e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 9 Juni 2026
Bacaan : YEREMIA 20:7-18
Setahun: Ayub 29-31
Nats: Mengapakah aku keluar dari kandungan, untuk melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku berakhir dalam rasa malu? (Yeremia 20:18)
Renungan:
TETAP BERLARI MESKI LEMAH
Seorang pria disabilitas ingin mengikuti lomba maraton di kotanya. Beberapa temannya menasihati untuk mengurungkan niatnya itu mengingat medan lomba yang berat. Dengan tenang pria itu menjawab, "Tenang saja, di mata orang-orang mungkin aku terlihat lemah, tetapi aku ingin membuktikan kalau tubuh lemahku ini tidak menghalangiku untuk menyelesaikan lomba." Pria itu memang tidak menjadi juara, tetapi ia tiba di garis akhir dengan air mata kemenangan, sekalipun di urutan terakhir.
Yeremia juga pernah mengalami tekanan batin yang berat. Sebagai nabi, ia sering ditolak, dihina, bahkan dipenjara karena menyampaikan firman Tuhan. Banyak orang menertawakannya. Dalam kelemahan dan keputusasaannya, ia hampir menyerah dan bahkan menyesali hari kelahirannya (ay. 18). Sungguh, di balik ratapannya, saya merenungkan pergumulan seorang hamba Tuhan yang jujur. Yeremia memang mengalami kelemahan, tetapi ia memilih untuk setia. Darinya, saya belajar bahwa kekuatan sejati tidak datang dari dalam dirinya, melainkan dari Tuhan yang menyertai di tengah penderitaan.
Apakah kita sedang berada di titik lemah seperti Yeremia? Selama ini kita merasa telah memberikan segalanya dan berusaha setia menjalani panggilan Tuhan, tetapi bukan penerimaan yang kita dapatkan, sebaliknya penolakan. Di titik lemah itu hati kita sedang diuji, apakah kita memilih berhenti atau terus melangkah dengan setia. Apa pun kelemahan kita, kiranya kita dimampukan Tuhan untuk menyelesaikan pertandingan iman kita dengan setia. --SYS/www.renunganharian.net
SEKALIPUN TIDAK DIRESPONS DENGAN BAIK, TUHAN MENGHENDAKI KITA TETAP SETIA MENYELESAIKAN PANGGILAN-NYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YEREMIA+20:7-18
YEREMIA 20:7-18
7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku.
8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.
9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!"
11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!
12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
14 Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku!
15 Terkutuklah orang yang membawa kabar kepada bapaku dengan mengatakan: "Seorang anak laki-laki telah dilahirkan bagimu!" yang membuat dia bersukacita dengan sangat.
16 Terjadilah kepada hari itu seperti kepada kota-kota yang ditunggangbalikkan TUHAN tanpa belas kasihan! Didengarnyalah kiranya teriakan pada waktu pagi dan hiruk-pikuk pada waktu tengah hari!
17 Karena hari itu tidak membunuh aku selagi di kandungan, sehingga ibuku menjadi kuburanku, dan ia mengandung untuk selamanya!
18 Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu?
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+29-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+29-31
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 9 Juni 2026
Bacaan : YEREMIA 20:7-18
Setahun: Ayub 29-31
Nats: Mengapakah aku keluar dari kandungan, untuk melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku berakhir dalam rasa malu? (Yeremia 20:18)
Renungan:
TETAP BERLARI MESKI LEMAH
Seorang pria disabilitas ingin mengikuti lomba maraton di kotanya. Beberapa temannya menasihati untuk mengurungkan niatnya itu mengingat medan lomba yang berat. Dengan tenang pria itu menjawab, "Tenang saja, di mata orang-orang mungkin aku terlihat lemah, tetapi aku ingin membuktikan kalau tubuh lemahku ini tidak menghalangiku untuk menyelesaikan lomba." Pria itu memang tidak menjadi juara, tetapi ia tiba di garis akhir dengan air mata kemenangan, sekalipun di urutan terakhir.
Yeremia juga pernah mengalami tekanan batin yang berat. Sebagai nabi, ia sering ditolak, dihina, bahkan dipenjara karena menyampaikan firman Tuhan. Banyak orang menertawakannya. Dalam kelemahan dan keputusasaannya, ia hampir menyerah dan bahkan menyesali hari kelahirannya (ay. 18). Sungguh, di balik ratapannya, saya merenungkan pergumulan seorang hamba Tuhan yang jujur. Yeremia memang mengalami kelemahan, tetapi ia memilih untuk setia. Darinya, saya belajar bahwa kekuatan sejati tidak datang dari dalam dirinya, melainkan dari Tuhan yang menyertai di tengah penderitaan.
Apakah kita sedang berada di titik lemah seperti Yeremia? Selama ini kita merasa telah memberikan segalanya dan berusaha setia menjalani panggilan Tuhan, tetapi bukan penerimaan yang kita dapatkan, sebaliknya penolakan. Di titik lemah itu hati kita sedang diuji, apakah kita memilih berhenti atau terus melangkah dengan setia. Apa pun kelemahan kita, kiranya kita dimampukan Tuhan untuk menyelesaikan pertandingan iman kita dengan setia. --SYS/www.renunganharian.net
SEKALIPUN TIDAK DIRESPONS DENGAN BAIK, TUHAN MENGHENDAKI KITA TETAP SETIA MENYELESAIKAN PANGGILAN-NYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YEREMIA+20:7-18
YEREMIA 20:7-18
7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku.
8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.
9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!"
11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!
12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
14 Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku!
15 Terkutuklah orang yang membawa kabar kepada bapaku dengan mengatakan: "Seorang anak laki-laki telah dilahirkan bagimu!" yang membuat dia bersukacita dengan sangat.
16 Terjadilah kepada hari itu seperti kepada kota-kota yang ditunggangbalikkan TUHAN tanpa belas kasihan! Didengarnyalah kiranya teriakan pada waktu pagi dan hiruk-pikuk pada waktu tengah hari!
17 Karena hari itu tidak membunuh aku selagi di kandungan, sehingga ibuku menjadi kuburanku, dan ia mengandung untuk selamanya!
18 Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu?
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+29-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+29-31
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
