e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 26 Maret 2026
Bacaan : MATIUS 26:47-56
Setahun: Rut 1-4
Nats: "Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" (Matius 26:53)
Renungan:
MASIH MEMEGANG KENDALI
Di Taman Getsemani, Yesus ditangkap. Yudas, si murid pengkhianat, menunjukkan tempat di mana Dia berada kepada serombongan besar orang, yang adalah utusan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi (ay. 47). Dikhianati, ditangkap, dan digiring untuk disalibkan, seolah menunjukkan sisi ketidakberdayaan Yesus. Seketika dunia menggembar-gemborkan berita bahwa Tuhan dapat menjadi lemah.
Namun, ada sebuah kejadian di saat itu. Petrus menghunus pedang dan memotong telinga Malkhus, hamba imam besar (lih. Yoh. 18:10). Yesus tidak membenarkan tindakannya itu. Dia menegur Petrus, kata-Nya, "Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" (ay. 53). Teguran tersebut sekaligus meluluhlantakkan gembar-gembor dari dunia. Rupanya, bukan Yesus tidak sanggup berbuat apa-apa, melainkan Dia berkehendak menerima seluruh perbuatan orang-orang itu kepada-Nya. Bukan Yesus tidak mampu melawan, melainkan Dia memilih untuk tidak melawan demi terbukanya jalan keselamatan bagi segenap umat manusia (ay. 54). Saat tampaknya Tuhan lemah, Dia masih tetap kuat. Saat tampaknya Tuhan tidak berdaya, Dia masih memegang kendali atas segala sesuatu di kehidupan ini.
Kebenaran ini adalah kabar baik bagi kita. Itu artinya seburuk apa pun situasi kita hadapi saat ini, kita tidak perlu merasa tawar hati karena mengerti Tuhan masih memegang kendali. Pada-Nya ada daya untuk menyelamatkan kita. Kekuatan-Nya tidak berkurang untuk memberikan pertolongan. Tidak sia-sia kita bertekun dalam doa. Harapan kepada Tuhan tidak akan mengecewakan. Pasti ada terobosan, pemulihan, dan jalan keluar bagi setiap pergumulan. --LIN/www.renunganharian.net
DALAM KEADAAN YANG TERLIHAT LEMAH, TUHAN KITA TETAP PERKASA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+26:47-56
MATIUS 26:47-56
47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.
48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia."
49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia.
50 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.
51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"
55 Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.
56 Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Rut+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Rut+1-4
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 26 Maret 2026
Bacaan : MATIUS 26:47-56
Setahun: Rut 1-4
Nats: "Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" (Matius 26:53)
Renungan:
MASIH MEMEGANG KENDALI
Di Taman Getsemani, Yesus ditangkap. Yudas, si murid pengkhianat, menunjukkan tempat di mana Dia berada kepada serombongan besar orang, yang adalah utusan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi (ay. 47). Dikhianati, ditangkap, dan digiring untuk disalibkan, seolah menunjukkan sisi ketidakberdayaan Yesus. Seketika dunia menggembar-gemborkan berita bahwa Tuhan dapat menjadi lemah.
Namun, ada sebuah kejadian di saat itu. Petrus menghunus pedang dan memotong telinga Malkhus, hamba imam besar (lih. Yoh. 18:10). Yesus tidak membenarkan tindakannya itu. Dia menegur Petrus, kata-Nya, "Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" (ay. 53). Teguran tersebut sekaligus meluluhlantakkan gembar-gembor dari dunia. Rupanya, bukan Yesus tidak sanggup berbuat apa-apa, melainkan Dia berkehendak menerima seluruh perbuatan orang-orang itu kepada-Nya. Bukan Yesus tidak mampu melawan, melainkan Dia memilih untuk tidak melawan demi terbukanya jalan keselamatan bagi segenap umat manusia (ay. 54). Saat tampaknya Tuhan lemah, Dia masih tetap kuat. Saat tampaknya Tuhan tidak berdaya, Dia masih memegang kendali atas segala sesuatu di kehidupan ini.
Kebenaran ini adalah kabar baik bagi kita. Itu artinya seburuk apa pun situasi kita hadapi saat ini, kita tidak perlu merasa tawar hati karena mengerti Tuhan masih memegang kendali. Pada-Nya ada daya untuk menyelamatkan kita. Kekuatan-Nya tidak berkurang untuk memberikan pertolongan. Tidak sia-sia kita bertekun dalam doa. Harapan kepada Tuhan tidak akan mengecewakan. Pasti ada terobosan, pemulihan, dan jalan keluar bagi setiap pergumulan. --LIN/www.renunganharian.net
DALAM KEADAAN YANG TERLIHAT LEMAH, TUHAN KITA TETAP PERKASA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+26:47-56
MATIUS 26:47-56
47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.
48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia."
49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia.
50 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.
51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"
55 Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.
56 Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Rut+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Rut+1-4
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
