e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 6 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 13
Judul: Kasih Tak Berkesudahan
Apa itu kasih? Lebih dari perasaan, Rasul Paulus mendefinisikan kasih sebagai tindakan yang lahir dari relasi dengan Allah.
Kasih adalah fondasi iman Kristen yang membuat semua karunia rohani menjadi berarti. Kita bisa memiliki keahlian, pengetahuan, iman sempurna, atau kerelaan untuk mati, tetapi tanpa kasih itu semua tidak berguna di hadapan Allah (1-3).
Di tengah dunia yang menjunjung tinggi pencapaian, kita kerap kali tergoda untuk mengejar hal-hal yang terlihat hebat secara lahiriah. Kita lupa bahwa esensi hidup pengikut Kristus adalah kasih. Namun, kasih seperti apa yang dimaksud?
Kasih berarti sabar dan baik hati. Orang yang memiliki kasih tidak akan iri hati, tidak sombong, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak mudah marah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain; sebaliknya, ia akan bersukacita karena kebenaran (4-6). Kasih adalah karakter Kristus yang dinyatakan dalam kelemahlembutan, kepercayaan, pengharapan, dan kesabaran (7). Kasih juga adalah kekuatan yang menyatukan tubuh Kristus. Tanpa kasih, kita bisa saling berdebat dan berselisih seperti kanak-kanak. Namun, ketika kasih menjadi dasar relasi, kita menjadi orang Kristen dewasa dan mengenal satu sama lain dalam kasih Kristus (9-12).
Paulus menegaskan bahwa kasih tidak berkesudahan (8). Ketika orang percaya kerap mementingkan nubuat, bahasa lidah, dan pengetahuan, itu semua hanya untuk sementara waktu dan akan berlalu. Apa yang paling besar dan akan tetap ada adalah kasih (13).
Bagaimana dengan kita, apakah kasih menjadi motivasi kita dalam berbicara, bertindak, dan melayani? Atau, apakah kita mengasihi karena merasa takut ditolak atau supaya dikagumi? Mintalah kepada Tuhan agar Ia memenuhi hati kita dengan kasih-Nya yang tidak berkesudahan. Sebab, dalam kasih, kita mengenal siapa Allah, juga siapa diri kita dan sesama kita di hadapan-Nya.
Kiranya kita terus bertumbuh bersama-sama dalam kasih Kristus. Dengan kasih yang tak berkesudahan, kita mencerminkan Allah kepada dunia. [SLM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+13
1 Korintus 13
1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 6 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 13
Judul: Kasih Tak Berkesudahan
Apa itu kasih? Lebih dari perasaan, Rasul Paulus mendefinisikan kasih sebagai tindakan yang lahir dari relasi dengan Allah.
Kasih adalah fondasi iman Kristen yang membuat semua karunia rohani menjadi berarti. Kita bisa memiliki keahlian, pengetahuan, iman sempurna, atau kerelaan untuk mati, tetapi tanpa kasih itu semua tidak berguna di hadapan Allah (1-3).
Di tengah dunia yang menjunjung tinggi pencapaian, kita kerap kali tergoda untuk mengejar hal-hal yang terlihat hebat secara lahiriah. Kita lupa bahwa esensi hidup pengikut Kristus adalah kasih. Namun, kasih seperti apa yang dimaksud?
Kasih berarti sabar dan baik hati. Orang yang memiliki kasih tidak akan iri hati, tidak sombong, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak mudah marah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain; sebaliknya, ia akan bersukacita karena kebenaran (4-6). Kasih adalah karakter Kristus yang dinyatakan dalam kelemahlembutan, kepercayaan, pengharapan, dan kesabaran (7). Kasih juga adalah kekuatan yang menyatukan tubuh Kristus. Tanpa kasih, kita bisa saling berdebat dan berselisih seperti kanak-kanak. Namun, ketika kasih menjadi dasar relasi, kita menjadi orang Kristen dewasa dan mengenal satu sama lain dalam kasih Kristus (9-12).
Paulus menegaskan bahwa kasih tidak berkesudahan (8). Ketika orang percaya kerap mementingkan nubuat, bahasa lidah, dan pengetahuan, itu semua hanya untuk sementara waktu dan akan berlalu. Apa yang paling besar dan akan tetap ada adalah kasih (13).
Bagaimana dengan kita, apakah kasih menjadi motivasi kita dalam berbicara, bertindak, dan melayani? Atau, apakah kita mengasihi karena merasa takut ditolak atau supaya dikagumi? Mintalah kepada Tuhan agar Ia memenuhi hati kita dengan kasih-Nya yang tidak berkesudahan. Sebab, dalam kasih, kita mengenal siapa Allah, juga siapa diri kita dan sesama kita di hadapan-Nya.
Kiranya kita terus bertumbuh bersama-sama dalam kasih Kristus. Dengan kasih yang tak berkesudahan, kita mencerminkan Allah kepada dunia. [SLM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+13
1 Korintus 13
1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
