). Kesatuan Tubuh Kristus bukan hal mudah bagi Paulus, dan tetap sulit untuk saat ini, mengingat sikap sektarian gereja masa kini.
Mungkinkah iman Paulus yang meyakini bahwa berbagai kelompok jemaat dapat menjadi satu Tubuh, masih hidup dalam Gereja? Masih mungkinkah kita hidup dalam iman yang penuh syukur akan karya Tuhan bagi Gereja? Mari kita bergumul seperti Paulus dalam doa-doa kita agar kita dilepaskan dari orang-orang Kristen yang tidak taat pada zaman ini. [IHM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/08/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+9:6-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Korintus+9:6-15
2 Korintus 9:6-15
6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya."
10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;
11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.
12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.
13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang,
14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu.
15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
