e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 16 Juli 2026
Ayat SH: 1 Samuel 22:6-23
Judul: "Jangan Takut, Engkau Aman!"
Di kala ketakutan melanda, apa kata-kata yang perlu kita dengarkan? "Jangan takut." Saat kita bingung dan cemas, apa kata-kata yang dapat menenangkan kita? "Engkau aman." Itulah perkataan Daud yang didengar oleh Abyatar, anak Imam Ahimelekh yang luput dari pembunuhan.
Pada waktu itu Raja Saul semakin dikuasai rasa takut dan iri; dengan keras ia menanyakan keberadaan Daud kepada para hamba TUHAN sampai-sampai ia mempertanyakan kesetiaan mereka (6-8). Ia menuduh para pengikutnya bersekongkol dengan Daud.
Doeg, orang Edom, kepala gembala-gembala Saul (lih. 1Sam.21:7), menjawab bahwa Ahimelekh, imam di Nob, telah menolong Daud. Akibatnya, Saul memerintahkan agar para imam dihukum mati. Namun, tak seorang pun hambanya mau melakukannya, sehingga ia pun menyuruh Doeg untuk membunuh para imam. Pada hari itu Doeg melenyapkan 85 imam TUHAN. Tak hanya itu, Doeg juga membinasakan penduduk Nob beserta ternak mereka tanpa terkecuali (19).
Hanya Abyatar, anak Ahimelekh, yang luput sehingga ia dapat menjadi pengikut Daud dan memberitahukan peristiwa itu (20-21). Walau Daud menyalahkan dirinya atas kematian yang kejam itu, pada saat yang sama Daud berkata kepada Abyatar, "Tinggallah padaku, jangan takut. ... Bersamaku engkau aman" (23).
Saat itu Ahimelekh menolong Daud bukan karena ingin melawan Saul, tetapi karena ia setia pada panggilan keimamannya. Namun, kesetiaan itu membuatnya menjadi korban. Kesetiaan kepada Allah sering kali menuntut keberanian, bahkan ketika konsekuensinya berat. Mengikuti kebenaran tidak selalu membawa kenyamanan, namun tetap merupakan jalan yang benar di hadapan Allah.
Dari Abyatar, kita belajar bahwa bagi orang yang dikasihi Tuhan, akan selalu ada perlindungan. Selama kita tinggal di dalam Tuhan, kita tidak akan takut dan dihindarkan dari ancaman keselamatan.
Terus lakukanlah kebaikan meskipun kita dicurigai dan disalahkan dengan tuduhan yang tidak benar karena Tuhan menyertai kita. [SNP]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/07/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+22:6-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+22:6-23
1 Samuel 22:6-23
6 Hal itu terdengar oleh Saul, sebab Daud dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia telah diketahui tempatnya. Adapun Saul ada di Gibea, sedang duduk di bawah pohon tamariska di bukit, dengan tombaknya di tangan dan semua pegawainya berdiri di dekatnya.
7 Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya yang berdiri di dekatnya: "Cobalah dengar, ya orang-orang Benyamin! Apakah anak Isai itu juga akan memberikan kepada kamu sekalian ladang dan kebun anggur, apakah ia akan mengangkat kamu sekalian menjadi kepala atas pasukan seribu dan atas pasukan seratus,
8 sehingga kamu sekalian mengadakan persepakatan melawan aku dan tidak ada seorangpun yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku mengikat diri dengan anak Isai itu? Tidak ada seorangpun dari kamu yang cemas karena aku, atau yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku telah menghasut pegawaiku melawan aku menjadi penghadang seperti sekarang ini."
9 Lalu menjawablah Doeg, orang Edom itu, yang berdiri dekat para pegawai Saul, katanya: "Telah kulihat, bahwa anak Isai itu datang ke Nob, kepada Ahimelekh bin Ahitub.
10 Ia menanyakan TUHAN bagi Daud dan memberikan bekal kepadanya; juga pedang Goliat, orang Filistin itu, diberikannya kepadanya."
11 Lalu raja menyuruh memanggil Ahimelekh bin Ahitub, imam itu, bersama-sama dengan seluruh keluarganya, para imam yang di Nob; dan datanglah sekaliannya menghadap raja.
12 Kata Saul: "Cobalah dengar, ya anak Ahitub!" Jawabnya: "Ya, tuanku."
13 Kemudian bertanyalah Saul kepadanya: "Mengapa kamu mengadakan persepakatan melawan aku, engkau dengan anak Isai itu, dengan memberikan roti dan pedang kepadanya, menanyakan Allah baginya, sehingga ia bangkit melawan aku menjadi penghadang seperti sekarang ini?"
14 Lalu Ahimelekh menjawab raja: "Tetapi siapakah di antara segala pegawaimu yang dapat dipercaya seperti Daud, apalagi ia menantu raja dan kepala para pengawalmu, dan dihormati dalam rumahmu?
15 Bukan ini pertama kali aku menanyakan Allah bagi dia. Sekali-kali tidak! Janganlah kiranya raja melontarkan tuduhan kepada hambamu ini, bahkan kepada seluruh keluargaku, sebab hambamu ini tidak tahu apa-apa tentang semuanya itu, baik tentang perkara kecil maupun perkara besar."
16 Tetapi raja berkata: "Engkau mesti dibunuh, Ahimelekh, engkau dan seluruh keluargamu."
17 Lalu raja memerintahkan kepada bentara yang berdiri di dekatnya: "Majulah dan bunuhlah para imam TUHAN itu sebab mereka membantu Daud; sebab walaupun mereka tahu, bahwa ia melarikan diri, mereka tidak memberitahukan hal itu kepadaku." Tetapi para pegawai raja tidak mau mengangkat tangannya untuk memarang imam-imam TUHAN itu.
18 Lalu berkatalah raja kepada Doeg: "Majulah engkau dan paranglah para imam itu." Maka majulah Doeg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.
20 Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.
21 Ketika Abyatar memberitahukan kepada Daud, bahwa Saul telah membunuh para imam TUHAN,
22 berkatalah Daud kepada Abyatar: "Memang pada hari itu juga ketika Doeg, orang Edom itu, ada di sana, aku telah tahu, bahwa pasti ia akan memberitahukannya kepada Saul. Akulah sebab utama dari pada kematian seluruh keluargamu.
23 Tinggallah padaku, janganlah takut; sebab siapa yang ingin mencabut nyawamu, ia juga ingin mencabut nyawaku; di dekatku engkau aman."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 16 Juli 2026
Ayat SH: 1 Samuel 22:6-23
Judul: "Jangan Takut, Engkau Aman!"
Di kala ketakutan melanda, apa kata-kata yang perlu kita dengarkan? "Jangan takut." Saat kita bingung dan cemas, apa kata-kata yang dapat menenangkan kita? "Engkau aman." Itulah perkataan Daud yang didengar oleh Abyatar, anak Imam Ahimelekh yang luput dari pembunuhan.
Pada waktu itu Raja Saul semakin dikuasai rasa takut dan iri; dengan keras ia menanyakan keberadaan Daud kepada para hamba TUHAN sampai-sampai ia mempertanyakan kesetiaan mereka (6-8). Ia menuduh para pengikutnya bersekongkol dengan Daud.
Doeg, orang Edom, kepala gembala-gembala Saul (lih. 1Sam.21:7), menjawab bahwa Ahimelekh, imam di Nob, telah menolong Daud. Akibatnya, Saul memerintahkan agar para imam dihukum mati. Namun, tak seorang pun hambanya mau melakukannya, sehingga ia pun menyuruh Doeg untuk membunuh para imam. Pada hari itu Doeg melenyapkan 85 imam TUHAN. Tak hanya itu, Doeg juga membinasakan penduduk Nob beserta ternak mereka tanpa terkecuali (19).
Hanya Abyatar, anak Ahimelekh, yang luput sehingga ia dapat menjadi pengikut Daud dan memberitahukan peristiwa itu (20-21). Walau Daud menyalahkan dirinya atas kematian yang kejam itu, pada saat yang sama Daud berkata kepada Abyatar, "Tinggallah padaku, jangan takut. ... Bersamaku engkau aman" (23).
Saat itu Ahimelekh menolong Daud bukan karena ingin melawan Saul, tetapi karena ia setia pada panggilan keimamannya. Namun, kesetiaan itu membuatnya menjadi korban. Kesetiaan kepada Allah sering kali menuntut keberanian, bahkan ketika konsekuensinya berat. Mengikuti kebenaran tidak selalu membawa kenyamanan, namun tetap merupakan jalan yang benar di hadapan Allah.
Dari Abyatar, kita belajar bahwa bagi orang yang dikasihi Tuhan, akan selalu ada perlindungan. Selama kita tinggal di dalam Tuhan, kita tidak akan takut dan dihindarkan dari ancaman keselamatan.
Terus lakukanlah kebaikan meskipun kita dicurigai dan disalahkan dengan tuduhan yang tidak benar karena Tuhan menyertai kita. [SNP]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/07/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+22:6-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+22:6-23
1 Samuel 22:6-23
6 Hal itu terdengar oleh Saul, sebab Daud dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia telah diketahui tempatnya. Adapun Saul ada di Gibea, sedang duduk di bawah pohon tamariska di bukit, dengan tombaknya di tangan dan semua pegawainya berdiri di dekatnya.
7 Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya yang berdiri di dekatnya: "Cobalah dengar, ya orang-orang Benyamin! Apakah anak Isai itu juga akan memberikan kepada kamu sekalian ladang dan kebun anggur, apakah ia akan mengangkat kamu sekalian menjadi kepala atas pasukan seribu dan atas pasukan seratus,
8 sehingga kamu sekalian mengadakan persepakatan melawan aku dan tidak ada seorangpun yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku mengikat diri dengan anak Isai itu? Tidak ada seorangpun dari kamu yang cemas karena aku, atau yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku telah menghasut pegawaiku melawan aku menjadi penghadang seperti sekarang ini."
9 Lalu menjawablah Doeg, orang Edom itu, yang berdiri dekat para pegawai Saul, katanya: "Telah kulihat, bahwa anak Isai itu datang ke Nob, kepada Ahimelekh bin Ahitub.
10 Ia menanyakan TUHAN bagi Daud dan memberikan bekal kepadanya; juga pedang Goliat, orang Filistin itu, diberikannya kepadanya."
11 Lalu raja menyuruh memanggil Ahimelekh bin Ahitub, imam itu, bersama-sama dengan seluruh keluarganya, para imam yang di Nob; dan datanglah sekaliannya menghadap raja.
12 Kata Saul: "Cobalah dengar, ya anak Ahitub!" Jawabnya: "Ya, tuanku."
13 Kemudian bertanyalah Saul kepadanya: "Mengapa kamu mengadakan persepakatan melawan aku, engkau dengan anak Isai itu, dengan memberikan roti dan pedang kepadanya, menanyakan Allah baginya, sehingga ia bangkit melawan aku menjadi penghadang seperti sekarang ini?"
14 Lalu Ahimelekh menjawab raja: "Tetapi siapakah di antara segala pegawaimu yang dapat dipercaya seperti Daud, apalagi ia menantu raja dan kepala para pengawalmu, dan dihormati dalam rumahmu?
15 Bukan ini pertama kali aku menanyakan Allah bagi dia. Sekali-kali tidak! Janganlah kiranya raja melontarkan tuduhan kepada hambamu ini, bahkan kepada seluruh keluargaku, sebab hambamu ini tidak tahu apa-apa tentang semuanya itu, baik tentang perkara kecil maupun perkara besar."
16 Tetapi raja berkata: "Engkau mesti dibunuh, Ahimelekh, engkau dan seluruh keluargamu."
17 Lalu raja memerintahkan kepada bentara yang berdiri di dekatnya: "Majulah dan bunuhlah para imam TUHAN itu sebab mereka membantu Daud; sebab walaupun mereka tahu, bahwa ia melarikan diri, mereka tidak memberitahukan hal itu kepadaku." Tetapi para pegawai raja tidak mau mengangkat tangannya untuk memarang imam-imam TUHAN itu.
18 Lalu berkatalah raja kepada Doeg: "Majulah engkau dan paranglah para imam itu." Maka majulah Doeg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.
20 Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.
21 Ketika Abyatar memberitahukan kepada Daud, bahwa Saul telah membunuh para imam TUHAN,
22 berkatalah Daud kepada Abyatar: "Memang pada hari itu juga ketika Doeg, orang Edom itu, ada di sana, aku telah tahu, bahwa pasti ia akan memberitahukannya kepada Saul. Akulah sebab utama dari pada kematian seluruh keluargamu.
23 Tinggallah padaku, janganlah takut; sebab siapa yang ingin mencabut nyawamu, ia juga ingin mencabut nyawaku; di dekatku engkau aman."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
