e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 19 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 13:31-35
Judul: Kasih dan Kemuliaan
Ketika mendengar kata kemuliaan, kita sering membayangkannya sebagai keagungan seorang raja yang penuh kuasa dan tak terbantahkan. Sedangkan kata kasih dipahami sebagai relasi yang lembut, setara, dan penuh penerimaan. Seolah kedua kata ini bertentangan. Dunia mengajarkan bahwa kemuliaan diraih melalui kekuasaan dan pengakuan. Sebaliknya, sebagai murid Yesus, kita diajak untuk memaknai ulang: kemuliaan macam apa yang sebenarnya kita kejar dalam hidup ini?
Yesus menunjukkan bahwa kemuliaan sejati justru ditemukan di dalam kasih. Setelah Yudas meninggalkan perjamuan untuk mengkhianati-Nya, Yesus berkata, "Sekarang Anak Manusia dimuliakan dan Allah dimuliakan di dalam Dia" (31). Tampaknya, Yesus mengaitkan kemuliaan-Nya dengan pengorbanan-Nya di atas kayu salib.
Yesus senantiasa mengasihi murid-murid-Nya dan memberikan perintah baru kepada mereka, "... supaya kamu saling mengasihi. Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi" (34). Kasih yang dimaksud adalah kasih yang rela berkorban, seperti yang Yesus tunjukkan melalui hidup dan kematian-Nya. Dengan kasih itulah murid-murid Yesus akan dikenal. Identitas sejati seorang murid Kristus bukan ditentukan oleh status, pengetahuan, atau pencapaiannya, melainkan oleh kasih yang ditunjukkannya kepada sesama.
Kasih dan kemuliaan tak dapat dipisahkan dalam kehidupan murid Yesus. Yesus menunjukkan bahwa kemuliaan bukanlah tentang kebesaran pribadi, melainkan tentang penyerahan diri dan kasih kepada sesama. Ketika kita mengasihi dengan tulus, kita mencerminkan kemuliaan Allah di dalam dunia. Kasih yang sejati membawa kemuliaan karena itu adalah cerminan dari karakter Allah sendiri.
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih yang memuliakan Tuhan. Kita mengejar kemuliaan dengan menyatakan kasih sesuai dengan teladan Yesus. Di dalam kasih itulah kita menemukan kemuliaan sejati. [RGD]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+13:31-35
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+13:31-35
Yohanes 13:31-35
31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 19 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 13:31-35
Judul: Kasih dan Kemuliaan
Ketika mendengar kata kemuliaan, kita sering membayangkannya sebagai keagungan seorang raja yang penuh kuasa dan tak terbantahkan. Sedangkan kata kasih dipahami sebagai relasi yang lembut, setara, dan penuh penerimaan. Seolah kedua kata ini bertentangan. Dunia mengajarkan bahwa kemuliaan diraih melalui kekuasaan dan pengakuan. Sebaliknya, sebagai murid Yesus, kita diajak untuk memaknai ulang: kemuliaan macam apa yang sebenarnya kita kejar dalam hidup ini?
Yesus menunjukkan bahwa kemuliaan sejati justru ditemukan di dalam kasih. Setelah Yudas meninggalkan perjamuan untuk mengkhianati-Nya, Yesus berkata, "Sekarang Anak Manusia dimuliakan dan Allah dimuliakan di dalam Dia" (31). Tampaknya, Yesus mengaitkan kemuliaan-Nya dengan pengorbanan-Nya di atas kayu salib.
Yesus senantiasa mengasihi murid-murid-Nya dan memberikan perintah baru kepada mereka, "... supaya kamu saling mengasihi. Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi" (34). Kasih yang dimaksud adalah kasih yang rela berkorban, seperti yang Yesus tunjukkan melalui hidup dan kematian-Nya. Dengan kasih itulah murid-murid Yesus akan dikenal. Identitas sejati seorang murid Kristus bukan ditentukan oleh status, pengetahuan, atau pencapaiannya, melainkan oleh kasih yang ditunjukkannya kepada sesama.
Kasih dan kemuliaan tak dapat dipisahkan dalam kehidupan murid Yesus. Yesus menunjukkan bahwa kemuliaan bukanlah tentang kebesaran pribadi, melainkan tentang penyerahan diri dan kasih kepada sesama. Ketika kita mengasihi dengan tulus, kita mencerminkan kemuliaan Allah di dalam dunia. Kasih yang sejati membawa kemuliaan karena itu adalah cerminan dari karakter Allah sendiri.
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih yang memuliakan Tuhan. Kita mengejar kemuliaan dengan menyatakan kasih sesuai dengan teladan Yesus. Di dalam kasih itulah kita menemukan kemuliaan sejati. [RGD]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+13:31-35
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+13:31-35
Yohanes 13:31-35
31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
