e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 1 April 2026
Ayat SH: Yohanes 18:38b-19:16a
Judul: Pertarungan Dua Kekuatan
Dalam narasi ini, kita menemukan dua tokoh utama yang sangat kontras: Yesus dan Pilatus. Keduanya sama-sama tampil di hadapan publik, tetapi dengan identitas dan kuasa yang bertolak belakang.
Yesus tampil sebagai Raja sejati, meski dalam rupa yang penuh penghinaan: mahkota duri, jubah ungu, dan sindiran "raja orang Yahudi" (19:1-3). Semua ini secara ironis menegaskan kemesiasan-Nya yang telah dinyatakan sejak awal (18:39; bdk. Yoh. 1:49; 12:13; 18:37, 39; 19:3, 14, 15, 19). Ia Raja dari atas, dari kerajaan yang bukan dari dunia ini.
Pilatus tampil sebagai wakil kekuasaan tertinggi Romawi di Yudea. Sebagai gubernur, ia memegang kuasa militer dan sipil, termasuk ius gladii, hak untuk menentukan hukuman mati. Pilatus menjadi simbol kekuatan dunia: penuh kuasa, strategis, dan berfokus pada kestabilan politik. Ia duduk di kursi pengadilan dan memimpin sidang terhadap Yesus (19:13).
Pilatus sendiri tidak menemukan kesalahan apa pun pada Yesus (18:38; 19:4, 6) dan bahkan berusaha membebaskan-Nya (19:12). Namun, ia menyerah pada tekanan massa, memilih untuk menyenangkan orang banyak demi mempertahankan kedudukannya (18:39-40; 19:6, 12, 15). Meski demikian, Yesus menegaskan bahwa bukan Pilatus yang membuat-Nya disalib, tetapi karena Ia sendiri yang menyerahkan diri-Nya sebagai bagian dari ketaatan kepada Bapa (19:11).
Ini potret pertarungan dua kekuatan, antara kerajaan Allah dan kerajaan dunia, antara mengosongkan diri dan mempertahankan kedudukan, antara mengorbankan diri dan menyelamatkan diri, antara kebenaran dan ketidakjujuran, antara rendah hati dan tinggi hati, antara kehendak Allah dan kehendak manusia.
Pertarungan ini juga terus dihadapi orang Kristen masa kini di mana pun dan dalam jabatan apa pun. Karena itu, kita dipanggil untuk berani berdiri dalam jalan Kristus meski kehilangan kenyamanan. Sebab, Kristus telah menunjukkan, jalan kemenangan adalah salib, ketaatan kepada Bapa, dan integritas, bukan penindasan, pencitraan, atau kompromi. [JMH]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+18:38-19:16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+18:38-19:16
Yohanes 18:38-19:16
38 Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"(18-38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.
39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?"
40 Mereka berteriak pula: "Jangan Dia, melainkan Barabas!" Barabas adalah seorang penyamun.
1 Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.
4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."
5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah manusia itu!"
6 Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."
7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah."
8 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia,
9 lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya.
10 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"
11 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya."
12 Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."
13 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata.
14 Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah rajamu!"
15 Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!"
16 Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.(19-16b) Mereka menerima Yesus.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 1 April 2026
Ayat SH: Yohanes 18:38b-19:16a
Judul: Pertarungan Dua Kekuatan
Dalam narasi ini, kita menemukan dua tokoh utama yang sangat kontras: Yesus dan Pilatus. Keduanya sama-sama tampil di hadapan publik, tetapi dengan identitas dan kuasa yang bertolak belakang.
Yesus tampil sebagai Raja sejati, meski dalam rupa yang penuh penghinaan: mahkota duri, jubah ungu, dan sindiran "raja orang Yahudi" (19:1-3). Semua ini secara ironis menegaskan kemesiasan-Nya yang telah dinyatakan sejak awal (18:39; bdk. Yoh. 1:49; 12:13; 18:37, 39; 19:3, 14, 15, 19). Ia Raja dari atas, dari kerajaan yang bukan dari dunia ini.
Pilatus tampil sebagai wakil kekuasaan tertinggi Romawi di Yudea. Sebagai gubernur, ia memegang kuasa militer dan sipil, termasuk ius gladii, hak untuk menentukan hukuman mati. Pilatus menjadi simbol kekuatan dunia: penuh kuasa, strategis, dan berfokus pada kestabilan politik. Ia duduk di kursi pengadilan dan memimpin sidang terhadap Yesus (19:13).
Pilatus sendiri tidak menemukan kesalahan apa pun pada Yesus (18:38; 19:4, 6) dan bahkan berusaha membebaskan-Nya (19:12). Namun, ia menyerah pada tekanan massa, memilih untuk menyenangkan orang banyak demi mempertahankan kedudukannya (18:39-40; 19:6, 12, 15). Meski demikian, Yesus menegaskan bahwa bukan Pilatus yang membuat-Nya disalib, tetapi karena Ia sendiri yang menyerahkan diri-Nya sebagai bagian dari ketaatan kepada Bapa (19:11).
Ini potret pertarungan dua kekuatan, antara kerajaan Allah dan kerajaan dunia, antara mengosongkan diri dan mempertahankan kedudukan, antara mengorbankan diri dan menyelamatkan diri, antara kebenaran dan ketidakjujuran, antara rendah hati dan tinggi hati, antara kehendak Allah dan kehendak manusia.
Pertarungan ini juga terus dihadapi orang Kristen masa kini di mana pun dan dalam jabatan apa pun. Karena itu, kita dipanggil untuk berani berdiri dalam jalan Kristus meski kehilangan kenyamanan. Sebab, Kristus telah menunjukkan, jalan kemenangan adalah salib, ketaatan kepada Bapa, dan integritas, bukan penindasan, pencitraan, atau kompromi. [JMH]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+18:38-19:16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+18:38-19:16
Yohanes 18:38-19:16
38 Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"(18-38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.
39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?"
40 Mereka berteriak pula: "Jangan Dia, melainkan Barabas!" Barabas adalah seorang penyamun.
1 Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.
4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."
5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah manusia itu!"
6 Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."
7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah."
8 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia,
9 lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya.
10 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"
11 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya."
12 Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."
13 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata.
14 Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah rajamu!"
15 Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!"
16 Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.(19-16b) Mereka menerima Yesus.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
