e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 8
Judul: Kebenaran dan Kasih
Dalam perikop ini Rasul Paulus merespons perdebatan yang muncul di tengah-tengah jemaat Korintus. Persoalannya adalah munculnya pertanyaan apakah orang Kristen dapat memakan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala (1, 4).
Rasul Paulus menjelaskan bahwa secara pengetahuan dan iman Kristen, tidak ada yang namanya berhala atau ilah lain di hadapan Allah (4-5). Dasarnya adalah karena orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah Tritunggal (6). Namun, Rasul Paulus menekankan bahwa persoalannya bukan sekadar boleh atau tidak boleh, tetapi apakah hal itu dapat menjadi batu sandungan bagi orang Kristen baru yang belum memiliki pengetahun yang solid dan hati nuraninya masih lemah (7).
Dari penjelasan Rasul Paulus, ada dua prinsip yang perlu kita perhatikan. Pertama, pengetahuan harus mencerminkan kasih kepada Allah dan sesama (1b-3). Ketika orang Kristen menerapkan pengetahuannya, persoalannya bukan sekadar apakah itu benar atau salah, tetapi apakah itu disertai kasih atau tidak. Kebenaran dan kasih tak bisa dipisahkan. Kita melakukan kebenaran dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Kebenaran menjaga iman kita, dan kasih memelihara persekutuan kita. Keduanya memelihara persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama.
Kedua, kebebasan Kristen harus dilakukan secara bertanggung jawab (8-12). Kita bebas dari dosa dan selamat bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena anugerah Tuhan. Kebebasan kita melakukan kebenaran itu diikat oleh tanggung jawab bahwa hal itu harus menjadi berkat bagi sesama. Kebebasan kita tidak boleh menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Oleh karena itu, marilah kita memeriksa diri. Apakah pengetahuan dan kebebasan kita selama ini telah menjadi berkat? Marilah kita berkomitmen di hadapan Tuhan untuk tidak hanya melakukan apa yang benar, tetapi juga yang mencerminkan kasih. Jangan sampai kebebasan kita tidak membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Allah. [ABL]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+8
1 Korintus 8
1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--
6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.
12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 8
Judul: Kebenaran dan Kasih
Dalam perikop ini Rasul Paulus merespons perdebatan yang muncul di tengah-tengah jemaat Korintus. Persoalannya adalah munculnya pertanyaan apakah orang Kristen dapat memakan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala (1, 4).
Rasul Paulus menjelaskan bahwa secara pengetahuan dan iman Kristen, tidak ada yang namanya berhala atau ilah lain di hadapan Allah (4-5). Dasarnya adalah karena orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah Tritunggal (6). Namun, Rasul Paulus menekankan bahwa persoalannya bukan sekadar boleh atau tidak boleh, tetapi apakah hal itu dapat menjadi batu sandungan bagi orang Kristen baru yang belum memiliki pengetahun yang solid dan hati nuraninya masih lemah (7).
Dari penjelasan Rasul Paulus, ada dua prinsip yang perlu kita perhatikan. Pertama, pengetahuan harus mencerminkan kasih kepada Allah dan sesama (1b-3). Ketika orang Kristen menerapkan pengetahuannya, persoalannya bukan sekadar apakah itu benar atau salah, tetapi apakah itu disertai kasih atau tidak. Kebenaran dan kasih tak bisa dipisahkan. Kita melakukan kebenaran dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Kebenaran menjaga iman kita, dan kasih memelihara persekutuan kita. Keduanya memelihara persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama.
Kedua, kebebasan Kristen harus dilakukan secara bertanggung jawab (8-12). Kita bebas dari dosa dan selamat bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena anugerah Tuhan. Kebebasan kita melakukan kebenaran itu diikat oleh tanggung jawab bahwa hal itu harus menjadi berkat bagi sesama. Kebebasan kita tidak boleh menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Oleh karena itu, marilah kita memeriksa diri. Apakah pengetahuan dan kebebasan kita selama ini telah menjadi berkat? Marilah kita berkomitmen di hadapan Tuhan untuk tidak hanya melakukan apa yang benar, tetapi juga yang mencerminkan kasih. Jangan sampai kebebasan kita tidak membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Allah. [ABL]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+8
1 Korintus 8
1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--
6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.
12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
