40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- Selasa, 17 Maret 2026
PENYALIBAN
Lukas 23:32-56 (AYT): https://alkitab.mobi/ayt/?lukas+23:32-56
Dari salib, Yesus menunjukkan belas kasihan yang mendalam terhadap penderitaan dan kesakitan orang lain, sementara Dia sendiri menanggung penderitaan yang tak terbayangkan melalui kematian-Nya yang tidak adil. Di tengah rasa sakit yang luar biasa, Dia menghibur penjahat yang bertobat dan mengampuni mereka yang menyiksa serta mengejek-Nya.
- Berdoalah agar orang-orang di tempat ini memiliki mata yang terbuka untuk melihat kontras yang jelas antara sikap hati dan tindakan Yesus dengan sikap hati dan tindakan para pemimpin politik dan agama sepanjang sejarah manusia. Mohon agar teladan Yesus tidak hanya dihormati di negeri ini, tetapi juga diteladani dalam kehidupan nyata.
- Berdoalah agar tindakan pengampunan Yesus menyentuh mereka yang bergumul dengan rasa malu dan rasa bersalah atas perbuatan salah yang telah mereka lakukan. Kiranya mereka datang kepada-Nya dengan penuh keyakinan untuk menerima pengampunan yang utuh atas dosa-dosa mereka, dan semoga kebebasan yang lahir dari pengampunan ini menumbuhkan kasih yang semakin besar kepada-Nya.
Ketika umat manusia menyaksikan perbuatan dan karakter Yesus, sebagian merespons dengan iman, sementara yang lain merespons dengan penolakan dan ejekan. Berdoalah agar banyak orang di tempat ini termasuk dalam kelompok yang merespons dengan iman, bukan penolakan. Kiranya karakter dan perbuatan Yesus, sebagaimana dicatat dalam Alkitab, juga tecermin dalam kehidupan para pengikut-Nya, sehingga mereka menjadi kesaksian yang hidup bagi para pencari kebenaran dari kalangan muslim.
Umat muslim menghormati Yesus sebagai seorang nabi dan umumnya tidak percaya bahwa Allah akan membiarkan Dia dibunuh dengan cara yang begitu menghina. Meskipun terdapat berbagai teori yang diperdebatkan dalam Islam, kesaksian mata dan bukti sejarah dengan jelas menegaskan kematian Yesus.
- Berdoalah agar mereka yang membaca kisah ini memahami betapa sentral dan pentingnya kematian Yesus dalam rencana keselamatan Allah bagi umat manusia.
- Kiranya ketidakbersalahan-Nya, ketaatan-Nya yang sempurna, serta tanda-tanda dan mukjizat yang menyertai kematian-Nya meyakinkan mereka bahwa Yesus bukan sekadar seorang nabi, melainkan tepat seperti yang Dia nyatakan tentang diri-Nya: Anak Allah.
Imen tinggal di luar negeri untuk bekerja dan mengirimkan uang bagi keluarganya. Selama di sana, dia mengenal Kristus melalui pembacaan seri Creation to Christ dalam Discovery Bible Study (DBS). Dia segera mulai membagikan apa yang dipelajarinya dan membimbing sesama muslim untuk mengenal Kristus. Pada awal perjalanannya, Imen berbagi dengan temannya, Samar. Samar sempat tertarik, tetapi kemudian perhatiannya teralihkan oleh berbagai kekhawatiran hidup.
Suatu hari, saat Imen sedang mempelajari kisah penyaliban dan membaca, "Pada waktu itu kira-kira jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh negeri", dia menerima pesan singkat dari Samar yang memberitahukan bahwa saudara perempuannya telah meninggal dunia. Samar baru saja kembali ke negara asalnya untuk mendukung perawatan dialisis saudarinya. Tragisnya, pemadaman listrik terjadi saat dialisis berlangsung, dan hal itu menyebabkan kematiannya. Dengan hati yang berat, Imen membalas, "Allah memegang waktu di tangan-Nya. Tidak seorang pun mengetahui hari atau jamnya, atau kapan kegelapan akan turun. Kita perlu berdamai dengan-Nya."
Kita tidak mengetahui akhir dari hari-hari kita di bumi ini. Berdoalah agar umat muslim di tempat ini tidak menunda hingga esok apa yang seharusnya dilakukan hari ini. Kiranya mereka memiliki rasa urgensi untuk mencari Tuhan, agar Dia mengampuni dosa-dosa mereka dan memulihkan tanah mereka.
Ibrani 13:12-21 mengingatkan kita bahwa Yesus menderita di luar pintu gerbang kota untuk menguduskan umat-Nya melalui darah-Nya sendiri. Berdoalah agar orang-orang percaya di negeri ini datang kepada-Nya "di luar perkemahan" dan bersedia menanggung kehinaan yang dialami-Nya. Bantulah orang-orang di tempat ini untuk memahami bahwa kita tidak memiliki kota yang tetap di bumi ini, melainkan sedang mencari kota yang akan datang. Melalui Kristus, kiranya banyak orang di negeri ini senantiasa mempersembahkan korban pujian kepada Allah, yaitu buah bibir yang mengakui nama-Nya.
Kiranya orang-orang percaya di tempat ini tidak lalai untuk berbuat baik dan berbagi apa yang mereka miliki, terutama Kabar Baik tentang Yesus, sebab persembahan-persembahan seperti itulah yang berkenan kepada-Mu, ya Allah.
Dan sekarang, kiranya Allah damai sejahtera, yang telah membangkitkan Tuhan kita Yesus dari antara orang mati, Gembala Agung domba-domba, oleh darah perjanjian yang kekal, melengkapi orang-orang di negeri ini dengan segala yang baik supaya mereka dapat melakukan kehendak-Nya, serta mengerjakan dalam mereka apa yang berkenan di hadapan-Nya, melalui Yesus Kristus. Bagi-Nyalah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
Sumber: https://30haridoa.prayer.tools/fuel/27?lang=id_ID
Kontak: doa@sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa@hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa@hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2026 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
