(e-SH) 7 Juni -- 1 Korintus 14:1-25 - Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus | Holyland Prophetic Miracle Journey Holyland Prophetic Miracle Journey: (e-SH) 7 Juni -- 1 Korintus 14:1-25 - Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus

(e-SH) 7 Juni -- 1 Korintus 14:1-25 - Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 14:1-25

Judul: Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus

Karunia rohani adalah anugerah yang Allah berikan kepada setiap orang percaya untuk membangun tubuh Kristus. Sayangnya, dalam jemaat di Korintus, karunia justru menjadi ajang pembuktian diri dan pencitraan rohani.

Ketika jemaat meninggikan karunia bahasa lidah, Paulus lebih menekankan karunia bernubuat. Itu karena bernubuat membawa dampak langsung, yaitu membangun, menasihati, dan menghibur (3). Bahasa lidah tanpa penafsiran hanya memberi manfaat pribadi, sedangkan bernubuat membangun jemaat (4-5). Berkata-kata dalam bahasa yang dapat dipahami lebih berarti karena membangun orang lain daripada bahasa yang tidak bisa dimengerti. Karunia rohani bukan untuk pamer kehebatan, tetapi memperkuat iman sesama (6-12).

Paulus mengajak jemaat untuk berdoa agar mereka menggunakan karunia secara bijak (13-15), dan agar ucapan syukur mereka membangun orang lain (16-17). Karunia harus digunakan dengan kesadaran akan tanggung jawab rohani, bukan sekadar kesenangan pribadi (20-22). Bahkan, dalam konteks ibadah, ia menekankan keteraturan dan kejelasan supaya jemaat menghasilkan pertumbuhan iman, bukan kebingungan (23). Ia meminta mereka untuk mengedepankan pengajaran yang jelas daripada pengalaman rohani pribadi yang tak dapat dipahami, agar orang-orang yang belum beriman dapat mengenal Allah dan merespons dengan pengakuan iman (24-25).

Teladan Paulus menantang kita untuk mengevaluasi motivasi terbesar kita dalam menggunakan karunia kita: pengakuan iman kepada Tuhan atau pengakuan diri sendiri? Benarkah kita menggunakan karunia untuk membangun orang lain, atau justru untuk membangun citra diri?

Tuhan memanggil kita untuk menjadi saluran berkat, bukan pusat perhatian. Karunia bukan untuk bermegah, tetapi untuk menguatkan tubuh Kristus dan menyatakan kasih Allah secara nyata kepada sesama. Setiap kemampuan kita adalah titipan Tuhan yang harus kita pakai dengan rendah hati. Ketika kita melayani dengan kasih, dunia dapat melihat siapa Allah yang kita sembah. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+14:1-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+14:1-25

1 Korintus 14:1-25

 1  Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
 2  Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
 3  Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
 4  Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
 5  Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.
 6  Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?
 7  Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi--bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda?
 8  Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?
 9  Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!
10  Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
11  Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.
12  Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.
13  Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
14  Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
15  Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
16  Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
17  Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.
18  Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.
19  Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
20  Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!
21  Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan."
22  Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
23  Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?
24  Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
25  segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
Holyland Prophetic Miracle Journey
Pembimbing Rohani: PDM Jusup Ibrahim Sie
(Staff Gembala GBI King & Haris Rayon 2 Bandung)

Cairo – Sharm El Sheikh – ST. Catherine – Mount Sinai – Dead Sea – Sodom Gomora – Qumran – Jericho – Bethlehem – Yerusalem – Kana – Golgota – Haifa – Tiberias – MT. Hermon – Capernaum – Galilea – Sungai Yordan – GN. Tabor – Stella Maris – Gunung Carmel – Tembok Ratapan – GN. Nebo – Amman – Dubai – Museum Dubai – Jumeirah Beach – Hotel Burjal Arab – Mall Of Dubai


Shalom Aleichem,
Alami pengalaman rohani dari tiap tempat bersejarah di Alkitab, dengan berwisata rohani bersama "Holyland Prophetic Miracle Journey". Anda akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Israel baik Perjanjian lama dan Baru. Dengan penjelasan dari pembimbing rohani: PDM Jusup Ibrahim Sie (Staff Gembala GBI King & Haris Rayon 2 Bandung).

"The Best Pilgrim Program & The Best Price Guarantee!!!"


tour ke israel

Hari 01: Jakarta – Dubai – Cairo
Cairo – Dubai – Cairo

Hari 02: Cairo
Giza – Piramida – Raja Cheops, Chepren – Dan Merkurinus – Sphinx Institute Of Papyrus – Old Cairo – Gereja Gantung – Gereja Abu Serga – Sinagoga Ben Ezra – Gereja ST. Simon The Tanner – Nile Cruise*
*) Nile Cruise FREE sebagai BONUS

Hari 03: Cairo – Sharm El Sheikh
Terusan Suez – Mata Air – Mara – Elim – Sharm El – Sheikh – Laut Merah – Shram El Sheikh

Hari 04: Shram El Sheikh – ST. Catherine
ST. Catherine – Gunung Sinai*
*) Unta ke Gunung Sinai (One Way) FREE sebagai BONUS

Hari 05: ST. Catherine – Taba – Dead Sea (Menginap di Laut Mati Israel)
Sodom Gomora – Tiang Garam dari Istri Lot – Dead Sea Israel

Hari 06: Dead Sea – Qumran – Jericho – Bethlehem
Qumran – Jericho – Bukit Percobaan – Garden Tomb

Hari 07: Bethlehem – Yerusalem – Bethlehem
Gereja Kelahiran Kristus – Padang Gembala – Jerusalem - Bukit Zaitun – Kapel Kenaikan – Gereja Pater Noster – Jalan Minggu Palem – Gereja Dominus Flevit – Taman Getsemani – Gereja Segala Bangsa

Harga 08: Jerusalem (Golgota) – Bethlehem
Via Dolorosa – Gereja Golgota – Tembok Ratapan – Bukit Sion – Ruang Perjamuan Terakhir – Gereja ST. Peter Galacantu

Hari 09: Jerusalem – Haifa – Tiberias
Haifa – Gunung Karmel – Gereja Stella Maris – Nazareth – Gereja Sukacita Kana – Tiberias

Hari 10: Tiberias – MT. Hermon
MT. Hermon – Bukit Sabda Bahagia – Galilea Cruise

Hari 11: Tiberias
Gunung Tabor – Capernaum – Tabgha – Gereja Primat Petrus – Sungai Yordan

Hari 12: Tiberias – Amman – Dubai
Amman – GN. Nebo – Dubai

Hari 13: Dubai – Jakarta
Benteng Al Fahidi – Museum Dubai – Abra Water Taxi – Spice Souk Gold Souk – Jumeirah Beach – Hotel Burj Al Arab – Palm Island – Atlantis Hotel – Mall Of Dubai – Burj Al Khalifa – Jakarta

Hari 14: Tiba di Jakarta
Jakarta – Holyland Journey Consortium

Bonus – FREE (yang tidak Anda temukan di tour lain)
*) FREE menginap 1 malam di Sham El Sheikh
*) FREE Unta (one way) ke Gunung Sinai
*) FREE Hotel 1 Malam + City Tour & Lunch di Dubai
*) FREE Visa Dubai, Visa Mesir + Israel + Jordan + Dubai
*) FREE Asuransi Perjalanan, Feul, Tax Pesawat & Ins
*) Tipping Driver, Guide, Porter, TL Selama 14 Hari
*) FREE 2 Botol air mineral/hari selama tour + Free toilet

tour ke israel

Informasi dan pemesanan silahkan hubungi:


0813 9520 7755
0822 8330 7755

Pendaftaran:
1. Fotocopy passport terbaru yang jelas (min exp 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan)
2. Nama di passport minimal 2 kata (wajib untuk visa Dubai), jika hanya 1 kata harus proses tambah nama di imigrasi
3. Foto 4X6 berwarna, latar belakang putih sebanyak 2 (dua) lembar
4. Nama kedua orang tua walaupun sudah Alm
5. Dicantumkan negara terakhir yang dikunjungi sebelum ke Israel
6. DP Rp. 7 Juta/pax, dapat di transfer ke:

BCA Rupiah Cabang Mandala Raya
A/N: PT International Christmasindo
No Rek: 398 3015 138

BCA Rupiah Cabang Suryopranoto
A/N: Clarisa
No Rek: 261 1784 611


*) Bukti setor harap fax ke (021) 569 766 54

tour ke israel

Biaya Tour Belum Termasuk:
Biaya pembuatan dokumen perjalanan, passport. Pengeluaran yang bersifat pribadi seperti: telepon, laundry, mini bar, dll

The Best Pilgrim Program & The Best Price Guarantee