e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 9 Februari 2026
Bacaan : 1 YOHANES 4:7-21
Setahun: Imamat 24-25
Nats: Di dalam kasih tidak ada ketakutan: Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Sebab, ketakutan mengandung hukuman dan siapa yang takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4:18)
Renungan:
MENGASIHI YANG TERSISIH
Sejak selalu menjadi objek kebencian seorang tetangga, seorang ibu dikucilkan oleh banyak tetangga yang lain. Sekalipun mereka paham bahwa ibu itu sesungguhnya tidak bersalah, mereka lebih memilih untuk mengikuti perlakuan si tetangga. Rupanya, reputasi "menakutkan" dari perilaku buruk si tetangga telah berhasil mengintimidasi banyak orang di sekitarnya.
Berbeda dengan sebagian orang yang lebih memilih jalan damai sekalipun tak adil, Yesus tidak pernah menjauhi orang dengan alasan mereka dibenci atau dikucilkan oleh banyak orang, bahkan orang yang berkuasa sekalipun. Alkitab menuliskan bahwa Yesus mau duduk makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa (Luk. 5:29-32). Yesus juga berbicara dengan perempuan Samaria di sumur yang bahkan membuat murid-Nya merasa heran (Yoh.4:1-42). Yesus juga membela perempuan yang hampir dirajam karena perzinaan (Yoh. 8:1-11). Yesus menunjukkan bahwa kasih tidak tunduk pada tekanan sosial. Yesus mengajarkan bahwa kasih sejati melihat martabat ilahi dalam diri setiap orang.
Kiranya kasih yang dari Allah mendorong kita untuk tidak lagi hidup dalam ketakutan, termasuk di dalamnya takut akan penolakan sosial. Sebaliknya, kasih mendorong kita memiliki keberanian untuk memperlakukan setiap orang-terlebih lagi mereka yang tertindas, dijauhi, dan dianggap rendah (termarginalkan/tersisih)-dengan hormat dan kebaikan, melampaui rasa takut kita menghadapi orang yang bersikap buruk. Sebab, kasih bukan hanya soal perasaan, melainkan tindakan nyata cerminan hati Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
HIDUP DALAM KASIH ADALAH BUKTI HIDUP BERSAMA ALLAH.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+YOHANES+4:7-21
1 YOHANES 4:7-21
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+24-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+24-25
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 9 Februari 2026
Bacaan : 1 YOHANES 4:7-21
Setahun: Imamat 24-25
Nats: Di dalam kasih tidak ada ketakutan: Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Sebab, ketakutan mengandung hukuman dan siapa yang takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4:18)
Renungan:
MENGASIHI YANG TERSISIH
Sejak selalu menjadi objek kebencian seorang tetangga, seorang ibu dikucilkan oleh banyak tetangga yang lain. Sekalipun mereka paham bahwa ibu itu sesungguhnya tidak bersalah, mereka lebih memilih untuk mengikuti perlakuan si tetangga. Rupanya, reputasi "menakutkan" dari perilaku buruk si tetangga telah berhasil mengintimidasi banyak orang di sekitarnya.
Berbeda dengan sebagian orang yang lebih memilih jalan damai sekalipun tak adil, Yesus tidak pernah menjauhi orang dengan alasan mereka dibenci atau dikucilkan oleh banyak orang, bahkan orang yang berkuasa sekalipun. Alkitab menuliskan bahwa Yesus mau duduk makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa (Luk. 5:29-32). Yesus juga berbicara dengan perempuan Samaria di sumur yang bahkan membuat murid-Nya merasa heran (Yoh.4:1-42). Yesus juga membela perempuan yang hampir dirajam karena perzinaan (Yoh. 8:1-11). Yesus menunjukkan bahwa kasih tidak tunduk pada tekanan sosial. Yesus mengajarkan bahwa kasih sejati melihat martabat ilahi dalam diri setiap orang.
Kiranya kasih yang dari Allah mendorong kita untuk tidak lagi hidup dalam ketakutan, termasuk di dalamnya takut akan penolakan sosial. Sebaliknya, kasih mendorong kita memiliki keberanian untuk memperlakukan setiap orang-terlebih lagi mereka yang tertindas, dijauhi, dan dianggap rendah (termarginalkan/tersisih)-dengan hormat dan kebaikan, melampaui rasa takut kita menghadapi orang yang bersikap buruk. Sebab, kasih bukan hanya soal perasaan, melainkan tindakan nyata cerminan hati Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
HIDUP DALAM KASIH ADALAH BUKTI HIDUP BERSAMA ALLAH.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+YOHANES+4:7-21
1 YOHANES 4:7-21
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+24-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+24-25
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
