e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 30 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 11:12-28
Judul: Tetap Sampaikan
Tidak semua orang dapat menerima kebenaran, sekalipun kebenaran tersebut sudah disampaikan secara baik, logis, dan sistematis. Inilah yang dialami oleh Yefta.
Ketika bangsa Israel difitnah secara keji oleh raja bani Amon, Yefta tidak serta-merta menyatakan perang. Ia memilih jalan damai, yakni melalui diplomasi. Untuk itulah Yefta mengirim utusan kepada raja bani Amon (12).
Dalam berdiplomasi, Yefta berusaha menyampaikan kebenaran dengan sebaik-baiknya. Ia menceritakan perjalanan orang Israel, bagaimana mereka ditolak oleh raja negeri Edom dan Moab, mengelilingi tanah Edom dan Moab, juga tidak dipercaya oleh Sihon, dan menduduki negeri Amori (16-22).
Orang Israel tidak merampas negeri Amon, tetapi TUHAN, Allah Israel, merebut milik orang Amori bagi Israel, seperti Kamos, ilah bani Amon, merebut milik yang lain (23-24).
Ini argumentasi yang kuat, bahkan tidak dapat dibantah. Pasalnya, apa yang disampaikan Yefta melalui utusannya adalah kebenaran.
Dalam hal ini, Yefta memberikan teladan yang baik dalam menghadapi konflik. Ia memilih menggunakan kata-kata yang meluruskan fakta, alih-alih pedang yang melampiaskan kemarahan. Yefta, selain menjadi pahlawan perang yang gagah perkasa, adalah seorang diplomat yang menghargai kebijaksanaan.
Dari Yefta kita belajar pentingnya kata-kata. Pertama, kata-kata adalah cara utama dalam meredam konflik. Kedua, kebenaran harus diucapkan, sekalipun mungkin kebenaran tersebut ditolak.
Tuhan tidak memanggil kita untuk memaksa orang lain menerima kebenaran, tetapi untuk menyampaikan kebenaran. Untuk itu, janganlah kita mengucapkannya secara semena-mena, tetapi haruslah kita berusaha menjelaskannya dengan sebaik-baiknya agar lawan bicara kita pun dapat memahami dan menerimanya dengan lebih baik.
Mari kita belajar menjadi penyampai kebenaran yang baik, sekalipun kita tahu kebenaran tidak selalu mendapat respons yang positif.
[YGM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+11:12-28
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+11:12-28
Hakim-hakim 11:12-28
12 Kemudian Yefta mengirim utusan kepada raja bani Amon dengan pesan: "Apakah urusanmu dengan aku, sehingga engkau mendatangi aku untuk memerangi negeriku?"
13 Jawab raja bani Amon kepada utusan Yefta: "Orang Israel, ketika berjalan keluar dari Mesir, telah merampas tanahku, dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok dan sampai ke sungai Yordan. Maka sekarang, kembalikanlah semuanya itu dengan jalan damai."
14 Lalu Yefta mengirim pula utusan kepada raja bani Amon
15 dengan pesan: "Beginilah kata Yefta: orang Israel tidak merampas tanah orang Moab atau tanah bani Amon.
16 Sebab ketika berjalan keluar dari Mesir, orang Israel melalui padang gurun sampai ke Laut Teberau dan tiba di Kadesh.
17 Ketika itu orang Israel mengirim utusan kepada raja negeri Edom dengan permintaan: Izinkanlah kiranya kami berjalan melalui negerimu ini. Tetapi raja negeri Edom tidak mau mendengar. Mereka mengirim juga utusan kepada raja negeri Moab, tetapi raja ini menolak. Maka orang Israel tinggal di Kadesh.
18 Kemudian mereka berjalan melalui padang gurun, menempuh jalan keliling tanah Edom dan tanah Moab, lalu sampai ke sebelah timur tanah Moab, maka berkemahlah mereka di seberang sungai Arnon, dengan tidak masuk daerah Moab, sebab sungai Arnon itulah batas daerah Moab.
19 Lalu orang Israel mengirim utusan kepada Sihon, raja orang Amori, raja di Hesybon, dan orang Israel meminta kepadanya: Izinkanlah kiranya kami berjalan melalui negerimu ini sampai ke tempat yang kami tuju.
20 Tetapi Sihon tidak percaya kepada orang Israel yang hendak berjalan melalui daerahnya itu, maka dikumpulkannyalah seluruh rakyatnya. Ia berkemah di Yahas, lalu berperang melawan orang Israel.
21 Tetapi TUHAN, Allah Israel, menyerahkan Sihon dengan seluruh rakyatnya ke dalam tangan orang Israel, dan mereka dikalahkan, sehingga orang Israel menduduki seluruh negeri kepunyaan orang Amori, penduduk negeri itu.
22 Demikianlah dimiliki orang Israel seluruh daerah orang Amori itu, dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok dan dari padang gurun sampai ke sungai Yordan.
23 Maka sekarang TUHAN, Allah Israel, telah merebut milik orang Amori, bagi Israel, umat-Nya. Apakah engkau hendak memiliki pula tanah mereka itu?
24 Bukankah engkau akan memiliki apa yang diberi oleh Kamos, allahmu? Demikianlah kami memiliki segala yang direbut bagi kami oleh TUHAN, Allah kami.
25 Lagipula, apakah engkau lebih baik dari Balak bin Zipor, raja Moab? Pernahkah ia menuntut hak kepada orang Israel atau pernahkah ia berperang melawan mereka?
26 Ketika orang Israel diam di Hesybon dengan segala anak kotanya, di Aroer dengan segala anak kotanya, dan di segala kota sepanjang kedua tepi sungai Arnon selama tiga ratus tahun, mengapa pada waktu itu engkau tidak melepaskan kota-kota itu?
27 Jadi aku tidak bersalah terhadap engkau, tetapi engkau berbuat jahat terhadap aku dengan berperang melawan aku. TUHAN, Hakim itu, Dialah yang menjadi hakim pada hari ini antara orang Israel dan bani Amon."
28 Tetapi raja bani Amon tidak mendengarkan perkataan yang disampaikan kepadanya oleh utusan-utusan Yefta.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 30 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 11:12-28
Judul: Tetap Sampaikan
Tidak semua orang dapat menerima kebenaran, sekalipun kebenaran tersebut sudah disampaikan secara baik, logis, dan sistematis. Inilah yang dialami oleh Yefta.
Ketika bangsa Israel difitnah secara keji oleh raja bani Amon, Yefta tidak serta-merta menyatakan perang. Ia memilih jalan damai, yakni melalui diplomasi. Untuk itulah Yefta mengirim utusan kepada raja bani Amon (12).
Dalam berdiplomasi, Yefta berusaha menyampaikan kebenaran dengan sebaik-baiknya. Ia menceritakan perjalanan orang Israel, bagaimana mereka ditolak oleh raja negeri Edom dan Moab, mengelilingi tanah Edom dan Moab, juga tidak dipercaya oleh Sihon, dan menduduki negeri Amori (16-22).
Orang Israel tidak merampas negeri Amon, tetapi TUHAN, Allah Israel, merebut milik orang Amori bagi Israel, seperti Kamos, ilah bani Amon, merebut milik yang lain (23-24).
Ini argumentasi yang kuat, bahkan tidak dapat dibantah. Pasalnya, apa yang disampaikan Yefta melalui utusannya adalah kebenaran.
Dalam hal ini, Yefta memberikan teladan yang baik dalam menghadapi konflik. Ia memilih menggunakan kata-kata yang meluruskan fakta, alih-alih pedang yang melampiaskan kemarahan. Yefta, selain menjadi pahlawan perang yang gagah perkasa, adalah seorang diplomat yang menghargai kebijaksanaan.
Dari Yefta kita belajar pentingnya kata-kata. Pertama, kata-kata adalah cara utama dalam meredam konflik. Kedua, kebenaran harus diucapkan, sekalipun mungkin kebenaran tersebut ditolak.
Tuhan tidak memanggil kita untuk memaksa orang lain menerima kebenaran, tetapi untuk menyampaikan kebenaran. Untuk itu, janganlah kita mengucapkannya secara semena-mena, tetapi haruslah kita berusaha menjelaskannya dengan sebaik-baiknya agar lawan bicara kita pun dapat memahami dan menerimanya dengan lebih baik.
Mari kita belajar menjadi penyampai kebenaran yang baik, sekalipun kita tahu kebenaran tidak selalu mendapat respons yang positif.
[YGM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+11:12-28
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+11:12-28
Hakim-hakim 11:12-28
12 Kemudian Yefta mengirim utusan kepada raja bani Amon dengan pesan: "Apakah urusanmu dengan aku, sehingga engkau mendatangi aku untuk memerangi negeriku?"
13 Jawab raja bani Amon kepada utusan Yefta: "Orang Israel, ketika berjalan keluar dari Mesir, telah merampas tanahku, dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok dan sampai ke sungai Yordan. Maka sekarang, kembalikanlah semuanya itu dengan jalan damai."
14 Lalu Yefta mengirim pula utusan kepada raja bani Amon
15 dengan pesan: "Beginilah kata Yefta: orang Israel tidak merampas tanah orang Moab atau tanah bani Amon.
16 Sebab ketika berjalan keluar dari Mesir, orang Israel melalui padang gurun sampai ke Laut Teberau dan tiba di Kadesh.
17 Ketika itu orang Israel mengirim utusan kepada raja negeri Edom dengan permintaan: Izinkanlah kiranya kami berjalan melalui negerimu ini. Tetapi raja negeri Edom tidak mau mendengar. Mereka mengirim juga utusan kepada raja negeri Moab, tetapi raja ini menolak. Maka orang Israel tinggal di Kadesh.
18 Kemudian mereka berjalan melalui padang gurun, menempuh jalan keliling tanah Edom dan tanah Moab, lalu sampai ke sebelah timur tanah Moab, maka berkemahlah mereka di seberang sungai Arnon, dengan tidak masuk daerah Moab, sebab sungai Arnon itulah batas daerah Moab.
19 Lalu orang Israel mengirim utusan kepada Sihon, raja orang Amori, raja di Hesybon, dan orang Israel meminta kepadanya: Izinkanlah kiranya kami berjalan melalui negerimu ini sampai ke tempat yang kami tuju.
20 Tetapi Sihon tidak percaya kepada orang Israel yang hendak berjalan melalui daerahnya itu, maka dikumpulkannyalah seluruh rakyatnya. Ia berkemah di Yahas, lalu berperang melawan orang Israel.
21 Tetapi TUHAN, Allah Israel, menyerahkan Sihon dengan seluruh rakyatnya ke dalam tangan orang Israel, dan mereka dikalahkan, sehingga orang Israel menduduki seluruh negeri kepunyaan orang Amori, penduduk negeri itu.
22 Demikianlah dimiliki orang Israel seluruh daerah orang Amori itu, dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok dan dari padang gurun sampai ke sungai Yordan.
23 Maka sekarang TUHAN, Allah Israel, telah merebut milik orang Amori, bagi Israel, umat-Nya. Apakah engkau hendak memiliki pula tanah mereka itu?
24 Bukankah engkau akan memiliki apa yang diberi oleh Kamos, allahmu? Demikianlah kami memiliki segala yang direbut bagi kami oleh TUHAN, Allah kami.
25 Lagipula, apakah engkau lebih baik dari Balak bin Zipor, raja Moab? Pernahkah ia menuntut hak kepada orang Israel atau pernahkah ia berperang melawan mereka?
26 Ketika orang Israel diam di Hesybon dengan segala anak kotanya, di Aroer dengan segala anak kotanya, dan di segala kota sepanjang kedua tepi sungai Arnon selama tiga ratus tahun, mengapa pada waktu itu engkau tidak melepaskan kota-kota itu?
27 Jadi aku tidak bersalah terhadap engkau, tetapi engkau berbuat jahat terhadap aku dengan berperang melawan aku. TUHAN, Hakim itu, Dialah yang menjadi hakim pada hari ini antara orang Israel dan bani Amon."
28 Tetapi raja bani Amon tidak mendengarkan perkataan yang disampaikan kepadanya oleh utusan-utusan Yefta.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
