e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 8 Februari 2026
Bacaan : MATIUS 1:18-25
Setahun: Imamat 22-23
Nats: Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:7, TB)
Renungan:
MENUTUPI KEBURUKAN PASANGAN
Sudah enam tahun saya dan istri saya, Fanny, menikah. Selama menjalani biduk rumah tangga, saya dan Fanny sering melakukan kesalahan maupun keburukan. Kami sepakat tidak mau saling membongkar atau saling mempermalukan kesalahan dan keburukan kami kepada orang lain. Hal berbeda dilakukan beberapa pasangan dan membuat saya miris, mereka saling mempermalukan dengan saling menceritakan keburukan atau kesalahan pasangannya lewat medsos. Akibatnya, perceraian terjadi, dan banyak orang yang tidak perlu tahu akhirnya tahu.
Yusuf, sebagai tunangan Maria, tidak mau mempermalukan Maria di depan umum saat tahu Maria mengandung. Yusuf bermaksud menceraikan Maria diam-diam, tapi niat itu batal karena malaikat memberitahu Yusuf apa yang terjadi dengan Maria. Yusuf melakukan apa yang diperintahkan malaikat kepadanya dan tetap mengambil Maria sebagai istrinya. Kisah Yusuf dan Maria sebagai orang tua Yesus Kristus memang ditulis singkat, tapi dari kisah mereka kita belajar tentang kasih, salah satunya menutupi segala sesuatu.
Kasih menutupi segala sesuatu, salah satunya keburukan pasangan. Bukan berarti kompromi dengan kesalahan, keburukan, atau dosa yang dilakukan, tapi dalam kasih ada pemberesan, koreksi, perubahan, dan pengampunan tanpa harus mempermalukan. Suami atau istri kita tidak sempurna, mereka bisa setiap saat berbuat kesalahan, keburukan, atau dosa yang menyakitkan hati. Kita pun juga tidak sempurna. Kita tetap mengasihi pasangan, dengan menutupi keburukannya, dan membantunya memperbaiki diri dan berubah. --RTG/www.renunganharian.net
KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU, SALAH SATUNYA KEBURUKAN PASANGAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+1:18-25
MATIUS 1:18-25
18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.
24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+22-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+22-23
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 8 Februari 2026
Bacaan : MATIUS 1:18-25
Setahun: Imamat 22-23
Nats: Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:7, TB)
Renungan:
MENUTUPI KEBURUKAN PASANGAN
Sudah enam tahun saya dan istri saya, Fanny, menikah. Selama menjalani biduk rumah tangga, saya dan Fanny sering melakukan kesalahan maupun keburukan. Kami sepakat tidak mau saling membongkar atau saling mempermalukan kesalahan dan keburukan kami kepada orang lain. Hal berbeda dilakukan beberapa pasangan dan membuat saya miris, mereka saling mempermalukan dengan saling menceritakan keburukan atau kesalahan pasangannya lewat medsos. Akibatnya, perceraian terjadi, dan banyak orang yang tidak perlu tahu akhirnya tahu.
Yusuf, sebagai tunangan Maria, tidak mau mempermalukan Maria di depan umum saat tahu Maria mengandung. Yusuf bermaksud menceraikan Maria diam-diam, tapi niat itu batal karena malaikat memberitahu Yusuf apa yang terjadi dengan Maria. Yusuf melakukan apa yang diperintahkan malaikat kepadanya dan tetap mengambil Maria sebagai istrinya. Kisah Yusuf dan Maria sebagai orang tua Yesus Kristus memang ditulis singkat, tapi dari kisah mereka kita belajar tentang kasih, salah satunya menutupi segala sesuatu.
Kasih menutupi segala sesuatu, salah satunya keburukan pasangan. Bukan berarti kompromi dengan kesalahan, keburukan, atau dosa yang dilakukan, tapi dalam kasih ada pemberesan, koreksi, perubahan, dan pengampunan tanpa harus mempermalukan. Suami atau istri kita tidak sempurna, mereka bisa setiap saat berbuat kesalahan, keburukan, atau dosa yang menyakitkan hati. Kita pun juga tidak sempurna. Kita tetap mengasihi pasangan, dengan menutupi keburukannya, dan membantunya memperbaiki diri dan berubah. --RTG/www.renunganharian.net
KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU, SALAH SATUNYA KEBURUKAN PASANGAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+1:18-25
MATIUS 1:18-25
18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.
24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+22-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+22-23
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
