e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 10 Agustus 2026
Ayat SH: 2 Korintus 10:1-11
Judul: Menaklukkan Pikiran kepada Kristus
Gejolak perasaan Paulus dalam menghadapi berbagai pertentangan dalam jemaat meluap-luap dalam bagian surat ini. Apa sesungguhnya yang ia maksudkan ketika berkata, ia "menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus" (5)?
Tampaknya Paulus mengalami banyak perlawanan dari kelompok pengajar yang menganggap diri mereka rasul-rasul super (lih. 11:5), dan menjadi sasaran tuduhan bahwa dia hidup dalam kedagingan (2).Kita pun mungkin dapat memahami gejolak perasaan Paulus, karena gereja masa kini tetap tidak bebas dari pengajar-pengajar arogan (5), yang dalam pengajarannya sebenarnya menentang pengenalan akan Allah. Pengajar demikian mungkin mengeklaim dirinya menjadi milik Kristus secara eksklusif (7). Berbeda dari yang diusahakan Paulus, pengajaran mereka bukan terutama untuk membangun jemaat (8), tetapi untuk meninggikan diri, dan merendahkan saudara-saudara seiman lain yang terkena dampaknya, termasuk Paulus.
Gereja hari ini tidak lepas dari berbagai pertengkaran sektarian. Denominasi yang satu menunjukkan arogansi dan meninggikan diri dari denominasi yang lain, seolah-olah hanya merekalah yang memiliki dan dimiliki Kristus.
Barangkali ironi terbesarnya adalah apabila ada pemimpin agama yang menjadikan surat Paulus ini sebagai semacam pembenaran untuk arogansi rohani. Karena faktanya, Paulus justru menderita tekanan dari pengajar-pengajar yang merasa diri lebih hebat dan lebih berjasa daripada Paulus sendiri.
Mungkin memang tidak ada obat bagi dosa kesombongan rohani, terutama bagi mereka yang merasa diri bijak, beriman, atau bahkan merasa sebagai pengajar dan pengkhotbah yang hebat. Akan tetapi, Paulus menunjukkan jalan keluar sejati di tengah badai perasaan dan pergumulan batin: ia menaklukkan segala pikiran kepada Kristus! Inilah langkah paling radikal sekaligus paling masuk akal. Kita pun dapat mengikuti teladan Paulus ketika berada dalam tekanan serupa dan tidak lagi bersandar pada keyakinan sendiri, melainkan sepenuhnya bergantung pada Kristus. [IHM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/08/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+10:1-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Korintus+10:1-11
2 Korintus 10:1-11
1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.
2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.
3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.
7 Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia.
8 Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu, maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu.
9 Tetapi aku tidak mau kelihatan seolah-olah aku menakut-nakuti kamu dengan surat-suratku.
10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti.
11 Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 10 Agustus 2026
Ayat SH: 2 Korintus 10:1-11
Judul: Menaklukkan Pikiran kepada Kristus
Gejolak perasaan Paulus dalam menghadapi berbagai pertentangan dalam jemaat meluap-luap dalam bagian surat ini. Apa sesungguhnya yang ia maksudkan ketika berkata, ia "menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus" (5)?
Tampaknya Paulus mengalami banyak perlawanan dari kelompok pengajar yang menganggap diri mereka rasul-rasul super (lih. 11:5), dan menjadi sasaran tuduhan bahwa dia hidup dalam kedagingan (2).Kita pun mungkin dapat memahami gejolak perasaan Paulus, karena gereja masa kini tetap tidak bebas dari pengajar-pengajar arogan (5), yang dalam pengajarannya sebenarnya menentang pengenalan akan Allah. Pengajar demikian mungkin mengeklaim dirinya menjadi milik Kristus secara eksklusif (7). Berbeda dari yang diusahakan Paulus, pengajaran mereka bukan terutama untuk membangun jemaat (8), tetapi untuk meninggikan diri, dan merendahkan saudara-saudara seiman lain yang terkena dampaknya, termasuk Paulus.
Gereja hari ini tidak lepas dari berbagai pertengkaran sektarian. Denominasi yang satu menunjukkan arogansi dan meninggikan diri dari denominasi yang lain, seolah-olah hanya merekalah yang memiliki dan dimiliki Kristus.
Barangkali ironi terbesarnya adalah apabila ada pemimpin agama yang menjadikan surat Paulus ini sebagai semacam pembenaran untuk arogansi rohani. Karena faktanya, Paulus justru menderita tekanan dari pengajar-pengajar yang merasa diri lebih hebat dan lebih berjasa daripada Paulus sendiri.
Mungkin memang tidak ada obat bagi dosa kesombongan rohani, terutama bagi mereka yang merasa diri bijak, beriman, atau bahkan merasa sebagai pengajar dan pengkhotbah yang hebat. Akan tetapi, Paulus menunjukkan jalan keluar sejati di tengah badai perasaan dan pergumulan batin: ia menaklukkan segala pikiran kepada Kristus! Inilah langkah paling radikal sekaligus paling masuk akal. Kita pun dapat mengikuti teladan Paulus ketika berada dalam tekanan serupa dan tidak lagi bersandar pada keyakinan sendiri, melainkan sepenuhnya bergantung pada Kristus. [IHM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/08/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+10:1-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Korintus+10:1-11
2 Korintus 10:1-11
1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.
2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.
3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.
7 Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia.
8 Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu, maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu.
9 Tetapi aku tidak mau kelihatan seolah-olah aku menakut-nakuti kamu dengan surat-suratku.
10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti.
11 Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
