e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 24 Juli 2026
Bacaan : IBRANI 12:1-17
Setahun: Pengkhotbah 1-4
Nats: Memang tiap-tiap didikan pada waktu diberikan tampaknya tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Namun, kemudian didikan itu menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibrani 12:11)
Renungan:
BERTAHAN DALAM DIDIKAN
Sekalipun berbahaya, sebagian orang candu terhadap makanan instan. Selain praktis, makanan instan lebih kekinian. Rasanya pun enak. Padahal di sisi lain, makanan instan justru berbahaya bagi tubuh. Sehingga alih-alih menyehatkan, terlalu sering mengonsumsi makanan instan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Sebaliknya, sayur yang menyehatkan tubuh sering tidak disukai. Terlebih rasanya tidak selalu enak di lidah.
Menghadapi pergumulan, sebagian orang cenderung mencari solusi yang instan. Ingin segera menikmati kesenangan, enggan berlama-lama menjalani proses yang menyulitkan. Akhirnya, mereka memilih jalan dosa. Malangnya, kenikmatan dosa hanya berlaku sementara. Di sisi lain, ketaatan dianggap seperti sayur yang terasa hambar atau bahkan membosankan. Untuk merasakan manfaatnya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga tidak sedikit orang yang menolak untuk taat.
Setiap orang percaya tahu jika dosa merupakan musuh utama, baik bagi Allah maupun manusia. Dengan demikian melawan dosa menjadi hal yang sangat penting karena berguna untuk melindungi diri dari kebinasaan. Karena itu, tak boleh mengeluh, menggerutu, atau menyerah begitu saja. Sebaliknya, kita harus bersabar dan bertekun. Tak perlu membesar-besarkan penderitaan kita karena masih ada yang terpanggil ke dalam pencobaan berat sampai harus mencucurkan darah. Sekalipun saat pergumulan melanda kita merasa amat tersiksa, memilih bertahan dalam kebenaran membawa kita menuju hidup yang berkenan bagi Allah, bahkan mendatangkan damai sejahtera. --EBL/www.renunganharian.net
BERAKIT-RAKIT KE HULU, BERENANG-RENANG KE TEPIAN. BERSAKIT-SAKIT DAHULU, BERSUKACITA DALAM KEKEKALAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IBRANI+12:1-17
IBRANI 12:1-17
1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Pengkhotbah+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Pengkhotbah+1-4
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 24 Juli 2026
Bacaan : IBRANI 12:1-17
Setahun: Pengkhotbah 1-4
Nats: Memang tiap-tiap didikan pada waktu diberikan tampaknya tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Namun, kemudian didikan itu menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibrani 12:11)
Renungan:
BERTAHAN DALAM DIDIKAN
Sekalipun berbahaya, sebagian orang candu terhadap makanan instan. Selain praktis, makanan instan lebih kekinian. Rasanya pun enak. Padahal di sisi lain, makanan instan justru berbahaya bagi tubuh. Sehingga alih-alih menyehatkan, terlalu sering mengonsumsi makanan instan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Sebaliknya, sayur yang menyehatkan tubuh sering tidak disukai. Terlebih rasanya tidak selalu enak di lidah.
Menghadapi pergumulan, sebagian orang cenderung mencari solusi yang instan. Ingin segera menikmati kesenangan, enggan berlama-lama menjalani proses yang menyulitkan. Akhirnya, mereka memilih jalan dosa. Malangnya, kenikmatan dosa hanya berlaku sementara. Di sisi lain, ketaatan dianggap seperti sayur yang terasa hambar atau bahkan membosankan. Untuk merasakan manfaatnya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga tidak sedikit orang yang menolak untuk taat.
Setiap orang percaya tahu jika dosa merupakan musuh utama, baik bagi Allah maupun manusia. Dengan demikian melawan dosa menjadi hal yang sangat penting karena berguna untuk melindungi diri dari kebinasaan. Karena itu, tak boleh mengeluh, menggerutu, atau menyerah begitu saja. Sebaliknya, kita harus bersabar dan bertekun. Tak perlu membesar-besarkan penderitaan kita karena masih ada yang terpanggil ke dalam pencobaan berat sampai harus mencucurkan darah. Sekalipun saat pergumulan melanda kita merasa amat tersiksa, memilih bertahan dalam kebenaran membawa kita menuju hidup yang berkenan bagi Allah, bahkan mendatangkan damai sejahtera. --EBL/www.renunganharian.net
BERAKIT-RAKIT KE HULU, BERENANG-RENANG KE TEPIAN. BERSAKIT-SAKIT DAHULU, BERSUKACITA DALAM KEKEKALAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IBRANI+12:1-17
IBRANI 12:1-17
1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Pengkhotbah+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Pengkhotbah+1-4
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
