e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 8 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 14:26-40
Judul: Menciptakan Harmonisasi
Gendang tak akan enak didengar bila orang memukulnya sesuka hati. Untuk itulah aturan dibuat, agar kita menghasilkan ritme yang merdu dan harmonis. Begitu pula dengan kehidupan rohani kita.
Peraturan dibuat agar semua berjalan lancar dan tertib. Namun, kerap kali ada yang melanggar. Karunia dipakai semaunya tanpa mempertimbangkan keteraturan.
Paulus mengingatkan bahwa semua yang dilakukan dalam ibadah harus bertujuan untuk membangun (26). Karunia seperti menyanyi, mengajar, bahkan bernubuat dan berbahasa lidah harus digunakan secara bergantian sesuai dengan aturan (27-28). Ia menekankan pentingnya mendengarkan, memberi ruang kepada yang lain, dan membuka hati untuk belajar (29-31). Ia ingin jemaat mengerti bahwa Roh Kudus tidak bekerja dalam kekacauan, sebab Allah mereka ialah Allah keteraturan dan damai sejahtera (32-33).
Ibadah yang kacau tidak memuliakan Tuhan, tetapi justru membingungkan dan merugikan banyak orang. Sebaliknya, ketika kita mengutamakan kerendahan hati dan saling mengindahkan, ibadah menjadi tempat di mana kasih Tuhan dinyatakan (34-38). Teratur bukan berarti membatasi kuasa Roh, tetapi memberi ruang agar setiap karunia bekerja dengan utuh dan saling melengkapi (39-40).
Kita hidup pada zaman yang menghargai kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan rohani harus berjalan bersama dengan kedewasaan rohani. Tanpa aturan, apalagi ibadah, pujian pun akan berubah menjadi kebisingan. Ketika kita bersedia diatur dan dibentuk, tubuh Kristus dikuatkan dan nama Tuhan dimuliakan.
Setiap orang dipanggil untuk saling melayani, bukan saling mendahului. Kita perlu belajar menahan diri, memberi kesempatan bagi yang lain, dan menghargai karunia satu sama lain. Ketika ibadah dijiwai semangat kerendahan hati dan keteraturan, hadirat Tuhan akan nyata dan jemaat pun mengalami pertumbuhan yang sejati. Mari kita menciptakan harmonisasi ibadah yang baik di mana kasih, kepekaan, dan keteraturan berjalan beriringan dalam tuntunan Roh Kudus. [SLM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+14:26-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+14:26-40
1 Korintus 14:26-40
26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
29 Tentang nabi-nabi--baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.
30 Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.
31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
32 Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.
33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.
36 Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang?
37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.
38 Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 8 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 14:26-40
Judul: Menciptakan Harmonisasi
Gendang tak akan enak didengar bila orang memukulnya sesuka hati. Untuk itulah aturan dibuat, agar kita menghasilkan ritme yang merdu dan harmonis. Begitu pula dengan kehidupan rohani kita.
Peraturan dibuat agar semua berjalan lancar dan tertib. Namun, kerap kali ada yang melanggar. Karunia dipakai semaunya tanpa mempertimbangkan keteraturan.
Paulus mengingatkan bahwa semua yang dilakukan dalam ibadah harus bertujuan untuk membangun (26). Karunia seperti menyanyi, mengajar, bahkan bernubuat dan berbahasa lidah harus digunakan secara bergantian sesuai dengan aturan (27-28). Ia menekankan pentingnya mendengarkan, memberi ruang kepada yang lain, dan membuka hati untuk belajar (29-31). Ia ingin jemaat mengerti bahwa Roh Kudus tidak bekerja dalam kekacauan, sebab Allah mereka ialah Allah keteraturan dan damai sejahtera (32-33).
Ibadah yang kacau tidak memuliakan Tuhan, tetapi justru membingungkan dan merugikan banyak orang. Sebaliknya, ketika kita mengutamakan kerendahan hati dan saling mengindahkan, ibadah menjadi tempat di mana kasih Tuhan dinyatakan (34-38). Teratur bukan berarti membatasi kuasa Roh, tetapi memberi ruang agar setiap karunia bekerja dengan utuh dan saling melengkapi (39-40).
Kita hidup pada zaman yang menghargai kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan rohani harus berjalan bersama dengan kedewasaan rohani. Tanpa aturan, apalagi ibadah, pujian pun akan berubah menjadi kebisingan. Ketika kita bersedia diatur dan dibentuk, tubuh Kristus dikuatkan dan nama Tuhan dimuliakan.
Setiap orang dipanggil untuk saling melayani, bukan saling mendahului. Kita perlu belajar menahan diri, memberi kesempatan bagi yang lain, dan menghargai karunia satu sama lain. Ketika ibadah dijiwai semangat kerendahan hati dan keteraturan, hadirat Tuhan akan nyata dan jemaat pun mengalami pertumbuhan yang sejati. Mari kita menciptakan harmonisasi ibadah yang baik di mana kasih, kepekaan, dan keteraturan berjalan beriringan dalam tuntunan Roh Kudus. [SLM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+14:26-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+14:26-40
1 Korintus 14:26-40
26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
29 Tentang nabi-nabi--baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.
30 Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.
31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
32 Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.
33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.
36 Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang?
37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.
38 Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
